sajada filosopi kopi

Diskusi Kedai Kopi 1 (Tuhan?)

Di sebuah kedai kopi yang sedang ramai dibicarakan karena katanya menjual kopi paling enak di Jakarta, Zaqi bertemu dengan kawan lamanya, Dean, yang sudah bertahun-tahun tinggal di Jerman dengan bekerja sebagai dosen di negara tersebut.

Rupanya, Dean yang dikenal sangat men-tuhan-kan akal, akhirnya memang memilih untuk tidak percaya dengan adanya Tuhan, apalagi agama.

Mumpung sedang berada di Jakarta, Dean pun meluangkan waktu untuk bertemu Zaqi, selain karena kangen dengan sahabat lamanya, Dean juga sangat ingin bertukar pikiran dengan Zaqi tentang masalah agama, karena menurut teman-teman yang lain, Zaqi yang dulu juga dikenal sebagai seorang sangat men-tuhan-kan akal itu kini malah menjadi seorang yang sangat agamis. Inilah sepenggal diskusi mereka.

Dean  :  "Zaq, kita kan sama-sama orang yang berpikiran logis, mari gunakan secara maksimal akalmu, anggap kita berdua terlahir dan besar ditempat yang netral, tidak ada agama, ideologi, dogma dan sebagainya, hanya ada orang-orang cerdas dan waras, lalu tiba-tiba ada orang asing yang menawarkan konsep baru yang dinamakan Tuhan beserta agama."

“Apakah kau mau untuk percaya buta mengikuti apa yang ditawarkan olehnya?” 

“Setahuku kau akan terlebih dahulu meminta orang tersebut untuk menjelaskan dan membuktikan kebenaran konsepnya tersebut, bener enggak?”

Zaqi :"Setuju.”

Dean :"Yakin begitu? Kau tahu konsekwensinya? Jika kau memaksakan akal sehatmu dan menantang konsep mereka artinya kau akan diberikan predikat Atheis olehnya, Kau siap?”

Zaqi :"Sebentar, kita harus netral dahulu, memang menurutmu siapakah yang tidak menggunakan akal sehat, agamawan atau atheis? Apakah kau pikir keberadaan Tuhan itu bertolak belakang dengan akal?”

Dean :"Sebaliknya, apakah kau pikir keberadaan Tuhan itu sejalan dengan akal? Buktikan!”

“Apa definisi Tuhan, Bagaimana wujud Tuhan, Siapa yang jadi Tuhan, Sedang ada dimana Tuhan dan Siapa diantara kalian yang pernah bertemu Tuhan?”

“Jangan kau jawab dengan jawaban , Tuhan adalah pencipta manusia dan alam semesta, karena saking Maha Segalanya, mata, telinga, mulut, tangan hingga akal kita tidak mampu untuk tersambung kepada-Nya, jadi imani saja.”

“Pertama itu adalah pelanggaran hak cipta karena tidak ada bukti kongkrit, kedua itu adalah pemaksaan imajinasi.”

Zaqi:"He he, Kalau Tuhan dianggap melakukan pelanggaran hak cipta, Jadi siapa yang sebenarnya menciptakan manusia dan alam semesta bro?"

Dean :"Ha ha, Kau pasti tahu, cuma saat ini lebih memilih menipu akalmu.”

Zaqi:“Pertama kau melakukan tuduhan pelanggaran hak cipta padahal kau pun tidak tahu siapa pencipta alam semesta, kedua kau melakukan tuduhan penipuan akal tanpa penjelasan apapun, bukankah itu yang sesungguhnya pemaksaan imajinasi?”

Dean:“Hmm, baiklah, sebagaimana yang kita sebenarnya sudah sama-sama tahu, Pencipta manusia dan alam semesta, tak lain dan tak bukan adalah alam itu sendiri atau tidak ada subjek khusus yang menciptakan.”

“Kalau mungkin kau lupa, ku ingatkan kau kembali dengan Teori Big Bang dimana telah terjadi sebuah ledakan dari satu titik, yang merubah kehampaan menjadi sejumlah tak terhingga benda-benda langit.”

“Kemudian terjadilah peristiwa indah dimana benda-benda langit itu semakin menjauh, mengalami proses pendinginan dan membentuk cluster-cluster dimana salah satu clusternya terdapat bola besar yang berada di posisi ideal untuk memunculkan makhluk ber sel satu yang nantinya akan berevolusi menjadi berbagai makhluk hidup, yang kita kenal dengan nama..” 

Zaqi:“Teori Evolusi.” 

Dean:“He he kau tak lupa ternyata, jadi aku tidak menuduh bukan?”

"Nah, sekarang jelaskan secara ilmiah tentang Tuhan.”

Zaqi :(Mengangkat cangkir kopinya) "Berat nih, ha ha, minum kopinya dulu deh, yuk bro diminum, sampai sama-sama lupa, ha ha.”

Dean:(Menghirup wangi kopi dan menyeruputnya sedikit) “Ahh.., Ternyata betul, kopinya beneran beda, mantap Bro."

Zaqi:“Gini Bro, (terdiam sejenak).. Jujur, aku memang tidak akan mampu untuk membuat seseorang bisa percaya Tuhan, jadi biarlah Tuhan saja yang membuat  kau percaya padaNya, he he.”

“Tapi kalau sekedar ingin tahu, atas dasar apa, aku yang mungkin  dianggap senang dengan hal-hal logis tiba-tiba kini lebih senang dengan hal-hal yang menyangkut agama, nanti kujelaskan.”

“Gimana, Spesial banget kan kopinya?”

Dean:“Mantap, pantas banyak yang kasih rekomen tentang tempat ini.”

Zaqi:"He he, ssst..Bro, percaya enggak?

(setengah berbisik) “Yang bikin kopi ini ternyata bukan barista (ahli peracik kopi) dan kopinya pun cuma dari biji kopi kualitas biasa.”

Dean:(Setengah berteriak) “Enggak lah!”

Zaqi:“Ssst pelan-pelan Bro.”

Dean:(Dean merendahkan suaranya) “ Bro, aku penikmat kopi sejati, hampir seluruh kedai kopi terbaik di seluruh dunia sudah kusinggahi, yang bikin kopi ini pasti ahli.”

Zaqi :"Ah cuma kopi aja, Kenapa harus ahli Bro?"

Dean:(meneguk kopinya) "Untuk buat kopi semantap ini, butuh lidah, penciuman, pengetahuan dan pengalaman yang sangat spesial bro."

(Meneguk kopinya lagi sepenuh hati ) “Ini pasti terbuat dari biji kopi pilihan”.

Zaqi:(Bicara lebih pelan) “Sst, Salah, Percaya Gak? Kedai ini pakai magic Bro.”

Dean :"Ha ha, Kau kenapa jadi sinting Bro, Obrolan macam apa ini?"

Zaqi:(Tetap dengan raut wajah serius) "Dengar dulu Bro!”

“Ini Cuma biji kopi biasa tapi karena sudah diberi mantera, setiap tengah malam, biji-biji kopi itu saling berbenturan sendiri hingga menjadi halus.”

“Memang terdengar sinting Bro, kemudian saat akan diracik, bahkan tidak perlu barista yang ahli membuat takaran, mengatur suhu air dan sebagainya karena kopi-kopi halus tadi itu akan mengelompokkan diri menjadi  satu takaran tepat untuk satu cangkir dan air apa pun yang dicampur kedalam cangkir bersama kopi tersebut, dipastikan akan menghasilkan panas secara otomatis bahkan tidak perlu diaduk lagi.”

“Sama sekali tidak perlu ahli peracik kopi, itu karena mantera rahasia mereka.”

Dean :"Ha ha ha, Siapa yang sudah meracuni isi kepalamu Bro? Jadi ini lah dirimu yang sekarang?”

“Maaf bro, tidak ada kah tema bermutu yang bisa kita diskusikan? Kau tahu aku lah, kalau pun kita mau diskusi tentang dunia khayalan, yuk kita ngobrol tentang film "lord of the ring" misalnya”. 

“Yang kau bicarakan tadi semakin menegaskan betapa kaum agamis itu memang adalah para pengkhayal kelas berat yang suka memaksakan imajinasi liarnya.”

Zaqi :"Lho kenapa bilang kau Teori Magic Kopi ini adalah imajinasi, memang ada bedanya dengan Teori Big Bang dan Teori evolusi tadi bro?"

Dean :"Maksud kamu?"

Zaki :"Bukankah inti dari Teori Magic Kopi tadi persis sama dengan teori-teori hebat tersebut, yaitu sebuah karya besar bisa ada dengan sendirinya  tanpa harus ada sang kreator, sayangnya kau tidak konsisten dengan teori-teori hebat tersebut"

Dean:“Dimana bagian yang aku tidak konsisten?”

Zaki:"Kenapa saat bicara kopi, kau justru menolak konsep benda-benda mati bisa bergerak atas kemauannya sendiri?”

“Bahkan menurutmu, dibelakang secangkir kopi yang nikmat ini harus ada kreatornya,  bahkan kau sendiri yang mensyaratkan, harus yang ahli.."

Dean :"Oh tunggu dulu, rupanya diskusi awal kita masih sedang berlanjut dan kau sedang menggiring persepsi rupanya, ha ha ha jebakan yang cerdik."

"Begini kawan, kopi enak ini memang harus ada kreator tetapi tidak lantas menjadikan alam semesta ini juga harus ada kreator dibelakangnya."

Zaki :"Inkonsistensi logika bro."

Dean :"Begini logikanya, Candi Borobudur dan Danau Toba adalah sama-sama karya hebat yang sangat indah."

"Kalau dibelakang Candi Borobudur kubilang harus ada arsiteknya bukan lantas  dibelakang Danau Toba juga harus ada arsiteknya kan? cukup alam yang melakukan tugasnya."

Zaqi :"He he, Bukan aku yang sedang menggiring persepsi, justru tampaknya, Tuhan yang sedang menggiringmu untuk mengenalNya melalui jawabanmu sendiri"

"Kenapa kau berani menyimpulkan ada arsitek dibelakang Candi Borobudur?"

Dean:"Mudah saja, Karena Candi Borobudur itu memiliki keteraturan, desain yang terpola dan perhitungan arsitektur yang tidak mungkin dibuat oleh alam."

Zaqi:"Alhamdulillah, Jawaban yang indah, Insya Allah, Hidayah akan datang kepada mereka yang mencari dan membuka pikiran serta hati."

"Bro, Apakah menurutmu, alam semesta dan mahkluk hidup itu tidak memiliki keteraturan, desain yang terpola dan perhitungan arsitektur?"

Dean :"Hmm."

Zaki :"Bukankah sudah sejak di bangku Sekolah Dasar kita pernah belajar, bahwa setiap satelit itu mengelilingi planet, setiap planet mengelilingi matahari dan seterusnya melalui garis edar masing-masing."

"Bukan cuma mengelilingi sesuai garis edar, masing-masing pun memiliki ketetapan beredar dengan satuan waktu yang konsisten pula."

"Perhatikan bumi ini, seolah telah terinstall program untuk memiliki SOP pergerakkan berputar terhadap poros yang terikat pada garis khatulistiwa selama 24 jam sehingga terciptalah siang dan malam."

"Selain itu, Bumi pun bergerak mengelilingi Matahari secara konsisten satu putaran sekitar tiap 365 hari, yang akhirnya kita kenal sebagai pergantian tahun."

"Bumi pun juga diprogram untuk konsisten melakukan pergerakkan seolah mengangguk yang membuat pergantian musim setiap 3 bulan, sehingga dalam satu tahun Bumi kita mengenal ada empat musim."

"Itu baru bumi, kau kan tahu betapa banyaknya objek-objek mati maha besar dan maha berat yang bergerak dengan keteraturan masing-masing dan memenuhi alam yang maha luas ini."

“Benda mati bisa bergerak sendiri?”

Begitu pula grand desain arsitektur pengaturan jarak bumi ke matahari, bumi ke bulan dan sebagainya, meleset sedikit saja hitungannya, bumi langsung menjadi tempat ekstrim, kutub akan mencair atau laut akan menjadi es, suhu udara menjadi mendidih atau membeku, atmosfir akan menjadi bolong, bumi akan dihujani bom meteor atau asteroid sedahsyat hirosima nagasaki, oksigen akan menjadi racun, berbenturan dengan planet lain dan entah bencana apalagi.”

“Bisa kau bayangkan, jika segala keteraturan itu berhenti satu hari saja?” Selesai sudah riwayat alam semesta.”

“Ada yang juga menarik, tubuhmu saja yang paling cuma 75 kilogram, perlu makanan atau energi untuk bisa tetap bergerak, bahkan semut. Kipas angin berputar butuh listrik, mobil jalan butuh bensin bahkan becak pun perlu tenaga sang pengkayuh.”

“Nah, Seluruh benda mati raksasa di angkasa itu terus bergerak teratur selama entah sudah berapa tahun, dari mana pula sumber energi nya bro?”

“Sekali lagi, kita sedang membicarakan benda mati Bro, dengan ukuran raksasa pula.”

Salahkah jika aku mengatakan benda-benda mati yang bergerak dengan segala perhitungan dan keteraturan itu harus memiliki programmer, enginer, arsitek, komposer, producer kreator atau apapun namanya dibelakangnya?"

“Mana yang lebih kompleks, alam semesta atau secangkir kopi?”"

"Jadi kalau kau percaya bahwa alam semesta ini bisa bergerak teratur tanpa ada harus Subjek yang ahli dibelakangnya, lebih baik kau juga percaya akan Teori Magic Kopi yang sinting tadi ."

“Siapa yang lebih sinting diantara kita?”

Dean :"Hmm, Aku mulai menikmati diskusi maha bergizi ini, biar sambil kucerna dahulu, lanjutkan bro."

Zaki :"Bisa kau buat robot?"

Dean :"Bukan bidangku kawan."

Zaki :"He he, Kau saja, makhluk yang sangat cerdas, dosen pula, di Jerman pula, harus terlebih dahulu menguasai bidang ilmu cara membuat robot agar bisa membuat robot."

"Mana yang lebih kompleks, robot atau manusia?"

"Tak perlu dijawab, sebagaimana robot, manusia adalah karya mekanis, bukan seonggok daging tanpa rangkaian sistem mekanik."

"Kau pasti tahu, betapa kompleks tautan kabel dan sirkuit elektronik pada robot, tetapi hingga saat ini tetap belum mampu menggerakkan perangkat tangan, kaki, mulut dan sebagainya sehalus gerakan manusia."

"Manusia pun juga adalah komputer yang sangat canggih, bisa merekam, menyimpan, memproses bahkan mengolah informasi."

"Komputer hanya bisa menjadi alat bantu menulis dan menyimpan teks tetapi tidak bisa membuat sebuah karya tulis, baik fiksi maupun ilmiah."

"Komputer hanya bisa menjadi alat bantu mengolah audio dan video tetapi tidak bisa membuat sebuah karya musik, film dan sebagainya."

“Sangat sinting juga bukan? Untuk membuat robot atau komputer, kita merasa harus ada penciptanya, sementara produk spektakuler bernama manusia, bisa tercipta dengan sendirinya hanya karena materialnya berwujud daging.”

Dean:"Tunggu kawan, dalam teori evolusi, makhluk hidup tidak langsung ada dengan desain sekompleks ini, awalnya kita semua adalah makhluk sangat sederhana ber sel satu, lalu melewati waktu milyaran tahun, kita berevolusi sedikit demi sedikit menjadi makhluk yang lebih kompleks."

Zaki:"Kawan, seandainya robot kita bongkar, sehingga menjadi kepingan terpisah,lalu kita tunggu milyaran tahun lamanya, apakah nantinya bisa menjadi robot tanpa ada sentuhan dari tangan pencipta?"

Dean:"Beda kawan, material makhluk hidup itu organik."

Zaki :"Ok, seandainya mayat manusia dibongkar, lalu kita pisahkan daging, darah,tulang dan sebagainya, kira-kira apakah akan menyusun menjadi manusia atau malah menjadi terurai? butuh berapa milyar tahun agar menjadi manusia?"

Dean : "Begini Kawan, Teori evolusi itu, bukan daging, tulang dan darah yang terpisah kemudian menyatu tetapi proses panjang yang dimulai setelah peristiwa pendinginan bumi, air terbentuk, kemudian air menjadi sarana terbentuknya makhluk hidup sederhana ber-sel satu, kemudian berproses menjadi mahkluk-makhluk yang semakin kompleks dalam kurun waktu yang sangat lama"

Zaki :"He he, sangat mistis bukan?"

Dean: "Mistis bagaimana?”

Zaki:"Sebelumnya kau memaksakan imajinasi bahwa benda-benda mati itu bisa bergerak sendiri, sekarang imajinasi itu menjadi semakin hebat, kau bilang benda-benda mati itu bisa menciptakan makhluk hidup ber-sel satu.”

“Kemudian makhluk hidup ber-sel satu itu  yang entah sekecil apa otaknya bisa punya kreativitas dan ilmu luar biasa untuk menciptakan atau berubah menjadi berbagai makhluk kompleks, termasuk menciptakan manusia dengan proses evolusi.

“Sementara manusia yang saat ini dianggap makhluk paling cerdas, sejak jaman Adam hingga sekarang cuma bisa membuat robot dan tidak bisa berevolusi menjadi makhluk berbeda yang lebih hebat dari karya makhluk hidup ber-sel satu tadi.”

“Sadarkah kamu kawan, kau berusaha percaya setengah mati bahwa benda mati yang tidak punya daya upaya bahkan akal, bisa menciptakan alam semesta dan segala isinya termasuk makhluk hidup.”

“Sementara kau menolak setengah mati, bahwa ada “Sesuatu yang Maha Cerdas” yang kebetulan tidak kau kenal karena tak bisa kau lihat, yang telah menciptakan alam semesta dan segala isinya termasuk makhluk hidup hanya karena kita menyebutnya dengan istilah “Tuhan?.”

“Sekarang secara akal sehat konsep mana yang paling logis?”

“Benda mati atau Sesuatu Yang Maha Cerdas, yang layak berada dibelakang Maha Karya alam semesta ini?

Dean:“Argumen mu logis.”

Zaqi:“Aku hanya mengikuti alur berpikirmu bahwa harus ada sesorang yang ahli dibalik secangkir kopi yang mantap ini.”

"Kita boleh bilang bahwa lubang-lubang tak beraturan di jalanan terjadi dengan sendirinya melalui peristiwa alami karena genangan hujan dan terlindas oleh mobil-mobil berat, tapi lubang-lubang dengan ukuran diameter yang sama setiap sekian meter dipinggir jalan pasti dibuat oleh oknum PAM, PLN atau yang lainnya kan?"

"Begini Kawan, aku tidak menolak Teori Big Bang dan Evolusi, walaupun tidak juga mempercayai serta-merta teori-teori tersebut"

"Dalam kedua teori tersebut, aku setuju dengan adanya kata kunci “sebuah proses”, walaupun proses bisa juga menjadi tidak penting, tapi itu nantilah, karena proses bisa jadi tidak mutlak saat kau menerima eksistensi Yang Maha Berkuasa."

"Yang aku tolak dari teori tersebut adalah jika dibelakang proses tersebut tidak ada sang kreator, karena pemikiran tersebut ternyata sangat tidak logis bukan?"

"Dibalik buku bagus harus ada penulis, tidak mungkin disusun secara otomatis oleh software pengolah teks, dibalik bangunan megah itu harus ada arsitek, bukan tercipta dari dorongan lempengan bumi, dibalik pakaian keren yang kau kenakan, ada fashion desainer, dan pastinya dibelakang kopi yang enak ini ada...?"

Dean :"Mantera yang ternyata juga harus ada manusia yang mengucapkannya, ha ha."

"Terimakasih atas diskusi tentang kopi yang kental dan nikmat ini, lain kali kuharap kau berkenan untuk mendiskusikan hal ini lebih lanjut, biar kusiapkan amunisi terlebih dahulu?

Zaqi :"Alhamdulillah, Insya Allah Kawan”.

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif

Baca Juga :

Diskusi Kedai Kopi 1 (Tuhan?)

Diskusi Kedai Kopi 2 (Agama?)

Diskusi Kedai Kopi 3b (Islam?)


TRANSLATE

Indonesian English French German Italian Portuguese Russian Spanish