sajada WIEF

 

WIEF Mendorong UKM Berbasis Islam Menjadi Bisnis Masa Depan

Forum Ekonomi Islam Dunia atau World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12 di Jakarta selama tiga hari pekan kemarin mengusung tema "Desentralisasi Ekonomi, Memberdayakan Bisnis Masa Depan".

Dengan dihadiri melebihi target 500 peserta yaitu lebih dari 4.000 peserta dari 73 negara yang terdiri dari Kepala Negara, tokoh-tokoh penting dari berbagai negara dan perusahaan multinasional, komunitas bisnis, industri kreatif hingga akademisi.

Forum tersebut berhasil menciptakan komitmen investasi di sektor UMKM senilai US$ 900 juta atau sekitar Rp 11,88 triliun dari 11 nota kesepahaman dalam bidang-bidang seperti industri perumahan, fasilitas kesehatan, industri halal, industri franchise, keuangan syariah dan pasar modal. "Merupakan sebuah angka yang besar mengingat angka tersebut ini diraih lewat sektor UMKM", kata Menteri Keuangan Sri Mulyani saat penutupan acara 12th WIEF di JCC Senayan kemarin.

Diantara para undangan, tampak hadir sejumlah kepala negara atau kepala pemerintahan dari negara-negara sahabat yaitu PM Malaysia Datuk Najib Tun Razak, Presiden Republik Guinea yaitu Alpha Conde’, PM Srilangka Ranil Wickremesinghe, dan Presiden Tajikistan Emomali Rahmon.

Tun Musa Hitam, Chairman dari WIEF mengatakan bahwa Keunikan WIEF adalah tidak menyasar pada korporasi besar, WIEF melihat kebutuhan muslim di dunia dengan pendekatan dari bawah ke atas.

Rupanya tema Forum ini, "Desentralisasi Ekonomi, Memberdayakan Bisnis Masa Depan", telah sejalan dengan kebijakan pembangunan ‘Indonesia Sentris’ yang dicanangkan Presiden Jokowi.

Satu hal yang digaungkan oleh Presiden Jokowi dalam acara tahunan ini adalah peningkatan ekonomi berbasis Islam, dimana menurutnya partisipasi ekonomi berbasis Islam masih cukup minim dalam menyumbang pertumbuhan ekonomi dunia, padahal Keuangan syariah hingga saat ini menjadi industri yang bernilai jutaan dolar AS, dengan fashion Islam, kuliner halal, seni serta arsitektur berkembang pesat, semua ini akan memiliki potensi menciptakan ekonomi baru."

Pemerintah Indonesia memasukkan keuangan syariah sebagai salah satu program untuk terus dikembangkan. Alasannya, jika keuangan syariah ini terus tumbuh, Jokowi yakin, sektor ekonomi yang berbasis Islam lainnya juga akan tumbuh.

Pesan penting dari Forum ini adalah mendorong untuk membangun struktur perekonomian syariah terutama bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang dapat diandalkan untuk menjadi tulang punggung perekonomian negara.

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif


TRANSLATE

Indonesian English French German Italian Portuguese Russian Spanish