sajada kiblat fashion

 

Wujudkan Indonesia Sebagai Kiblat fashion Muslim Dunia

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Potensi ini seharusnya tidak menjadikan Indonesia, hanya kembali menjadi sasaran target pasar dari negara-negara lain untuk memasarkan produk atau jasa khususnya yang bersifat Islami. Potensi ini harus menjadi sebuah modal awal untuk melangkah sebagai pemain terdepan.

Salah satu produk khas islami yang kini sedang menjadi primadona pasar dunia adalah fashion. Dan saat ini Indonesia berada di posisi ke-5 sebagai konsumen busana muslim terbesar dunia dengan nilai US$12,69 miliar.

Urutan pertama hingga keempat ditempati oleh Turki (US$24,84 miliar), Uni Emirat Arab (US $18,24 miliar), Nigeria (US$14,99 miliar), dan Arab Saudi (US$14,73 miliar). Sementara itu, eksportir terbesar pakaian muslim adalah Cina dengan nilai US$28,629 juta, diikuti India (US$3,872 juta) dan Turki (US$2,338 juta).

Pada tahun 2015, tercatat ekspor produk busana muslim berhasil menembus US$4,57 miliar dan pada Januari 2016 mengalami peningkatan 2,13 persen dibandingkan dengan Januari 2015 dari US$366,2 Juta menjadi US$374 Juta.

Di Indonesia sendiri, saat ini terdapat sekitar 20 juta penduduk Indonesia yang telah menggunakan hijab dan menurut data dari 750 ribu IKM yang di Indonesia, 30 persennya merupakan industri fashion muslim.

Jika hal ini terus meningkat, akan terangkat pula perekonomian Indonesia melalui IKM fashion muslim.

Melihat potensi tersebut, Kementerian Perdagangan pun bertekad menjadikan Indonesia sebagai kiblat fashion muslim dunia pada 2020. Predikat sebagai kiblat fashion Muslim dunia sangat pantas mengingat Indonesia negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Fashion Muslim Indonesia sangat khas dan beragam dibandingkan dengan negara lain. Hijab ala Timur Tengah yang rata-rata berwarna hitam sementara negara Malaysia, Singapura, dan Brunei yang hanya terpaku memakai baju kurung dan kerudung. Sementara di Eropa Hijab dipadukan dengan celana jins, blus lengan panjang dan scarf.

Indonesia pun memiliki banyak sumber daya kreatif, juga warisan budaya yang melimpah yang akan memperkaya ragam fashion untuk muslim. Misalnya busana khas daerah seperti di Aceh, Minang, dan daerah lain yang tertutup dan sudah sangat sekarakter dengan fashion Muslim.

Selanjutnya yang harus diperhatikan untuk bermain di kancah internasional adalah pemilihan material, detail desain, hingga kualitas produksi yang sesuai dengan standar negara-negara besar.


Bandung Pusat Industri Fashion Muslim

Saat pertemuan Forum Ekonomi Islam Dunia atau World Islamic Economic Forum (WIEF) di Jakarta beberapa hari yang lalu, Presiden Jokowi, menunjuk Kota Bandung melalui Walikotanya Ridwan Kamil untuk menjadi pusat ekonomi berbasis industri fashion muslim di Indonesia.

Ridawan kamil mengatakan “Iya kemarin di Jakarta saya diminta Pak Jokowi untuk mengembangkan industri fashion muslim dan Bandung ditunjuk sebagai centre of excelent fashion muslim Indonesia karena memang keunggulan Bandung adalah dibidang fashion.”

"Khusus untuk pengeluaran fashion negara-negara muslim sedunia per tahun kurang lebih 230 miliar dolar Amerika. Ini merupakan peluang yang sangat besar jika bisa di manfaatkan dengan baik oleh industri fashion Bandung" Lanjutnya.

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif


TRANSLATE

Indonesian English French German Italian Portuguese Russian Spanish