sajada matematika

 

MATEMATIKA PAHALA 

Alkisah seorang pengusaha sukses yang memiliki banyak karyawan dan baru belakangan ini mulai melirik
untuk menekuni agama, tampak sedang berdialog santai di dalam masjid, selepas sholat jum’at.


Pengusaha : “Hei panjang kali do'a kau, Ma'in, he he Kalau mau sukses seperti aku, sedekah lah! Gitu
kudengar dari ustad", Ujar sang pengusaha sambil terkeh-kekeh yang membuat para bawahannya cuma bisa
mesem-mesem saja.


Zaqi, salah seorang mantan anak buah pengusaha tersebut, yang sering dianggap ustad oleh rekan-
rekannya kebetulan sedang mampir di mesjid pun menimpali.

Alim : "Oh, kalau Ma'in sih ahli sedekah Pak".


Pengusaha : “Bahh Paling recehan”, Tangannya pun merogoh saku kemejanya, mengambil selembar uang
kertas merah dan dimasukkan ke kotak amal.

“Lihat, ini yang namanya sedekah, he he.”, Ujarnya dengan terkekeh-kekeh.

 

Ke halaman berikut 


MATEMATIKA 1 | 100 (Tidak Selalu) = 100


Zaqi : "Pak, Maaf ya, Tadi saya lihat Ma'in juga kasih yang merah itu, sembunyi-sembunyi pula lho".


Pengusaha : "Wah, bisa menyamakan score pahala ku, rupanya dia hari ini, he he, betul gitu Ustad
Zaqi?"

Zaqi : "Kalau score pahala sih urusan Allah, cuma karena bapak bertanya, saya coba menjawab dengan
logika pikiran manusia yang terbatas ya pak".


“Ma’in dengan gaji 3 juta perbulan, berarti rata-rata pendapatan perharinya adalah selembar uang
warna merah itu tadi. Artinya, tadi dia sudah menyumbangkan seluruh pendapatannya per hari”

"Kalau scorenya mau sama, berarti bapak juga harus memasukkan seluruh pendapatan bapak per hari."

"Sedekah 100 ribu nya si Ma'in, membuat dia tidak bisa makan, minum, bahkan pulang jalan kaki, kalau
tidak disubsidi silang dari pendapatannya dihari yang lain, sementara sedekah 100 ribu dari bapak,
mungkin seperti menyemplungkan koin kerokan dibanding seluruh pandapatan bapak per hari, jadi 100
(Tidak Selalu) = 100."

"Tapi itu sih cuma logika saya saja, yang jelas Allah Maha membalas kebaikan dengan berlipat-lipat
kali, sebagaimana firman-Nya :

 

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah
adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji.
Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya)
lagi Maha Mengetahui.

(Surat Al-Baqarah : 261)

 

 Ke halaman berikut


 

MATEMATIKA 2 | Semua bilangan (N) x 0 = 0

Pengusaha itu kembali terkekeh : “He he, Masuk akal juga, dan memang agama memang buat orang
berakal, he he, karena kau coba pakai logika matematika atau akuntansi, aku mau nge-test akal mu."

"Surga bisa dibeli?"


Zaqi : “Wah berat nih pertanyaannya, di test angka oleh pengusaha hebat seperti bapak."

"Begini, saya tidak mau menggunakan kata “beli” tapi menurut saya, jika kita diberikan banyak
kelebihan rezeki berupa harta dan digunakan untuk tujuan ibadah, Insya Allah dapat pula mengantarkan
kita ke surga.”

Pengusaha :”Bahh. abu-abu kali kalimat kau, coba dengar ini!”

“Misal, Aku korupsi uang rakyat 1 M, berarti dosaku adalah 1 M, anggap gitu saja dulu, Sebagai
pengusaha cerdas dan berakal, bisa kubuat itu tak menjadi dosa.


Zaqi : "Hmm, saya menyimak saja dulu, bagaimana caranya Pak?"


Pengusaha : "He he, Dari 1 M tadi, yang 700 Juta untuk aku pribadi dan 300 Juta sisanya akan aku
mainkan biar tak jadi dosa.”

"Dengan mekanisme lembaga jasa keuangan yang cukup punya 30% untuk memiliki asset properti penuh,
kubuat 300 juta sebagai DP untuk properti senilai 1 M."

"Dan, properti itu adalah Mesjid senilai 1 M, he he, paham kau?

"Masih ingat dosa ku tadi adalah 1 M?"

"Dan jangan kau juga lupa pula, pahala ku adalah 1 M! impas, he he."

"Yang paling tak boleh kau lupa, aku pun tadi dapat 700 Juta untuk aku pribadi, he he."

"Kalau tak paham, kau sekolah lagi lah, ha ha ha."

"Dan kau kan ustad, kau tahu lah, tiap ada kepala yang sujud di mesjidku, mengalir terus pahalaku
macam punya saham di microsoft, ha ha ha."

Zaqi : ”Tunggu Pak, ternyata betul sehebat-hebatnya pengusaha, pasti tetap memperkerjakan akuntan,
bapak salah hitung."

Pengusaha : "Bahh mana bisa?"

Zaqi : "saya coba jawab dengan ini ya pak."

"Dulu di sekolah, kita pasti sudah diajari Semua bilangan (N) x 0 = 0."

"1M, 2M, 3M bahkan Sekian T, Berapapun besarnya jumlah bilangan jika dikalikan dengan Nol maka
hasilnya tetap Nol, ternyata ilmu matematika ini, sedang menjelaskan hadis ini pak"

"Jangan pula kamu mengagumi orang yang memperoleh harta dari yang haram. Sesungguhnya apabila dia
menafkahkannya atau bersedekah, maka tidak akan diterima Allah, dan bila disimpan hartanya tidak
akan berkah. Bila tersisa pun hartanya akan menjadi bekalnya di neraka,” (HR. Abu Dawud).


"Kalau dari catatan kalkulator saya, cuma ada dosa 1 M karena berdasarkan hadis dan rumus matematika
tersebut pahala bapak ternyata Nol.

Pengusaha : "Ha ha ha, aku itu cuma ngetest aja, ternyata kau bisa pula menjawab pertanyaanku."

"Satu lagi, adilkah Tuhan? kau lihat aku, lalu kau lihat Ma'in! kau tahu lah arah bicaraku."

Ke halaman berikut


 

MATEMATIKA 3 | 1 + 1 = tak hanya 2, Bisa juga 1 + 1 = 5 - 3


Zaqi : "Wah makin berat pertanyaannya, mudah-mudahan jawaban-jawaban saya telah mendapat petunjuk
dari Allah."

"Kadang kita sering melihat persoalan hanya dari sudut pandang mainstream saja pak, seperti melihat
1 + 1 = 2, padahal 1 + 1 bisa juga = 5 - 3."

"Adil menurut kita, sering kali bapak punya 5 rumah, lalu saya juga punya 5 rumah."

"Padahal bisa jadi walaupun saya tidak punya 5 rumah seperti bapak, tetapi mungkin saya punya
kesehatan yang lebih baik, mungkin diberikan anak-anak yang soleh, yang akan terus mendoakan saya
saat saya sudah masuk kubur, bukannya memperebutkan 5 rumah yang saya miliki, dan sebagainya"

"Saya yakin Allah itu Maha Adil, Orang-orang seperti bapak bisa melakukan ibadah haji dan umroh
berkali-kali, orang-orang seperti kami pun Insya Allah bisa sebagaimana bunyi hadist ini."

“Barang siapa yang shalat Subuh berjamaah kemudian dia duduk berzikir kepada Allah hingga matahari
terbit, lantas shalat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, yang sempurna,
sempurna, sempurna,” dari Anas bin Malik R.A (HR. Tirmidzi).

"Indahnya keadilan Allah, terkadang tidak tampak untuk kita yang berfikir terlalu mainstream."

"Untuk menjaga martabat kita yang kekurangan harta, kita dilarang meminta-minta, sebagaimana dalil
ini."

"Wahai Qabishah! Sesungguhnya meminta-minta itu tidak halal, kecuali bagi salah satu dari tiga
orang: Seseorang yang menanggung beban (hutang orang lain, diyat/denda), ia boleh meminta-minta
sampai ia melunasinya, kemudian berhenti. Dan seseorang yang ditimpa musibah yang menghabiskan
hartanya, ia boleh meminta-minta sampai ia mendapatkan sandaran hidup", Dari Qabishah bin Mukhariq
Al-Hilali R.A (HR Muslim, Abu Dâwud, Ahmad)

"Adilnya, mereka yang berkecukupan pun pun diperintahkah menolong yang kekurangan harta tanpa harus
diminta-minta, sebagaimana dalil ini."

 

لِلْفُقَرَاءِ الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُمْ بِسِيمَاهُمْ لَا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا ۗ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat
(berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari
minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang
secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka
sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.

(Surat Al-Baqarah Ayat 273)

 


Wahai anak Adam! Sesungguhnya jika kamu mensedekahkan kelebihan hartamu, itu lebih baik bagimu
daripada kamu simpan, karena hal itu akan lebih berbahaya bagimu. Dan kamu tak akan dicela jika
menyimpan sekedar untuk keperluan. Dahulukanlah memberi nafkah kepada orang yg menjadi tanggunganmu.
Tangan yg di atas adl lebih baik, daripada tangan yg di bawah. (HR. Muslim).

 

"Bahkan Allah mengecam kita sebagai pendusta agama bagi yang tidak mendorong untuk memberi makan
orang miskin dalam dalil ini."

 

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

 

فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ
Itulah orang yang menghardik anak yatim,

 

وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ
dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
(Surat Al-Maa'uun Ayat 1-3)


"Hanya saja memang ironisnya, kita yang mengaku sebagai umat muslim ternyata tidak dekat dengan Al
Qur'an dan Hadist sehingga yang baik yang berkelebihan harta, maupun yang kekurangan harta tidak
menjalankan hidup sebagaimana yang seharusnya."

"Dan yang kita sering juga lupa, dunia ini adalah hanya salah satu episode singkat dimana akan
dilanjutkan ke episode berikutnya yang panjang, dimana keadilan akan ditegakkan.

"Jika Al Qur'an dan hadist dijalankan maka, Insya Allah hidup akan berjalan dengan seimbang dan adil
baik untuk yang berkelebihan maupun untuk yang berkekurangan."

"Tapi karena kita terlalu fokus pada episode singkat hidup di dunia, membuat kita habis-habisan
menumpuk asset untuk di dunia Pak, padahal yang kita bawa cuma 3 lembar kain kafan dan harta yang
dibelanjakan dijalan Allah.”

"Fokus pada kaya di episode singkat ini pula yang menyebabkan kita rela menjadi miskin di episode
yang panjang nantinya."


أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ
Bermegah – megah telah melalaikan kalian.


ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di
dunia itu)
(QS. At-Takatsur: 1&8)


"Hanya ini yang bisa saya uraikan, mudah-mudahan benar dan mendapat petunjuk Allah."


Pengusaha : "Subhanallah, sepertinya aku butuh lagi tenaga dan pemikiran-pemikiran kau, baik untuk
perusahaan maupun untuk urusan-urusan episode panjang yang tadi kau ceritakan."

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif

 

 


 

BERITA

Merangkul Generasi Online Mengenal Agamanya

 

Jika pada saat era televisi saja, serbuan pengaruh pemikiran yang jauh dari agama sudah sedemikian menjauhkan umat dari agamanya, apalagi generasi muda era media online yang lebih sulit lagi mengkontrolnya.

Masa Depan Rusia Akan Menjadi Milik Pemeluk Islam

 

Saksikanlah, barisan jutaan umat manusia yang beribadah dengan sangat teratur dan mengikuti shaf mereka masing-masing, dan hal itu tidak perlu diajarkan. Mereka berbaris dengan tertib tanpa harus diperintah.

Ethis Crowd Mengenalkan Fintech Crowd Founding Berbasis Syariah Pertama di Dunia

 

Di tengah bangkitnya pilar-pilar ekonomi berbasis syariah, Ethis Crowd mengenalkan fintech crowd founding properti berbasis syariah pertama di dunia.

Koreksi Terhadap Pandangan Mainstream Tentang Sejarah Islam Di Indonesia

 

Padahal sejak abad ke 6, agama Islam telah berdampingan bersama agama Hindu & agama Budha di Nusantara telah ada kerajaan-kerajaan Islam jauh sebelum kerajaan Majapahit.

Jika Dakwah Adalah Kegiatan Marketing

 

Seringkali kita merasa sedang mengajak (berdakwah) padahal kita malah semakin menjauhkan target audiens tersebut kepada Islam. Logika sederhananya adalah, apakah kita akan membeli produk yang dijual oleh sales yang membenci kita? 

TAUSIAH

Doa Sebelum dan Sesudah Bepegian

 

BISMILLAHI TAWAKALTU 'ALALLAHI LAA HAULA WA LAA QUWATA ILLA BILLAH

Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada Allah, tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz Khalid Basalamah 8 Juni - 11 Juni 2017

 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz  Khalid Basalamah 8 Juni - 11 Juni 2017 

Diskusi Kedai Kopi 3a (Islam?)

 

"Bukan aku yang harus mendifinisikannya, tapi biarlah Dia yang mengenalkan diri-Nya kepada mu melalui perkataan-Nya dalam kitab suci Al Qur'an yang dititipkan melalui Nabi Muhammad SAW dalam surat Al Ikhlas : 1-4"

 

Doa Sebelum Makan & Sesudah Makan

 

Allahuma Baarik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa 'adzaa bannaar.


Alhamdulillahilladzii ath'amanaa wa saqoonaa wa ja'alanaa muslimin.

Muhammad Idrus Ramli

 

Muhammad Idrus Ramli, Pada masa kecilnya belajar al-Qur’an, tajwid, dasar-dasar agama dan gramatika Arab kepada Kiai Nasyith di Pondok Pesantren Nashirul Ulum.  

BELAJAR ISLAM

Hukum Dalam Fiqih

Hukum Dalam Fiqih Terbagi Menjadi Lima

Mengenal Jenis dan Sejarah Hadist

 

Pada masa awal Rasulullah melarang penulisan hadits agar tidak tercampur dengan periwayatan Al Qur'an. Setelah beberapa waktu, Rasulullah memperbolehkan penulisan hadits dari beberapa orang sahabat.

Nabi Ayyub AS

 

Iblis mengira ketaatan Nabi Ayub AS adalah hanyalah ketaatan untuk mengamankan kondisi ideal sang nabi agar terus dapat hidup dengan segala kenyamanan tersebut.

Syarat Sah Sholat

 

Untuk melaksanakan Sholat, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar sholat yang kita lakukan menjadi sah atau  diterima oleh Allah SWT. 

Cara, Urutan, Bacaan Dan Gerakan Sholat

 

Berikut Urutan, Bacaan dan Gerakan Sholat dengan panduan urutan Berdasarkan urutan 13 Rukun Sholat dan Hal-Hal Sunah yang menyertainya