sajada ecommerce

 

Mencari E-Commerce Bernuansa Islami

E-Commerce atau Bisnis Online merupakan Hidden Giant Market. Sebuah bisnis yang memiliki potensi pasar yang sangat besar tetapi masih belum terlalu banyak dikuasai atau diminati khususnya oleh para pebisnis lama yang kuat di Indonesia karena memang pemainnya justru lebih banyak dari kalangan asing.

Hal ini menarik, dengan kondisi demikian malah menyebabkan lahirnya banyak tumbuh pebisnis-pebisnis lokal baru yang mulai diperhitungkan dalam dunia bisnis. Lahirnya banyak pebisnis baru dibidang E-Commerce atau startup dimungkinkan karena E-commerce dalam bentuk yang paling sederhana tidak membutuhkan perangkat usaha atau modal sebesar bisnis biasa. Katakanlah hanya dengan sebuah smartphone dan perangkat sosial media, seseorang sudah bisa memulai usaha.

E-Commerce sendiri memiliki banyak jenis, mulai dari classified (Iklan Baris) seperti OLX, Rumah 123, Lamudi dan sebagainya. Marketplace seperti Zalora, Hijup, Bukalapak, Tokopedia dan sebagainya. Toko Online seperti Lazada, Bhinneka dan sebagainya walaupun pada perkembangannya pembagian jenis tersebut sudah semakin lebur, apalagi dengan kemajuan teknologi smartphone, berbagai aplikasi hingga perangkat sosial media membuat kreatifitas bisnis ini menjadi semakin dahsyat, diuncang oleh Go-jek yang fenomenal.

Cara Online memang telah banyak memberikan revolusi dibanyak aspek. Dalam hal informasi kehadiran media online seperti detik telah membuat media cetak harus bermigrasi kedalam bentuk online pula agar nama besarnya tidak semakin tenggelam.

Cara menonton konvensional dimana kita harus terikat kepada jadwal tayang sebuah acara yang disusun oleh stasiun televisi pun telah bergeser oleh kehadiran Youtube, dimana kita hanya menonton acara yang kita mau dan pada waktu yang kita pilih, serta dapat menghentikan, mengulang atau melanjutkannya kapan saja.

Dalam hal jual-beli, kehadiran E-Commerce telah menghadirkan solusi-solusi dari masalah seperti jarak, kemacetan, ketersediaan waktu dan sebagainya.

Bisnis E-Commerce menjadi semarak karena dapat mengatasi banyak hambatan yang belum diselesaikan Pemerintah kita dalam berbisnis. Keterlambatan Pemerintah dalam mengatur regulasi dibidang E-Commerce bahkan menjadi berkah bagi para pemainnya dan mereka yang terlibat didalamnya.

Terlepas dari masalah pro-kontra, kehadiran Gojek, Uber dan Grab secara tidak langsung telah membantu masalah pengangguran.

Untuk membuat toko fisik, selain masalah modal, kita akan terbentur dalam banyak masalah mulai dari perizinan, sebagaimana yang kita sering lihat yaitu banyaknya larangan menggunakan rumah sebagai tempat usaha, pungutan-pungutan untuk mendapat izin bahkan setelah izin keluar baik dari pemerintah, ormas hingga
penguasa yang tidak jelas. Dengan bentuk bisnis online, tanpa dorongan dari pemerintah, telah menambah kehadiran pengusaha-pengusaha baru, karena lebih mudah bahkan bisa menjangkau pasar nasional dan internasional.


Umat Islam Indonesia Jangan Hanya Jadi Target Pasar.

Umat Islam merupakan penduduk mayoritas di negeri ini, sehingga apa pun produk atau jasanya, baik Hotel, fashion, kuliner, Transportasi, Media, Pendidikan, Kesehatan dan sebagainya maka konsumen terbesarnya adalah umat muslim.

Sayangnya sebagai pasar terbesar, umat muslim di Indonesia sama sekali seolah tidak memiliki posisi kuat dalam hal bargaining (daya tawar), seperti banyak beredarnya produk kuliner yang tidak jelas halal atau tidaknya, produk fashion yang jelas-jelas tidak syar'i dan sebagainya.

Upaya untuk menahan dari serbuan produk atau jasa yang tidak jelas halalnya dan sangat jelas tidak syar'i ini, seringkali terjebak pada tindakan kontra produktif seperti, protes, sweeping dan sebagainya yang bahkan tidak didukung oleh publiknya sendiri.

Akan lebih efektif jika persepsi pasar atau konsumennyalah yang diarahkan agar Umat Islam secara sadar lebih menyukai produk atau jasa yang Islami dan kita pun harus jadi pemimpin pasar di pasar kita sendiri.

Saat ini sudah banyak ditemukan E-Commerce Produk dan Jasa bernuansa Islami. Sebagian besar berbentuk Marketplace dan lebih fokus dibidang Fashion. Bahkan Indonesia sudah menjadi kiblat fashion muslim dunia. Lebih baik lagi jika diteruskan kepada bidang-bidang bisnis lainnya yang dibuat bernuansa islami seperti produk properti, kuliner, kesehatan dan sebagainya.


E-Commerce Produk atau Jasa bernuansa Islami di Indonesia.


1. Hijabenka | hijabenka(dot)com
Situs E-Commerce Marketplace yang menjual produk fashion muslim wanita dan pria,
alat kecantikan dan peralatan sholat.
Ranking Alexa, 1.421 data 3 Agustus 2016

sajada hijabenka

 


2. Hijup | hijup(dot)com
Situs E-Commerce Marketplace yang menjual produk fashion muslim wanita.
Ranking Alexa, 1.574 - data 3 Agustus 2016

sajada hijup

 

3. Muslimmarket | muslimarket(dot)com
Situs E-Commerce Marketplace yang menjual produk fashion muslim wanita dan pria,
perlengkapan ibadah, buku dan barang-barang lain dengan nuansa islami.
Ranking Alexa, 4.367 - data 3 Agustus 2016

sajada muslimmarket

 

4. Sajadalife Shop (NEW) | sajadalife(dot)com
Situs E-Commerce classified atau iklan baris produk dan jasa dengan nuansa 
islami.
Ranking Alexa, 4.892 - data 3 Agustus 2016

sajada sajada

 

5. Paytren | paytren(dot)co.id
Aplikasi E-Commerce pembayaran dengan konsep jejaring.
Ranking Alexa, 4,931 - data 3 Agustus 2016

sajada paytren

 

6. Saqina | saqina(dot)com

Situs E-Commerce Marketplace yang menjual produk fashion muslim wanita dan pria,
perlengkapan ibadah, buku dan barang-barang lain dengan nuansa islami.
Ranking Alexa, 7.241 - data 3 Agustus 2016

sajada saqina

 

7. Zoya | zoyaplaza(dot)com
Situs E-Commerce Marketplace yang menjual produk fashion muslim wanita dan 
kosmetik.
Ranking Alexa, 7,407 - data 3 Agustus 2016

sajada zoya

 


8. Elzatta | elzatta(dot)com
Situs E-Commerce Marketplace yang menjual produk fashion muslim wanita dan pria.
Ranking Alexa, 20.206 data3 Agustus 2016

sajada elzatta

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif


TRANSLATE

Indonesian English French German Italian Portuguese Russian Spanish