sajada khilafiah

 

Perang Pemikiran (Ghowzhul Fikri) Lebih Efektif


Sepertinya mungkin tampak sangat berlebihan jika kita berkata bahwa ada pihak yang kini sedang memerangi umat Islam, khususnya di Indonesia. Wajar, karena perang yang kita tahu adalah kontak senjata langsung antar pihak yang bertikai.

Perang secara fisik memiliki biaya yang sangat mahal dan memakan korban di kedua belah pihak. Sejarah mencatat betapa ancaman senjata agar umat Islam meninggalkan agamanya malah mengobarkan semangat jihad.

Belakangan "Mereka" (Pihak yang memerangi Islam)  sadar bahwa "Perang Pemikiran" (Ghowzhul Fikri) ternyata lebih efektif dan efisien. 

Jika kita khususkan berbicara mengenai Indonesia danmembuka kembali sejarah, tampak bahwa perlawanan Bangsa Indonesia (Saat itu merupakan kumpulan kerajaan-kerajaan Islam Nusantara) terhadap para penjajah Belanda (Saat itu merupakan bagian dari pembawa misi Gold, Glory & Gospel), rupanya cukup membuat Belanda hampir kehabisan nafas dan bangkrut.

(Baca artikel : Upaya Memisahkan Islam Dengan Politik)

Dapat kita bayangkan, yang dihadapi Belanda adalah orang-orang yang menganggap moncong meriam layaknya tiket VIP menuju syurga.

Kemudian hadirlah Snouck Hugronye (Tokoh Orientalis Belanda) yang menemukan formula untuk mengatasi semangat jihad pejuang-pejuang Nusantara.

Jika menghabisi nyawa umat Islam malah membangkitkan semangat jihad mereka, maka yang perlu diberangus adalah "Keyakinan" mereka akan ajaran agamanya.

Yang kemudian dipelajari oleh Snouck adalah, Siapa menanamkan semangat jihad dan dimana tempat menyuburkannya? Jawabannya adalah Ulama dan Masjid.

Artinya bahwa kedua hal tersebut lah yang harus dipisahkan dari masyarakat. Kemudian dengan formula tersebutlah Snouck Hugronye berhasil meruntuhkan Nusantara.

Formula Snouck Hugronye sebenarnya bukan barang baru,  bahkan jauh beberapa abad sebelumnya, dimasa Perang Salib, yang juga mengorbankan banyak nyawa dan biaya, Louis IX dari Perancis (Pemimpin Perang Salib Ketujuh  dari tahun 1248 sampai 1254) telah menemukan formula seperti ini, yaitu "Cara efektif mengalahkan Islam adalah menjauhkan Umat Islam dari ajaran Islam".

 

Kenapa Islam harus dikalahkan? 

1. Masalah Agama.

Karena Al Qur'an dan hadist membongkar konspirasi tentang kebohongan konsep ajaran, siapa yang mereka sembah, perilaku umat hingga sejarah Yahudi dan Nasrani secara jelas. 

 

2. Masalah Kekuasaan.

Semenjak Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menyebarkan Islam, terbangunlah masyarakat muslim, sekelompok orang pengikut ajaran Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang berasal dari Mekkah, kawasan yang dianggap dihuni oleh kaum bar-bar dan tidak penting dimata bangsa-bangsa besar di dunia, tiba-tiba menjadi magnet dan kekuatan besar, bahkan kemudian dapat menaklukkan dua bangsa adi kuasa di dunia kala itu, yaitu Romawi dan Persia (Sekitar Tahun 634 M, masa Khalifah Umar bin Khattab).

Berikutnya pemerintahan (kekhalifahan) Islam selama berabad-abad memimpin dunia dan menjadi sumber penemuan-penemuan dan perkembangan Iptek. 

Barulah pada tahun 1095 M, umat nasrani di Eropa berhasrat untuk merebut yerusalem dan melancarkan perang-perang yang mereka sebut dengan nama Perang Salib dan berlanjut hingga masa kolonialisme-imperialisme dan tentunya hingga sekarang walau dengan cara yang mungkin berbeda.

Yang harus kita catat dari sejarah, Islam memimpin dunia saat umatnya berpegang teguh pada ajaran agamanya dan menjadi bulan-bulanan di saat jauh dari ajaran agamanya.

Sementara justru bangsa-bangsa Eropa merebut kepimipinan dunia saat mereka menjadi sekuler (dikenal dengan istilah Zaman Renaissance), dan hidup dalam kegelapan saat menggunakan ajaran-ajaran agamanya untuk urusan dunia.

 

 

Faktor inilah yang membangkitkan permusuhan umat non muslim terhadap Islam, bahkan hingga kini.

 

Lalu apa itu Ghowzul Fikri?

Secara bahasa Ghazwul berasal dari kata Ghozwah yang berarti peperangan dan Fikri berasal dari kata Fikr yang berarti pemikiran.

 

 Apa metodenya?

1. Tasykik

Yaitu menimbulkan keragu-raguan umat Islam terhadap ajarannya.

Hal seperti ini yang membuat kita sering menemukan pola pikir seperti :

  • Semua agama benar, cuma beda caranya saja.
  • Al Qur'an tidak sesuai perkembangan zaman sehingga perlu dikoreksi.
  • Paham sekuler, yaitu memisahkan urusan agama dengan urusan dunia seperti urusan negara, urusan ekonomi dan sebagainya.
  • Tidak perlu mempelajari, memahami dan mengikuti Al Qur'an dan Hadist, yang penting jadi orang baik saja.
  • dan sebagainya.

 

2. Tasywih

Yaitu pengaburan dan membuat orang Islam malu terhadap agamanya.

Hal seperti ini yang membuat kita sering menemukan :

  • Adanya pengaburan tentang fakta, sejarah dan tokoh sehingga yang kita merasa bahwa Islam itu miskin, bodoh dan jahat. 
  • Ditanamkan rasa malu, segan dan sungkan dalam menunjukkan dan memakai hal-hal yang dianggap identitas Islam karena dianggap fanatik.
  • Orang Islam ikut menyematkan predikat bahwa Islam adalah garis keras, fundamentalis, teroris, ekstrimis, sumbu pendek, intoleran, anti kebhinekaan dan sebagainya.
  • dan sebagainya.

 

3. Tasywih

Yaitu mencampur adukkan aqidah Islam dengan ajaran-ajaran yang bertentangan dengan Islam.

Hal seperti ini yang membuat kita sering menemukan :

  • Orang Islam ikut merayakan ritual-ritual keagamaan agama lain.
  • dan sebagainya.

 

4. Taghrib

Yaitu membuat orang Islam bangga dengan hal-hal mereka (misal, kebarat-baratan) :

Hal seperti ini yang membuat kita sering menemukan :.

  • Orang Islam mengganggap minuman keras, pria menggunakan anting, membuat tatto, wanita berpakaian mini dalah hal yang keren.
  • LGBT adalah Hak Azazi Manusia.
  • Tidak bisa membedakan modernisasi dengan westernisasi.
  • dan sebagainya.

 

 

Apa Sarananya?

1. Media Informasi

2. Sarana Hiburan, Seni dan Olah Raga

3. Pendidikan

4. Organisasi

 

Adapula yang menyebutnya 3F, yaitu Fashion, Film & Food.

 

 

Adakah Dalil Yang Menunjukkan Ketidaksenangan Mereka terhadap Islam? 

 

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ

 

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu sebelum kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)". dan jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”

(QS. Al-Baqarah : 120)

 

 

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ , قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ : فَمَنْ

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang biawak, pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?”

(HR. Muslim no. 2669)

 


Lalu apakah ayat tersebut malah berarti bahwa agama Islam tidak toleran?

 

Redaksi ayat diatas bukanlah perintah untuk bertikai dengan "Mereka", justru merupakan peringatan dari Allah kepada "kita" bahwa "Mereka" (Orang-orang Yahudi dan Nasrani) tidak akan senang kepadamu sebelum kamu mengikuti agama mereka"

Itulah informasi dari Allah tentang cara "Mereka" bertoleransi.


Sementara Allah mengajarkan cara "kita" (umat Islam) bertoleransi dengan ayat-ayat berikut,

قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ ﴿١﴾ لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾ وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ ﴿٦


Katakanlah: "Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."

(QS. Al-Kaafiruun : 1-6)

 

Dan apakah maksud dari penulisan artikel ini untuk memusuhi "Mereka" ?

 

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(QS. Al-Maidah: 8)

 

Tentu tidak! Islam adalah agama rahmatan lil alamin, pembawa rahmat untuk semesta alam, Islam adalah agama yang damai. 

Dalam Islam, Tidak ada paksaan dalam beragama.

Tidak boleh setetes darah non muslim pun tumpah oleh kita saat mereka juga menjalankan "Bagimu Agamamu, Bagiku Agamaku"

Bahkan dalam perang pun, Islam melarang membunuh mereka yang sedang menjalankan ibadah mereka, melarang menghancurkan tempat ibadah mereka.

Saat ini disekeliling kita, mungkin tetangga, teman sekolah, rekan kerja, partner bisnis pasti ada yang tidak seiman dengan kita, selama mereka tidak memaksa kita baik secara langsung maupun secara tidak langsung untuk mengikuti hal-hal yang berkaitan dengan agama mereka, kita tidak punya alasan untuk bermusuhan.

Tulisan ini adalah sekedar mengingatkan kita bahwa perang itu memang ada, catatan-catatan sejarah dan dalil peringatan dari Allah tentang telah terjadi "perang pemikiran" dari pihak non muslim yang memusuhi kita tetapi kebanyakan dari kita tidak sadar bahwa perang itu ada dan kita telah terbawa masuk dalam perpektif mereka.

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif

NEWS

Akhir Dakwah Petinju Legendaris, Muhammad Ali

 

Usai bersyahadat, Petinju legendaris yang dijuluki The Greatest (terbesar), Muhammad Ali berkata, ”Aku meyakini bahwa aku sedang berada di depan sebuah kebenaran yang tak mungkin berasal dari manusia.”

Bijaksana Dalam Share Di Media Sosial

 

Jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Jika Dakwah Adalah Kegiatan Marketing

 

Seringkali kita merasa sedang mengajak (berdakwah) padahal kita malah semakin menjauhkan target audiens tersebut kepada Islam. Logika sederhananya adalah, apakah kita akan membeli produk yang dijual oleh sales yang membenci kita? 

RA. Kartini, Tafsir Al Qur'an dan KH. Saleh Darat

 

Mengenai agamaku, Islam, aku harus menceritakan apa? Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, jika aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya?"

Masjid Sultan Ahmed (Blue Mosque), Turki

 

Masjid Sultan Ahmed (Blue Mosque), TurkiMasjid Sultan Ahmed (Sultan Ahmed Camii) atau Masjid Biru (Blue Mosque) adalah sebuah masjid bersejarah yang terletak di Istanbul, Turki. Sebuah situs wisata populer di Turki. 

EKONOMI SYARIAH

Dompet Dhuafa Kirim Dai Ambassador ke Berbagai Negara

 

Dompet Dhuafa akan mengirimkan 25 Dai Ambassador ke berbagai negara selama bulan suci Ramadhan. Tahun ini merupakan kali keenam Dompet Dhuafa melalui Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) mengirimkan dai ke luar negeri secara berturut-turut sejak 2013 

Wujudkan Indonesia Sebagai Kiblat fashion Muslim Dunia

 

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Potensi ini harus menjadi sebuah modal awal untuk melangkah sebagai pemain terdepan. 

Muslim Go Aplikasi Islami Pertama Dengan Sertifikasi Kemenag RI

 

Muslim Go adalah aplikasi mobile menyediakan berbagai macam layanan yang dibutuhkan oleh kalangan Muslim di Indonesia. Muslim Go hadir dengan fitur untuk penunjuk dan pengingat waktu shalat, Al-Qur’an digital, kalender islam, arah kiblat, mencari masjid terdekat serta restoran halal dan sebagainya. 

Peduli Masyarakat Sekitar, AXA Mandiri dan BAZNAS Salurkan Paket Ramadhan Bahagia

 

Pada tahun 2015 AXA Mandiri telah menyediakan perlindungan asuransi syariah melalui lebih dari 20 ribu polis asuransi dan pada tahun 2016 meningkat menjadi lebih dari 33 ribu polis asuransi syariah. 

Ethis Crowd Mengenalkan Fintech Crowd Founding Berbasis Syariah Pertama di Dunia

 

Di tengah bangkitnya pilar-pilar ekonomi berbasis syariah, Ethis Crowd mengenalkan fintech crowd founding properti berbasis syariah pertama di dunia.

BELAJAR

Bab: Penjelasan tentang iman yang dengannya bisa memasukkan ke dalam surga

2 KITAB: IMAN

Bab: Penjelasan tentang iman yang dengannya bisa memasukkan ke dalam surga

 

Bab: Menggosokkan tangan ke tanah agar lebih bersih

KITAB: MANDI

Bab: Menggosokkan tangan ke tanah agar lebih bersih

 

Bab: Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam selalu memberi waktu yang tepat ketika memberi nasehat

KITAB: ILMU

Bab: Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam selalu memberi waktu yang tepat ketika memberi nasehat

 

Bab: Kekhawatiran seorang mu'min bila amalnya terhapus tanpa sadar

KITAB: IMAN

Bab: Kekhawatiran seorang mu'min bila amalnya terhapus tanpa sadar

 

Bab: Mendengar, mengucapkan hamdalah dan amin

5 KITAB: SHOLAT

Bab: Mendengar, mengucapkan hamdalah dan amin

 

TAUSIYAH

Usia 40 Tahun, Belum Ada Minat Terhadap Agama, Pertanda Buruk Sisa Umur

 

Kaum salaf, apabila diantara mereka ada yang sudah berumur 40 tahun, ia mulai melipat kasur, yakni tidak akan tidur lagi sepanjang malam, selalu melakukan shalat, bertasbih dan beristighfar. 

Sarung

 

Catatan kali ini bercerita tentang sebuah benda yang sangat terkenal. Biasa dipakai oleh kaum laki-laki dewasa untuk menghalau angin malam saat ronda, sebagai pelindung dari gigitan nyamuk saat tidur.

Jangan Membenci Saat "Yang Berbeda" Bertanya

 

Seseorang bertanya, : "Kenapa Allah menurunkan Agama Yahudi dan Nasrani melalui nabi-nabinya? Jika Islam turun melalui Nabi Muhammad SAW, Bagaimana nasib Nabi-Nabi yang tidak beragama Islam sebelum jaman Rasulullah SAW?"

 

Ucapan Selamat Saat Idul Fitri dan Jawabannya

 

Saat hari raya idul fitri, kita terbiasa saling mengucapkan selama untuk sesama muslim, lalu bagaimana ucapan yang dicontohkan oleh Rasulullah dan diikuti oleh sahabat Nabi? Bagaimana pula jawabannya?

Adab di Hari Raya

 

Hari raya bagi seorang muslim bukan sekedar berbahagia dan bersenang-senang tetapi justru merupakan momen untuk semakin menguatkan hubungan dengan Allah Subhana WaTa’ala

SEJARAH

KH. Ahmad Dahlan

 

Pada usia 15 tahun, beliau berhaji sekaligus menuntut ilmu ke Mekah. Selama 5 tahun berguru kepada banyak tokoh besar Islam dunia, beliau juga mulai bersentuhan dengan berbagai pemikiran Islam pembaharu. 

KH. Hasyim Asy'ari

 

Hasyim Asy'arie kemudian memutuskan untuk kembali ke Mekkah dan menetap di sana selama kurang lebih tujuh tahun. Di Mekkah beliau banyak berguru ke ulama-ulama besar baik dari Mekkah sendiri maupun ulama Indonesia. 

Nabi Ayyub AS

 

Iblis mengira ketaatan Nabi Ayub AS adalah hanyalah ketaatan untuk mengamankan kondisi ideal sang nabi agar terus dapat hidup dengan segala kenyamanan tersebut.

Kisah Nabi Sulaiman, Semut & Cacing Buta

 

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).

REFERENSI

Syafiq Basalamah

 

Merupakan alumni Pesantren Islam Al Irsyad Bondowoso. Kemudian beliau melanjutkan pendidikannya ke Universitas Islam Madinah, dengan predikat “Summa Cumlaude”. 

Yusuf Mansyur

 

Yusuf Mansur adalah seorang tokoh pendakwah, penulis buku dan pengusaha dari Betawi, sekaligus pimpinan dari pondok pesantren Daarul Quran Ketapang, Cipondoh, Tangerang dan pengajian Wisata Hati.

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz Haikal Hassan 11 Juni 2017

 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz Haikal Hassan 11 Juni 2017

Kajian Kajian Ba'da Isya 20.00 | Granada Al Andalus The Surrender 1492 

Islamic Book Fair 2017 3-7 Mei 2017

 

Islamic Book Fair (IBF) ke-16 tahun 2017 merupakan Pameran buku Islam terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara itu digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, 3-7 Mei 2017. 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Abdullah Gymnastiar 2017

 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Abdullah Gymnastiar 2017 

DOA

Doa Sebelum Makan & Sesudah Makan

 

Allahuma Baarik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa 'adzaa bannaar.


Alhamdulillahilladzii ath'amanaa wa saqoonaa wa ja'alanaa muslimin.

Doa-Doa Para Nabi & Rasul

 

Doa Nabi Adam 

“Robbana zholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lana kunnana minal khosirin“  

Doa Sebelum (Niat) dan Sesudah Wudhu

 

Nawaitul wudhuu-a liraf’ll hadatsil ashghari fardhal lilaaffi ta’aalaa

Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah semata

Doa Sebelum dan Sesudah Tidur

 

Bismika Allahuma Ahya Wa Amuut.

Alhamdulillahi ladzi Ahyana Ba'da Maa Amaa Tanaa Wa ilaihin Nusyuur.

Doa Sebelum dan Sesudah Bepegian

 

BISMILLAHI TAWAKALTU 'ALALLAHI LAA HAULA WA LAA QUWATA ILLA BILLAH

Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada Allah, tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah