sajada biasa sholat

 

Melatih Kebiasaan Sholat

Zaqi, seorang karyawan yang dianggap ustadz di suatu perusahaan, diboyong ke ujung pantri kantor oleh Dudung, teman office boy untuk diajak berdiskusi.

Dudung :"Mas Zaqi, saya itu kepengen bisa kaya Mas Zaqi, sholatnya enggak pernah tinggal, gimana ya caranya?"

Zaqi :"Aamiiiin, Insya Allah, mudah-mudahan saya memang seperti itu dan pertanyaannya mudah-mudahan juga bisa saya jawab dengan petunjuk Allah."

"Sebelumnya saya mau tanya, Mas Dudung kan jagoan futsal nih di kantor kita, enggak cuma jago, bahkan fisik Mas Dudung juga luar biasa, bisa main dua bahkan mungkin empat jam non stop, padahal siangnya udah capek kerja, apa sudah dari lahir sudah begitu?"

Dudung :Ha ha ada-ada aja, emangnya saya lahir dilapangan futsal? ya enggak lah."

Zaqi :"Terus gimana caranya?"

Dudung :"Pertama memang saya suka main bola, kedua karena saya juga rutin main bola dari dulu."

Zaqi :"kalau seandainya enggak ada waktu untuk main bola seminggu aja, kira-kira gimana rasanya?"

Dudung :"Waduh badan kayaknya jadi lemes terus hidup kayaknya jadi enggak semangat, kayak ada yang kurang deh."


Zaqi :"He he, ternyata pertanyaannya sudah bisa dijawab oleh Mas Dudung Sendiri."

Dudung :"Maksudnya gimana, Mas?"

Zaqi :"Insya Allah, kira-kira jawaban pertanyaan tadi mungkin sama dengan jawaban Mas Dudung."

"Pertama-tama kita harus tanamkan rasa suka, kedua lakukan secara rutin, Nah, sekarang saya mau tanya, untuk yang belum suka main futsal, bagaimana caranya agar bisa suka?"

Dudung :"Wah pertama-tama emang harus ada niat dulu dari yang bersangkutan, seenggak-enggaknya mau datang dulu ke lapangan futsal."

Zaqi :"Harus ke lapangan ya? Enggak coba latihan main sendiri dulu dirumah?"

Dudung :"Wah beda Mas, Kalo di lapangan kan banyak teman yang ngomporin, atmosfirnya di lapangan juga bikin kita semangat, terus di lapangan kan gak cuma main futsal, biasanya kan kita pas sedang menunggu juga suka ngobrol-ngobrol masalah bola jadi suasananya bola banget deh."

Zaqi :"Nah gitu juga dengan sholat, jawaban Mas Dudung sejalan dengan hadist 

 

"innamal a’maalu binniyaat"

Sesungguhnya amal perbuatan tergantung kepada niatnya.

 

"Sama seperti main futsal tadi, harus ada niat yang kuat dan supaya suasananya sholat banget, lakukan di masjid, disana kita ketemu sama orang-orang yang juga semangat menjalakan sholat yang terkadang secara langsung atau tidak akan saling ngomporin untuk istiqomah sholat lima waktu dan tepat waktu, atmosfirnya juga bikin lebih khusyu, lalu saat sedang ada tausiyah atau ada ulama yang duduk didekat kita, kita bisa dengar atau tanya-tanya masalah agama."

"Pertanyaan saya Mas Dudung, kira-kira hanya sekali ke lapangan futsal, apakah kita bisa langsung suka?"

Dudung :"Kan tadi saya bilang harus niat, berarti sebisa mungkin maksain diri untuk bisa rutin."
"Awalnya maksain, setelah sering akan jadi kebiasaan, lama-lama akan jadi kebutuhan."
"Lagian kan olah-raga kan penting mas biar badan sehat."

Zaqi :"Persis, sholat lima waktu juga awalnya harus kita paksakan hingga akhirnya akan jadi kebiasaan, lalu akan jadi kebutuhan. Nah sama juga dengan olah raga, sholat juga penting biar badan dan jiwa sehat."

"Biar lebih jelas, maaf nih, Mas Dudung kan belakangan lagi sering bolak-balik ketemu boss HRD, kalo boleh tahu nih lagi ada urusan apa ya?"

Dudung :"He he, gitu deh mas, saya kan kerja sudah lima tahun lebih, status masih karyawan kontrak, gaji gak naik-naik, makanya saya ngadu ke boss HRD aja."

Zaqi :"Maksud saya bertanya ada kaitannya dengan sholat mas, kira-kira yang ngatur semua urusan dunia seperti rezeki, pangkat, derajat, kesehatan, jodoh dan lain-lain hingga urusan keselamatan akhirat siapa ya Mas?"

Dudung :"Allah."

Zaqi :"Nah, masalah hidup kita kan kompleks banget, gak cuma urusan gaji, terkadang mungkin orang tua kita sedang sakit tidak sembuh-sembuh, anak-anak kita salah pergaulan, rekan kerja yang dengki, atasan yang sewenang-wenang dan segudang masalah-masalah lainnya."

"Saat kita merasa sudah tidak mampu mengatasinya, kan kita butuh kekuasaan yang lebih besar untuk menolong kita persis seperti Mas Dudung bolak-balik ke Boss HRD."

"Saat kita sholat, kita sedang meletakkan kepala kita sejajar dengan kaki untuk menyerahkan diri secara penuh kepada Yang Maha Kuasa, dimana didalamnya berisi segala permohonan, pujian dan rasa sykur kepada Nya, betapa sombongnya kita yang berani menyerahkan urusan hidup sendirian dengan meningggalkan sholat."

Dudung :"Jleb banget Mas, tapi apa kalo habis sholat terus langsung naik gaji?"

Zaqi :"Mas Dudung pertama kali keluar pintu boss HRD langsung naik gaji?"

Dudung "Enggak sih, bahkan sudah berkali-kali keluar masuk belum juga dikabulin Mas."

Zaqi :"Kira-kira kenapa?"

Dudung :"Enggak tahu, mungkin kondisi keuangan perusahaan, bisa juga Boss HRD enggak tahu kinerja saya atau enggak kenal, "

Zaqi :"He he bisa jadi, tapi kira-kira, seandainya Mas Dudung itu adalah karyawan kesayangan owner perusahaan ini, kira-kira gimana reaksi Boss HRD saat Mas Dudung minta naik gaji?"

Dudung :"Ha ha ha, wah langsung tanda-tangan naik gajilah."

Zaqi :"Ha ha ha, Cepet banget ambil kesimpulan, banyak kemungkinanlah."

"Kan bisa jadi, juga enggak naik gaji lho."

Dudung :"lho kan ceritanya tadi karyawan kesayangan owner?"

Zaqi :"Betul gaji tetap segitu cuma semua kebutuhan pakaian, makanan sampai sekolah semua anak-anak Mas Dudung ditanggung sang owner sampai ke perguruan tinggi."

"Banyak kemungkinanlah, bisa juga seperti yang Mas Dudung tadi mau, yaitu naik gaji atau bisa juga malah dijadiin boss HRD, terserah owner lah, iya kan?"

"Yang jelas, apa pun keputusannya, biasanya kalau memang karyawan kesayangan owner, pasti keputusannya akan diusuahakan menguntungkan Mas Dudung "

"Gitu juga dengan sholat, sholat kan salah satu ibadah yang mendekatkan diri kita dengan Allah, kalau kita bisa menjadi hambaNya yang disayangi, Allah akan mengabulkan permintaan kita dengan cara-cara yang Dia kehendaki. Cuma memang kadangkala kitanya yang enggak ngerti sehingga merasa permohonan kita tidak dikabulkan, itu Allah sendiri yang bilang dalam dalil-Nya

 

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Berdoalah (mintalah) kepadaku, niscaya aku kabulkan untukmu”
(QS al-Mu’min: 60)

 

"Mudah-mudahan penjelasan saya yang sederhana tadi telah mendapat tuntunan Allah dan bisa bermanfaat."

 

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif

 

 


TRANSLATE

Indonesian English French German Italian Portuguese Russian Spanish