sajada doa nabi

 

Jangan Membenci Saat "Yang Berbeda" Bertanya

Suatu ketika di cafe sekitar daerah perkantoran, selepas sholat isya, tampak sekelompok eksekutif muda yang sedang berdiskusi masalah agama.


Ary : "Aku sudah mengikuti saran mu Zaq, agar lebih memahami agama, aku hadirilah majelis-majelis ilmu, baik di masjid maupun di media-media online."

"Sayangnya semakin banyak melihat ceramah-ceramah itu, bukannya semakin paham, malah semakin pusing aku dibuatnya."

"Karena ternyata diantara para penceramah pun, seringkali berbeda-beda pendapat tentang sesuatu dan masing-masing dari mereka sudah seperti bermusuhan saja."

"kelompok yang satu sering menghujat kelompok yang lain, begitu pula sebaliknya."

"Begitu juga para pengikutnya, kau lihatlah di sosial media, sudah macam perang beda agama saja."

"Sepertinya apa lebih baik tidak usah mengikuti majelis ilmu saja, malah membuat kuping panas."


Egie : "Nah itu lah, sulit sekali khususnya bagi orang-orang seperti ku yang mualaf ini (baru memeluk agama Islam)."

"Tadinya kita diharuskan memilih agama yang benar, salah memilih agama ancamannya neraka."

"Setelah kita pilih Islam, masalah belum selesai, salah memilih aliran didalamnya pun akan mendapat ancaman neraka."

"Yang lebih membingungkan, bukan kah agama harusnya melahirkan kebaikan, kedamaian, kasih sayang, apakah semua itu mungkin kita raih, jika para pendakwah dan para pengikutnya menyampaikan pesan-pesan suci itu dengan penuh kebencian, arogansi, vonis sesat kepada orang-orang yang berbeda dengan mereka."

"Bukankah kami-kami ini perlu dirangkul dan diyakinkan?"

Zaqi : "Sebenarnya banyak pendakwah yang hebat ilmunya dan bijaksana dalam menyampaikan."

"Sayangnya, juga tidak sedikit pendakwah yang juga hebat ilmunya tetapi kurang bijaksana dalam menyampaikan."

"Samalah seperti saat kita memilih kampus dulu, ada kampus yang bagus, ada kampus yang
tidak jelas, disaat kita merasa pendidikan itu penting, lalu banyak kampus yang tidak jelas itu, bukan berarti kita memutuskan untuk tidak usah kuliah kan?"

"Jika memang kita sudah punya niat kuat untuk mencari ilmu, kita pun harus punya ikhtiar
dan kesabaran yang lebih hingga kita menemukan guru-guru atau sember ilmu yang benar-benar keilmuannya kita butuhkan."

"bahkan jadikan pertemuan kita dengan guru-guru hebat tetapi kurang bijaksana itu juga sebagai pengalaman atau ilmu, dimana kita juga bisa belajar dari kekurangan beliau-beliau itu."

"Kita kan bisa saja belajar olah raga sepak bola dari guru seperti Maradona yang misalnya secara fisik kurang olahragawan, gaya hidupnya tidak sehat, tidak punya metode melatih dan sebagainya tetapi kaya pengalaman dan prestasi."

"Ini cuma contoh bahwa dengan berbagai kekurangan seorang guru, selama ada hal positif yang kita bisa petik menjadi ilmu, kita ambil yang baiknya saja."

Arie : "Hmm ok lah walaupun seharusnya mereka lah yang pertama kali mempraktekkan hal-hal yang mereka sampaikan."

Zaqi : "Setuju, biarlah kekurangan-kekurangan itu menjadi urusan dia dengan Allah dan semoga Allah memaafkan sekaligus memberi petunjuk kepada mereka dan terutama kepada kita-kita ini yang masih sangat banyak kekurangan."

"Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ali bin Zaid bin Jad’an dari Anas radhiallahu anhu, (Ali bin Zaid bin Jad’an lemah, dilemahkan oleh Al-Arnauth, namun Syaikh Albani menshahihkannya)."

"Nabi Muhammad SAW bersabda, “Saat malam Isra Mi’raj tiba, aku lihat ada manusia, mereka digunting bibirnya. Kepada Jibril aku bertanya, ‘Siapakah mereka?’ Jibril berkata, ‘Mereka itu para khatib diantara umatmu yang memerintahkan manusia kepada kebaikan dan melupakan diri mereka sendiri. Mereka membaca kitab Al-Qur’an, tapi tak memperhatikan, tak pula mengamalkan’.”


Egie : "Lalu kenapa banyak terdapat perbedaan-perbedaan yang membingungkan itu? dan bagaimana menyikapi perbedaan?"

Zaqi : "Insya Allah Kita akan mendiskusikan satu persatu, yang pertama adalah kenapa ada agama-agama yang berbeda? yang kedua adalah kenapa didalam Islam sendiri terdapat perbedaan-perbedaan dan bagaimana sikap kita terhadap yang berbeda."

 


Perbedaan Agama

Zaqi : "Ada orang yang berkata, semua agama adalah benar."

"Ada juga orang yang berkata, semua agama mencapai Tuhan yang sama dengan ritual yang berbeda."

"Yang lain pun berkata, semua agama benar menurut pemeluknya masing-masing." 

"Itulah yang dikatakan oleh orang-orang atau manusia, lalu apa kata Allah?."

"Sebagai seorang muslim, kita haruslah berpegangan terhadap dalil untuk menemukan jawaban."

"Allah berkata melalui firmannya dalam Al Qur'an :"


نَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

“Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam."

(Penggalan Ayat QS Ali ‘Imran: 19)


أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

“Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal apa yang ada dilangit dan di bumi berserah diri (Islam) kepada-Nya, (baik) dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada-Nya-lah mereka dikembalikan ?” (Ali ‘Imran: 83)


وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali ‘Imran: 85)

 

Arie : "Kalau begitu kenapa Allah menurunkan agama yahudi dan nasrani melalui nabi-nabinya? Bukankah Islam turun melalui Nabi Muhammad SAW? Bagaimana nasib Nabi-Nabi yang tidak beragama Islam sebelum jaman Rasulullah?"

Zaqi : "Itu memang persepsi salah yang beredar dan harus diluruskan".

"Semua Nabi itu membawa risalah atau agama yang sama yaitu Islam dan Nabi Muhammad adalah sebagai penyempurnanya."

"Allah SWT tidak pernah menurunkan agama Yahudi atau Nasrani, nanti kita tunjukkan dalilnya dan kita coba bedah dari sudut pandang sejarah."

 

(QS Albaqaroh : 140)

أَمْ تَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأسْبَاطَ كَانُوا هُودًا أَوْ نَصَارَى قُلْ أَأَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَتَمَ شَهَادَةً عِنْدَهُ مِنَ اللَّهِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakqub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani? Katakanlah: "Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih lalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?" Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.


(QS Ali 'Imran : 67)

مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَٰكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus dan Islam (berserah diri) kepada Allah dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.

 

(QS Ali 'Imran : 84-85)

قُلْ آمَنَّا بِاللّهِ وَمَا أُنزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَقَ وَيَعْقُوبَ وَالأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَالنَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمْ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُون (٨٤

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ ٨٥

84. Katakanlah, "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yakub, dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan seluruh para Nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya kami Muslim (Islam)."

85.Barang siapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) daripadanya, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.

 

(QS Albaqaroh : 132-133)

وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيْمُ بَنِيْهِ وَ يَعْقُوْبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّيْنَ فَلاَ تَمُوْتُنَّ إَلاَّ وَ أَنْتُم مُّسْلِمُوْن

(132) Dan telah memesankan (pula) Ibrahim dengan itu kepada anak-anaknya dan Ya'qub. Wahai anak-anakku, sesungguh­nya Allah telah memilihkan untuk kamu suatu agama. Maka janganlah kamu mati, me­lainkan hendaklah kamu di dalam Muslimin (Islam).

 

أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوْبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيْهِ مَا تَعْبُدُوْنَ مِن بَعْدِيْ قَالُوْا نَعْبُدُ إِلَهَكَ وَ إِلَهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيْمَ وَ إِسْمَاعِيْلَ وَإِسْحَاقَ إِلَهًا وَاحِدًا وَ نَحْنُ لَهُ مُسْلِمُوْنَ

(133) Atau apakah telah kamu me­nyaksikan seketika telah dekat kepada Ya'qub kematian, tatkala dia berkata kepada anak-anak-nya: Apakah yang akan kamu sembah se­peninggalku ? Mereka men­jawab: Akan kami sembah Tuhan engkau dan Tuhan bapak-bapakmu, Ibrahim dan Ismail dan Ishaq yaitu Tuhan Yang Tunggal, dan kepada­Nyalah kami akan Islam (berserah diri).


(QS Al Haj : 78)

(78). وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ ۚهُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ ۚمِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ ۚهُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَٰذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ ۚفَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ
وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ ۖفَنِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang Muslim (Islam) dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah
Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

 

(QS As Shaf : 6-7)

مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ (٦
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَى إِلَى الإسْلامِ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (٧

 

(6) Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, "Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, "Ini adalah sihir yang nyata.

 

(7) Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah padahal dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.


Zaqi "Jadi Allah SWT lah yang mengatakan melalui dalil-dalil-Nya bahwa semua Nabi-Nabi-Nya adalah Muslim."

"Tidak ada dalil yang mengatakan Nabi Musa AS dengan Kitab Taurat membawa Agama Yahudi dan Nabi Isa AS dengan Kitab Injil membawa Agama Nasrani (Kristen), justru menurut dalil tadi, Nabi-Nabi tersebut membawa Agama Islam untuk kaumnya masing-masing."

"Lalu darimana asal Agama Yahudi?"

 

Sejarah Yahudi

"Bani Israil awalnya adalah sebutan untuk Bani (Keluarga) Nabi Ya'kub AS (1829 SM) yang memiliki 12 anak diantaranya Nabi Yusuf AS dan Yahuda yang semuanya adalah Islam seperti dalil-dalil tadi."

"Dari garis keturunan Yahuda nantinya akan sampai kepada Nabi Daud AS  dan Nabi Sulaiman."

"Nama Yahuda atau Yahudi itu adalah juga sebutan nama kaum atau bani (keluarga) Yahuda, bukan nama agama."

"Setelah keturunan Yahuda kesekian, yaitu saat Nabi Sulaiman AS yang menjadi raja wafat (930 SM), kerajaannya pun menjadi terpecah menjadi dua, yaitu Kerajaan Israil yang tetap beragama Islam dan Kerajaan Yudah yang akhirnya membuat agama baru yaitu Yahudi, karena tidak sejalan dengan Islam."

"Itulah yang membuat penganut Yahudi terus melakukan upaya pembunuhan kepada para Nabi dari garis Nabi Sulaiman AS, seperti Nabi Zakaria AS, Nabi Yahya AS hingga Nabi Isa AS."

(Bersambung)

 

 

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif

 

 

Baca Juga :

Filosopi Ala Kopi 1 (Tuhan?)


NEWS

Ustadz Haikal Hassan Bersama Ulama Mendeklarasikan Dukungan Untuk Anies Baswedan Untuk Pilpres 2019

 

Ustadz Haikal Hassan beserta sejumlah ulama melalui 'Gerakan Indonesia untuk Indonesia' hari jumat ini mendeklarasikan dukungan terhadap Anies Baswedan untuk maju sebagai calon presiden (capres) di pilpres 2019. 

Tata Cara Pengurusan Sertifikat Halal MUI

 

Sertifikat Halal MUI adalah fatwa tertulis Majelis Ulama Indonesia yang menyatakan kehalalan suatu produk sesuai dengan syari’at Islam. Sertifikat Halal MUI ini merupakan syarat untuk mendapatkan ijin pencantuman label halal pada kemasan produk dari instansi pemerintah yang berwenang. 

Jika Dakwah Adalah Kegiatan Marketing

 

Seringkali kita merasa sedang mengajak (berdakwah) padahal kita malah semakin menjauhkan target audiens tersebut kepada Islam. Logika sederhananya adalah, apakah kita akan membeli produk yang dijual oleh sales yang membenci kita? 

Masjid Sultan Ahmed (Blue Mosque), Turki

 

Masjid Sultan Ahmed (Blue Mosque), TurkiMasjid Sultan Ahmed (Sultan Ahmed Camii) atau Masjid Biru (Blue Mosque) adalah sebuah masjid bersejarah yang terletak di Istanbul, Turki. Sebuah situs wisata populer di Turki. 

Aksi Simpatik 55, Jalan Kaki Dari Istiqlal Ke Mahkamah Agung

 

GNPF MUI akan kembali menggelar aksi damai sebagai kelanjutan Aksi Bela Islam 212. Aksi dengan tema "Aksi Simpatik 55" akan di selenggarakan pada tanggal 5 Mei 2017 dimulai dengan Shalat Jumat di Masjid Istiqlal dan dilanjutkan berjalan kaki ke Mahkamah Agung (MA).

EKONOMI SYARIAH

Aplikasi Muslim Ummah Merupakan Aplikasi Lifestyle Tentang Islam

 

Aplikasi Muslim Ummah merupakan aplikasi lifestyle tentang Islam dan juga pengingat jadwal sholat serta Al Qur’an yang disertai audio untuk pembelajaran Al Quran per ayat. Saat ini Aplikasi Muslim Ummah sudah mencapai ratusan ribu download dengan lebih dari puluhan ribu pengguna aktif setiap hari. 

Dompet Dhuafa Kirim Dai Ambassador ke Berbagai Negara

 

Dompet Dhuafa akan mengirimkan 25 Dai Ambassador ke berbagai negara selama bulan suci Ramadhan. Tahun ini merupakan kali keenam Dompet Dhuafa melalui Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) mengirimkan dai ke luar negeri secara berturut-turut sejak 2013 

Ethis Crowd Mengenalkan Fintech Crowd Founding Berbasis Syariah Pertama di Dunia

 

Di tengah bangkitnya pilar-pilar ekonomi berbasis syariah, Ethis Crowd mengenalkan fintech crowd founding properti berbasis syariah pertama di dunia.

Muslim Go Aplikasi Islami Pertama Dengan Sertifikasi Kemenag RI

 

Muslim Go adalah aplikasi mobile menyediakan berbagai macam layanan yang dibutuhkan oleh kalangan Muslim di Indonesia. Muslim Go hadir dengan fitur untuk penunjuk dan pengingat waktu shalat, Al-Qur’an digital, kalender islam, arah kiblat, mencari masjid terdekat serta restoran halal dan sebagainya. 

Kongres Ekonomi Umat 2017

 

Kongres Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) diselenggarakan pada 22-24 April 2017 di Hotel Sahid, Jakarta. 

BELAJAR

Pembagian Hukum Fiqih Ibadah

Ibadat dalam ilmu fiqih terbagi atas 5 bab, yaitu Thaharah, sholat, puasa, zakat dan haji

Rukun Iman

Rukun Iman adalah hal-hal yang disyaratkan atau harus dipenuhi untuk menjadi seorang dapat dikatakan beriman. Iman sering diartikan dengan percaya atau secara bahasa berarti tashdiq (membenarkan).

Bab: Terguran keras untuk dusta atas nama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam

1 KITAB: MUKADIMAH

Bab: Terguran keras untuk dusta atas nama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam

 

Bab: Sesungguhnya amal itu bergantung dengan niat dan pengharapan, dan setiap mukmin akan mendapatkan sesuai dengan niatnya

KITAB: IMAN

Bab: Sesungguhnya amal itu bergantung dengan niat dan pengharapan, dan setiap mukmin akan mendapatkan sesuai dengan niatnya

 

Sholat Fardhu 5 Waktu

 

Sholat Fardhu (Sholat 5 Waktu) adalah kewajiban medirikan sholat sebanyak lima kali dalam satu hari diwaktu yang telah ditentukan bagi setiap muslim, baik laki laki maupun perempuan. Sholat Fardhu (Sholat 5 Waktu) merupakan rukun kedua dari 'Rukun Islam'. 

TAUSIYAH

Jangan Membenci Saat "Yang Berbeda" Bertanya

 

Seseorang bertanya, : "Kenapa Allah menurunkan Agama Yahudi dan Nasrani melalui nabi-nabinya? Jika Islam turun melalui Nabi Muhammad SAW, Bagaimana nasib Nabi-Nabi yang tidak beragama Islam sebelum jaman Rasulullah SAW?"

 

Usia 40 Tahun, Belum Ada Minat Terhadap Agama, Pertanda Buruk Sisa Umur

 

Kaum salaf, apabila diantara mereka ada yang sudah berumur 40 tahun, ia mulai melipat kasur, yakni tidak akan tidur lagi sepanjang malam, selalu melakukan shalat, bertasbih dan beristighfar. 

Sarung

 

Catatan kali ini bercerita tentang sebuah benda yang sangat terkenal. Biasa dipakai oleh kaum laki-laki dewasa untuk menghalau angin malam saat ronda, sebagai pelindung dari gigitan nyamuk saat tidur.

Adab di Hari Raya

 

Hari raya bagi seorang muslim bukan sekedar berbahagia dan bersenang-senang tetapi justru merupakan momen untuk semakin menguatkan hubungan dengan Allah Subhana WaTa’ala

Mintalah Pertolongan Allah

 

Pernahkah kita merasa berada di titik nadir, dimana kesulitan yang kita miliki seolah-olah sudah tidak ada lagi jalan keluarnya?

SEJARAH

KH. Ahmad Dahlan

 

Pada usia 15 tahun, beliau berhaji sekaligus menuntut ilmu ke Mekah. Selama 5 tahun berguru kepada banyak tokoh besar Islam dunia, beliau juga mulai bersentuhan dengan berbagai pemikiran Islam pembaharu. 

Kisah Nabi Sulaiman, Semut & Cacing Buta

 

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).

Nabi Ayyub AS

 

Iblis mengira ketaatan Nabi Ayub AS adalah hanyalah ketaatan untuk mengamankan kondisi ideal sang nabi agar terus dapat hidup dengan segala kenyamanan tersebut.

KH. Hasyim Asy'ari

 

Hasyim Asy'arie kemudian memutuskan untuk kembali ke Mekkah dan menetap di sana selama kurang lebih tujuh tahun. Di Mekkah beliau banyak berguru ke ulama-ulama besar baik dari Mekkah sendiri maupun ulama Indonesia. 

REFERENSI

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Abdullah Gymnastiar 2017

 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Abdullah Gymnastiar 2017 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz Haikal Hassan 11 Juni 2017

 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz Haikal Hassan 11 Juni 2017

Kajian Kajian Ba'da Isya 20.00 | Granada Al Andalus The Surrender 1492 

Hijab Fashion Parade

 

Hijab Fashion Parade
Kamis, 15 Juni 2017
Hotel Sari Pan Pasific, Istana Ballroom. Jakarta 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz Muhammad Zulkifli Ali, LC

 

Jadwal Majelis Taklim Ustadz, Ceramah, Tausiyah  Muhammad Zulkifli Ali, LC 6 - 21 Mei 2017 

Syafiq Basalamah

 

Merupakan alumni Pesantren Islam Al Irsyad Bondowoso. Kemudian beliau melanjutkan pendidikannya ke Universitas Islam Madinah, dengan predikat “Summa Cumlaude”. 

DOA

Doa Sebelum (Niat) dan Sesudah Wudhu

 

Nawaitul wudhuu-a liraf’ll hadatsil ashghari fardhal lilaaffi ta’aalaa

Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah semata

Doa Sebelum dan Sesudah Belajar

 

Robbii Zidnii ‘Ilmaa, Warzuqnii Fahmaa, Waj’alnii Minash-Shoolihiin

Ya Allah Tambahkanlah aku ilmu, Dan berilah aku karunia untuk dapat memahaminya, Dan jadikanlah aku termasuk golongannya orang-orang yang soleh.

Doa Sebelum dan Sesudah Masuk Kamar Mandi (WC)

 

ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAAITSI

Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari setan laki-laki dan setan perempuan

Doa-Doa Para Nabi & Rasul

 

Doa Nabi Adam 

“Robbana zholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lana kunnana minal khosirin“  

Doa Sebelum Makan & Sesudah Makan

 

Allahuma Baarik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa 'adzaa bannaar.


Alhamdulillahilladzii ath'amanaa wa saqoonaa wa ja'alanaa muslimin.