MATEMATIKA 3 | 1 + 1 = tak hanya 2, Bisa juga 1 + 1 = 5 - 3


Zaqi : "Wah makin berat pertanyaannya, mudah-mudahan jawaban-jawaban saya telah mendapat petunjuk
dari Allah."

"Kadang kita sering melihat persoalan hanya dari sudut pandang mainstream saja pak, seperti melihat
1 + 1 = 2, padahal 1 + 1 bisa juga = 5 - 3."

"Adil menurut kita, sering kali bapak punya 5 rumah, lalu saya juga punya 5 rumah."

"Padahal bisa jadi walaupun saya tidak punya 5 rumah seperti bapak, tetapi mungkin saya punya
kesehatan yang lebih baik, mungkin diberikan anak-anak yang soleh, yang akan terus mendoakan saya
saat saya sudah masuk kubur, bukannya memperebutkan 5 rumah yang saya miliki, dan sebagainya"

"Saya yakin Allah itu Maha Adil, Orang-orang seperti bapak bisa melakukan ibadah haji dan umroh
berkali-kali, orang-orang seperti kami pun Insya Allah bisa sebagaimana bunyi hadist ini."

“Barang siapa yang shalat Subuh berjamaah kemudian dia duduk berzikir kepada Allah hingga matahari
terbit, lantas shalat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, yang sempurna,
sempurna, sempurna,” dari Anas bin Malik R.A (HR. Tirmidzi).

"Indahnya keadilan Allah, terkadang tidak tampak untuk kita yang berfikir terlalu mainstream."

"Untuk menjaga martabat kita yang kekurangan harta, kita dilarang meminta-minta, sebagaimana dalil
ini."

"Wahai Qabishah! Sesungguhnya meminta-minta itu tidak halal, kecuali bagi salah satu dari tiga
orang: Seseorang yang menanggung beban (hutang orang lain, diyat/denda), ia boleh meminta-minta
sampai ia melunasinya, kemudian berhenti. Dan seseorang yang ditimpa musibah yang menghabiskan
hartanya, ia boleh meminta-minta sampai ia mendapatkan sandaran hidup", Dari Qabishah bin Mukhariq
Al-Hilali R.A (HR Muslim, Abu Dâwud, Ahmad)

"Adilnya, mereka yang berkecukupan pun pun diperintahkah menolong yang kekurangan harta tanpa harus
diminta-minta, sebagaimana dalil ini."

 

لِلْفُقَرَاءِ الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُمْ بِسِيمَاهُمْ لَا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا ۗ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat
(berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari
minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang
secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka
sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.

(Surat Al-Baqarah Ayat 273)

 


Wahai anak Adam! Sesungguhnya jika kamu mensedekahkan kelebihan hartamu, itu lebih baik bagimu
daripada kamu simpan, karena hal itu akan lebih berbahaya bagimu. Dan kamu tak akan dicela jika
menyimpan sekedar untuk keperluan. Dahulukanlah memberi nafkah kepada orang yg menjadi tanggunganmu.
Tangan yg di atas adl lebih baik, daripada tangan yg di bawah. (HR. Muslim).

 

"Bahkan Allah mengecam kita sebagai pendusta agama bagi yang tidak mendorong untuk memberi makan
orang miskin dalam dalil ini."

 

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

 

فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ
Itulah orang yang menghardik anak yatim,

 

وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ
dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
(Surat Al-Maa'uun Ayat 1-3)


"Hanya saja memang ironisnya, kita yang mengaku sebagai umat muslim ternyata tidak dekat dengan Al
Qur'an dan Hadist sehingga yang baik yang berkelebihan harta, maupun yang kekurangan harta tidak
menjalankan hidup sebagaimana yang seharusnya."

"Dan yang kita sering juga lupa, dunia ini adalah hanya salah satu episode singkat dimana akan
dilanjutkan ke episode berikutnya yang panjang, dimana keadilan akan ditegakkan.

"Jika Al Qur'an dan hadist dijalankan maka, Insya Allah hidup akan berjalan dengan seimbang dan adil
baik untuk yang berkelebihan maupun untuk yang berkekurangan."

"Tapi karena kita terlalu fokus pada episode singkat hidup di dunia, membuat kita habis-habisan
menumpuk asset untuk di dunia Pak, padahal yang kita bawa cuma 3 lembar kain kafan dan harta yang
dibelanjakan dijalan Allah.”

"Fokus pada kaya di episode singkat ini pula yang menyebabkan kita rela menjadi miskin di episode
yang panjang nantinya."


أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ
Bermegah – megah telah melalaikan kalian.


ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di
dunia itu)
(QS. At-Takatsur: 1&8)


"Hanya ini yang bisa saya uraikan, mudah-mudahan benar dan mendapat petunjuk Allah."


Pengusaha : "Subhanallah, sepertinya aku butuh lagi tenaga dan pemikiran-pemikiran kau, baik untuk
perusahaan maupun untuk urusan-urusan episode panjang yang tadi kau ceritakan."

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif

 

 


TRANSLATE

Indonesian English French German Italian Portuguese Russian Spanish