sajada ukhuwah

 

Melemahkan Kekuatan Islam Dengan Merobek Ukhuwah Islamiyah

Secara sederhana Ukhuwah Islamiyah dapat diartikan dengan persaudaraan Islam dan bila dapat terjalin dengan baik, ini merupakan kekuatan dahsyat yang sangat ditakuti bagi pihak mana saja yang memusuhi Islam.

Begitu pula sebaliknya, jika Ukhuwah Islamiyah tidak dapat terjalin dengan baik, ini bisa menjadi lubang besar bagi pihak mana saja yang memusuhi Islam untuk menghancurkan umat Islam melalui cara adu domba sesama kita, sehingga para musuh Islam tidak perlu mengeluarkan energi besar untuk mengoyak Islam.


Toleransi Antar Umat Beragama

Saat ini terlalu banyak kita menyaksikan hal-hal ironis dimana kita sangat mesra dengan mereka yang memusuhi Islam tetapi sangat keras terhadap sesama ahlussunnah waljamaah.

Kita bisa sangat "toleransi" dengan "antar umat beragama" tetapi "intoleran" dengan "sesama umat seagama", padahal acuan untuk toleransi antar umat beragama sudah tegas dibunyikan dalam surat Al Kafirun.

 

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ﴿١﴾ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ﴿٦

1. Katakanlah: Hai orang-orang kafir
2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah
4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah
5. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku
sembah
6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku


Saat ini makna toleransi pun dibuat menjadi bias.

Kita yang (karena dilarang Allah SWT) tidak mau mengikuti hal-hal yang menyangkut ritual hingga simbol agama mereka, disebut sebagai umat yang "Intoleran". Padahal bukankah itu adalah hak kita dan tidak merugikan mereka sama sekali. Justru kita lah yang sebenarnya sangat "toleran", karena kita tidak pernah memaksa mereka mengikuti ritual hingga simbol agama kita (Allah SWT melarang memaksa dalam beragama).

Sebaliknya,

Mereka yang sering melakukan paksaan hingga bujukan terhadap umat Islam untuk mengikuti hal yang menyangkut agama mereka, malah tidak disebut sebagai umat"intoleran". Sebaliknya kita menilai mereka sangat "toleran" karena mereka bersedia ikut-ikutan melakukan hal-hal
berkaitan dengan ritual hingga simbol agama Islam (karena memang tidak ada larangan dari agamanya)

Yang sangat disayangkan, sebagian dari umat Islam yang kecintaan dan mungkin pemahaman pada agamanya sendiri kurang pun terus digerus dengan doktrin melalui label-label, sehingga kita sangat takut mendapat stigma "sumbu pendek", fanatik, anti kebhinekaan, ideologi tertutup, dan sebagainya" sehingga kini banyak dari kita sendiri yang malah bangga dengan label pujian "plural, universal, bhineka, toleran dan sebagainya".

 

Toleransi Antar Umat Seagama

Sebenarnya istilah "toleransi antar umat seagama" adalah kurang tepat, yang lebih tepat adalah Ukhuwah Islamiah atau persaudaran sesama umat Islam.

Hanya saja karena kita memang telah terperangkap dalam "drama adu domba" ciptaan para musuh Islam, membuat kondisi antar kita yang seagama (tetapi memang ada sedikit perbedaan), sudah seolah-olah seperti berbeda agama saja.

Padahal dalil toleransi antar umat seagama (baca ukhuwah Islamiyah) untuk kita, sesama umat Islam pun juga jelas,

 


إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

(Surat Al-hujurat, ayat 10)

 

 

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ
آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu karena nikmat Allah, menjadilah kamu orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

(Surat Ali Imrân, ayat 103)

 

 

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

اَلْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ. اَلتَّقْوَى هَهُنَا. يُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ : بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَعِرْضُهُ
وَمَالُهُ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak boleh tidak menzaliminya, merendahkannya dan tidak pula meremehkannya. Taqwa adalah di sini. (Beliau menunjuk dadanya sampai tiga kali, kemudian beliau bersabda lagi) Cukuplah seseorang dikatakan buruk bila meremehkan saudaranya sesama muslim. Seorang Muslim terhadap Muslim lain; haram darahnya, kehormatannya dan hartanya.

(HR. Muslim)


Siapa Yang Sedang Dibenturkan dan Yang Membenturkan?

Untuk dapat menjalin ukhuwah Islamiyah (persaudaran sesama umat Islam), tentunya kita harus dapat memetakan siapa saja yang sebenarnya saudara sesama umat Islam.

Apapun nama-nama yang disematkan, entah karena berbentuk organisasi atau pun non organisasi, mereka yang memiliki semua kesamaan ini (Tuhan yang sama yaitu Allah SWT, Rasul yang sama yaitu Nabi Muhammad SAW, Alquran yang sama, Syahadat yang sama, Rukun Islam yang sama, Rukun iman yang sama,Aqidah yang sama, Mengikuti Hadist dari Rasul yang sama, dimana perbedaan hanya dalam hal khilafiah) maka Insya Allah kita adalah bersaudara.

Bukankah apa pun nama-nama yang disematkan, entah karena berbentuk organisasi atau pun non organisasi, NU, Muhammdiyah, FPI, Ikhwanul Muslimin, Jamaah tabligh, Persis, Wahabi, Sunni dan sebagainya jika memiliki kesamaan diatas, sebaiknya saling menguatkan ukhuwah Islamiyah.

Sangat disayangkan jika terjadi benturan-benturan sesama ahlussunnah waljamaah hanya karena berbeda organisasi, berbeda khilafiah, berbeda pemahaman tentang hal bid'ah dan sebagainya padahal persaudaraan kita telah dijelaskan sebagaimana dalil-dalil diatas.

 

Lalu siapa pihak yang membenturkan?

1. Mereka yang berbeda agama (Yahudi,Nasrani, dsb) yang memusuhi Islam.

2. Mereka yang mengaku beragama islam (tetapi tidak memiliki semua kesamaan diatas dan ajaran-ajarannya bertentangan dengan Islam, Syi'ah, Ahmadiyah dsb) yang memusuhi Islam.

 

Mudah-mudahan Allah SWT memberikan hidayah kepada kita sehingga kita bisa mengenali dan mencintai siapa yang sebenarnya saudara kita dan bisa mengenali dan melawan siapa yang sebenarnya memusuhi kita,
Aamiin.

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif 


 

BERITA

Merangkul Generasi Online Mengenal Agamanya

 

Jika pada saat era televisi saja, serbuan pengaruh pemikiran yang jauh dari agama sudah sedemikian menjauhkan umat dari agamanya, apalagi generasi muda era media online yang lebih sulit lagi mengkontrolnya.

Saatnya Untuk Kemandirian Ekonomi Umat Islam di Indonesia

 

Walaupun Indonesia disebut sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia tetapi justru tak berdaya dan diperdaya untuk mengkonsumsi produk-produk dan jasa yang tidak jelas status kehalalannya. 

Erdogan Mengangkat Martabat Islam di Dunia

 

 

Turki sedang menggelar pemilu saat ini (24/6/2018). Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kini rupanya sedang berjuang keras memenangi kembali pemilihan umum yang akan datang melalui Partai AK. Sebagian besar warga Turki dan umat muslim yang mengamati peran Erdogan tentunya berharap Erdogan dapat memenangi Pemilu saat ini.

Jika Islam adalah Sebuah Brand

 

Jika Islam adalah sebuah Brand, maka pendakwah adalah pemegang peranan fungsi Marketing dan Public Relation. Bila terjadi pergeseran persepsi, maka saatnya kita koreksi diri dan kembali kepada value dan cara memasarkan (dakwah) seperti yang diajarkan Rasulullah. 

Musa, Penghafal AlQur'an Termuda Musabaqoh Hifzil Quran Internasional

 

Musa merupakan peserta termuda, yaitu berusia tujuh tahun dimana peserta lainnya berusia diatas sepuluh tahun dalam Musabaqoh Hifzil Quran Internasional kategori 30 juz untuk anak-anak di Sharm El-Sheikh, Mesir.

TAUSIAH

Doa Sebelum dan Sesudah Masuk Kamar Mandi (WC)

 

ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAAITSI

Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari setan laki-laki dan setan perempuan

Yusuf Mansyur

 

Yusuf Mansur adalah seorang tokoh pendakwah, penulis buku dan pengusaha dari Betawi, sekaligus pimpinan dari pondok pesantren Daarul Quran Ketapang, Cipondoh, Tangerang dan pengajian Wisata Hati.

Matematika Pahala

 

Pengusaha : “Hei panjang kali do'a kau, Ma'in, he he Kalau mau sukses seperti aku, sedekah lah! Gitu kudengar dari ustad", Ujar sang pengusaha sambil terkeh-kekeh yang membuat para bawahannya cuma bisa mesem-mesem saja. 

Inspirasi Rezeki dari Saudi Arabia

 

Yang saya heran didalam kemalasan mereka tapi saat Dhuha dan adzan sholat berkumandang, mereka bergegas untuk pergi ke Masjid, tidak ada kompromi. Di balik santai nya mereka, yang kita sebut malas, ternyata mereka adalah orang2 bertaqwa.

Pondok Modern Gontor

 

Pondok Modern Gontor adalah pelopor pesantren modern yang membekali santrinya dengan pendidikan agama Islam ditambah ilmu-ilmu umum yang menunjang kompetensi santrinya seperti menjadikan bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa sehari-hari. 

BELAJAR ISLAM

Berbagai Metode Menghafal Al Qur'an (Tahfiz)

 

Dengan menghafal, bukankah artinya kita terus mengulang-ulang bacaan sehingga kita banyak mendapat pahala beserta manfaat-manfaat lainnya yang didapat untuk orang yang membaca Al Qur'an. 

Rukun Islam

Rukun adalah hal-hal yang disyaratkan atau harus dipenuhi, jadi Rukun Islam adalah hal-hal yang disyaratkan atau harus dipenuhi untuk menjadi seorang muslim atau muslimat.

Sumber Ilmu Fiqih

Sumber fiqih adalah dalil-dalil yang dijadikan oleh syariat sebagai hujjah dalam pengambilan hukum. Dalil-dalil ini sebagian disepakati oleh ulama sebagai sumber hukum, seperti Al Qur’an, Sunnah dan Ijma’. Sebagian besar ulama juga menetapkan Qiyas sebagai sumber hukum ke empat setelah tiga sumber di atas

Silsilah Garis Keturunan 25 Nabi dan Rasul

 

Menurut pendapat para ulama, jumlah Nabi dan Rasul sangatlah banyak, dikatakan bahwa jumlah nabi mencapai hingga 124.000 orang. 

Nabi Ayyub AS

 

Iblis mengira ketaatan Nabi Ayub AS adalah hanyalah ketaatan untuk mengamankan kondisi ideal sang nabi agar terus dapat hidup dengan segala kenyamanan tersebut.