sajada mualaf

 

Mendapatkan Sertifikat Mualaf di Masjid

 

Persyaratan awal bagi non muslim untuk menjadi pemeluk Agama Islam sangatlah mudah, cukup dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Kemudian setelah menjadi seorang Muslim, tentunya kita harus menjalankan Rukun Islam dan memasuki Islam secara Kaffah (menyeluruh).

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

Surat Al-Baqarah :208

 

Tentunya banyak hal yang harus dipelajari, sehingga bagi calon mualaf yang ingin mengucapkan dua kalimat syahadat, sebaiknya dilakukan di Masjid dan disaksikan oleh pihak Masjid yang berkompeten, sehingga mualaf akan mendapatkan bimbingan yang benar.

 

Perlukan Sertifikat Mualaf?

Beberapa Masjid di Indonesia telah mengeluarkan sertifikat resmi sebagai bukti bahwa non-muslim yang bersangkutan telah menjadi pemeluk agama Islam, yaitu Sertifikat Mualaf. 

Sertifikat Mualaf ini menjadi penting terutama untuk mereka yang nantinya berniat menikah secara resmi melalui KUA (Kantor Urusan Agama), karena KUA memberlakukan persyaratan tentang adanya Sertifikat Mualaf ini untuk pasangan bakal menikah yang sebelumnya berbeda agama, agar KUA juga dapat menerbitkan buku nikah.

 

Bimbingan Untuk Mualaf Sangat Penting.

Menjadi Mualaf (masuk Islam) sebaiknya tidak dilandasi oleh sekedar sebuah niat untuk dapat menikahi pria atau wanita muslim . Seharusnya menjadi mualaf adalah dilandasi karena keyakinan.Untuk itu sangat diharapkan pihak pengurus masjid yang didatangi oleh para calon atau mualaf juga dapat memberikan bimbingan untuk meluruskan niat yang bersangkutan, memberikan pengetahuan dasar serta pelatihan ibadah-ibadah wajib. 

Terutama untuk pihak-pihak pengurus masjid di Indonesia yang memperoleh kewenangan untuk menerbitkan sertifikat ini (karena memang tidak semua masjid menerbitkan sertifikat ini), agar sertifikat tersebut tidak seolah-olah menjadi selembar kertas yang cuma melegalkan pernikahan beda agama. 

Dengan adanya bimbingan untuk diharapkan para mualaf bisa mempelajari banyak hal yang nantinya sangat dibutuhkan untuk menjalankan ibadah.

 

Berikut adalah beberapa Masjid yang memberikan Sertifikat Mualaf beserta syarat yang diajukan :


Masjid Istiqlal

  • Sudah khitan.
  • Pasfoto 3×4 (3 lembar).
  • Fotokopi paspor (asli dibawa).
  • Materai 6000 (2 lembar).
  • Surat pengantar dari kedutaan.
  • Membawa dua orang saksi Muslim saat ikrar syahadat (boleh pria atau wanita).
  • Prosesi pengislaman dilakukan hari Senin – Sabtu jam 09.00 – 14.30. Hari Minggu dan tanggal merah libur.
  • Sertifikat dikeluarkan pada hari yang sama saat ikrar syahadat.
  • Informasi lengkap hubungi (021) 3868347.

 

Masjid Sunda Kelapa

  • Mualaf wajib mengikuti kelas pembinaan.
  • Sudah khitan.
  • Mengisi surat pernyataan masuk Islam tanpa paksaan yang bermaterai (Form dari masjid).
  • Fotokopi paspor (asli dibawa).
  • Pasfoto ukuran 3×4 (2 lembar) dan 4×6 (2 lembar). Bagi laki-laki pasfoto harus mengenakan batik, calon mualaf dan saksi-saksi harus berpakaian sopan (menutup aurat).
  • Jika agama sebelumnya Kristen atau Katolik, harus menyerahkan surat baptis asli.
  • Semua persyaratan di atas wajib diserahkan ke masjid paling lambat sehari sebelum prosesi pengislaman.
  • Membawa dua orang saksi Muslim saat ikrar syahadat (salah satu saksi harus laki-laki). 
  • Prosesi pengislaman hanya dilakukan Senin – Jumat pada jam kerja.
  • Di hari lainnya wajib mengikuti kelas pembinaan Mualaf sebanyak 4x pertemuan. Namun boleh mengikuti kelas 1x saja pada hari Sabtu dari jam 9 pagi hingga 5 sore.
  • Informasi lengkap hubungi (021) 31934261, 3101287, atau handphone 081646967653.


Masjid Agung Al-Azhar

  • Calon mertua atau wali harus hadir.
  • Sudah khitan.
  • Membuat surat pernyataan masuk Islam bermaterai.
  • Pasfoto ukuran 3×4 (2 lembar) dan 4×6 (2 lembar).
  • Fotokopi paspor (asli dibawa).
  • Surat keterangan dari kedutaan.
  • Membawa dua orang saksi Muslim saat ikrar syahadat (keduanya laki-laki).
  • Fotokopi KTP saksi-saksi (1 lembar).
  • Prosesi pengislaman dilakukan hari Senin – Sabtu pada jam kerja.
  • Sertifikat dikeluarkan pada hari yang sama saat ikrar syahadat.
  • Informasi lengkap hubungi (021) 72783683.

 

 

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif

BERITA

Muslim Go Aplikasi Islami Pertama Dengan Sertifikasi Kemenag RI

 

Muslim Go adalah aplikasi mobile menyediakan berbagai macam layanan yang dibutuhkan oleh kalangan Muslim di Indonesia. Muslim Go hadir dengan fitur untuk penunjuk dan pengingat waktu shalat, Al-Qur’an digital, kalender islam, arah kiblat, mencari masjid terdekat serta restoran halal dan sebagainya. 

RA. Kartini, Tafsir Al Qur'an dan KH. Saleh Darat

Mengenai agamaku, Islam, aku harus menceritakan apa? Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, jika aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya?"

Akhirnya Paytren Fintech Berbasis Syariah Mendapat Izin OJK

 

Ustadz Yusuf Mansur melalui Paytren merupakan salah satu figur contoh tokoh islam, yang selama ini telah berjuang untuk menunjukkan bahwa Umat Islam Indonesia sebagai golongan mayoritas harus menjadi pemain pasar utama di negaranya sendiri. Jangan cuma menjadi penonton atau cuma sebagai target pasar dari para pebisnis non muslim, apalagi pihak negara asing. 

Mengejar Ilmu Dari Media Sosial, Amankah?

 

Ada hal yang harus kita ingat, di dalam dunia maya, siapa pun bisa menulis apa saja dan bisa membuat video apa saja. Tentunya butuh kehati-hatian dalam menerima informasi. 

Lembaga Keuangan Syariah

Sistem Keuangan syariah adalah suatu sistem keuangan, seperti perbankan, asuransi dan sebagainya yang pelaksanaannya dilakukan berdasarkan hukum Islam (syariah). 

TAUSIAH

Diskusi Kedai Kopi 3a (Islam?)

"Bukan aku yang harus mendifinisikannya, tapi biarlah Dia yang mengenalkan diri-Nya kepada mu melalui perkataan-Nya dalam kitab suci Al Qur'an yang dititipkan melalui Nabi Muhammad SAW dalam surat Al Ikhlas : 1-4"

Melatih Kebiasaan Sholat

"Saat kita sholat, kita sedang meletakkan kepala kita sejajar dengan kaki untuk menyerahkan diri secara penuh kepada Yang Maha Kuasa, dimana didalamnya berisi segala permohonan, pujian dan rasa sykur kepada Nya, betapa sombongnya kita yang berani menyerahkan urusan hidup sendirian dengan meningggalkan sholat."

Mereka Yang Didoakan Oleh Para Malaikat

Malaikat pun senantiasa mendoakan manusia, sehingga atas kedudukannya yang mulia, tentunya kita pun berharap menjadi termasuk manusia yang didoakan oleh para malaikat.

Doa Mohon Terbebas Dari Hutang

Allahumma inni a'udzubika minal hammi wal hazan, wa a'udzubika minal 'ajzi wal kasali, wa a'udzubika minal jubni wal bukhli, wa a'udzubika min ghabatid dayni wa qahrir rijaal

Rahasia Waktu Subuh

"Seandainya mereka tahu (keutamaan) yang terdapat di dalamnya, niscaya mereka akan melakukannya kendati dengan merangkak."

BELAJAR ISLAM

Berbagai Metode Menghafal Al Qur'an (Tahfiz)

 

Dengan menghafal, bukankah artinya kita terus mengulang-ulang bacaan sehingga kita banyak mendapat pahala beserta manfaat-manfaat lainnya yang didapat untuk orang yang membaca Al Qur'an.

 

Nabi Ayyub AS

Iblis mengira ketaatan Nabi Ayub AS adalah hanyalah ketaatan untuk mengamankan kondisi ideal sang nabi agar terus dapat hidup dengan segala kenyamanan tersebut.

Syarat Awal Memeluk Agama Islam

Dengan menyatakan Dua Kalimat Syahadat, insya Allah orang tersebut sudah termasuk sebagai seorang muslim (untuk laki-laki) atau muslimah (untuk wanita). Kesaksian ini sebaiknya disaksikan dan dibimbing oleh beberapa orang muslim yang memiliki pengetahuan agama islam yang baik agar orang tersebut mendapat tuntunan.

Syarat Sah Sholat

Untuk melaksanakan Sholat, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar sholat yang kita lakukan menjadi sah atau  diterima oleh Allah SWT.

Mengenal Jenis dan Sejarah Hadist

 

Pada masa awal Rasulullah melarang penulisan hadits agar tidak tercampur dengan periwayatan Al Qur'an. Setelah beberapa waktu, Rasulullah memperbolehkan penulisan hadits dari beberapa orang sahabat.