sajada sejarah indonesia

 

Pandangan Mainstream Mengenai Sejarah Islam di Indonesia

Pandangan kita terhadap sejarah Islam didapat dari pelajaran di sekolah, yang terlanjur kita pahami adalah,  Indonesia awalnya adalah negeri yang terdiri dari kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha yang damai hidup berdampingan bertahun-tahun. Salah satu kerajaan yang terbesar dan Gemilang dimasa itu adalah kerajaan Majapahit.

Kemudian pada sekitar abad 13, agama islam masuk melalui pedagang-pedagang dari Gujarat (India) dan menyebar disekitar daerah-daerah pesisir pantai lalu berkembang pesat serta melahirkan kerajaan-kerajaan Islam baru, yang nantinya akan melemahkan kerajaan Majapahit.

Samudera Pasai di Aceh merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia dan di daerah pulau jawa, lahir kerajaan Demak menjadi kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa yang kemudian mengakhiri kekuasaan kerajaan Majapahit yang gemilang.

Ternyata pandangan mainstream terhadap sejarah Islam di Indonesia tersebut memerlukan banyak koreksi, karena gambaran besar cerita yang dibuat tersebut bertentangan dengan banyak garis waktu dan bahkan membuat banyak subjek penting, kerajaan penting, hingga kejadian yang sangat penting malah terhapus dari sejarah.

SAJADA TIMELINE SEJARAH ISLAM INDONESIA

 Timeline Sejarah Islam di Indonesia

 

Koreksi Terhadap Pandangan Mainstream Tentang Sejarah Islam Di Indonesia

   

  • Agama Islam Telah Masuk Sekitar Abad ke 6

Dimasa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan (644-656 M), Beliau mengirimkan utusannya Muawiyah bin Abu Sufyan ke tanah Jawa yaitu ke Kerajaan Kalingga (Jepara) pada tahun 651M (30H) . Hasil kunjungan Muawiyah,  Raja Jay Sima, putra Ratu Sima dari Kerajaan Kalingga pun masuk Islam.

Ada pula pendapat HAMKA bahwa pada tahun 625 M, sebuah naskah Tiongkok mengkabarkan bahwa telah menemukan kelompok bangsa Arab yang telah bermukim di pantai Barat Sumatera (Barus).

Ini sejalan dengan informasi lain, bahwa Saad Bin Abi Waqqas (sahabat Rasulullah SAW) di masa Ke Khalifah Utsman Bin Affan juga menjadi duta penyebar agama Islam dan telah menyebarkan Islam di negeri China (dalam buku A Brief Study of the Introduction of Islam to China karya Chen Yuen).  

Saad Bin Abi Waqqas berlayar menuju China (650 M) melewati jalur yang kemudian disebut "jalur sutera" yang juga melewati dan singgah di Sumatera (Barus) sambil menyebarkan Agama Islam disitu, kemudian Saad bin Abi Waqqas melanjutkan perjalanannya ke China kemudian menetap di Guangzhou dan mendirikan Masjid Huaisheng yang menjadi masjid tertua di China.

Sajada Silk route

Jalur Sutera (Silk Road)

 

Sajada zheng he treasure ship and santa maria

Armadal Laut dalam Ekspedisi Laksmana Cheng Ho (zheng he atau Mahmud Shams), utusan Kaisar dari Dinasti Ming, menggunakan kapal-kapal yang jauh lebih besar dari kapal Colombus yang dianggap sebagai penjelajah terbesar bangsa Eropa. Cheng Ho sempat singgah di Karawang menempatkan ulama Syeh Quro disana untuk mendakwahkan Islam.

 

Ada pula informasi, Pada tahun 718M raja Srivijaya Sri Indravarman setelah kerusuhan Kanton juga masuk Islam pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz (Dinasti Umayyah).

Dari data-data tersebut, ternyata sejak abad ke 6, agama Islam telah berdampingan bersama agama Hindu & agama Budha di Nusantara, jauh sekali rentangnya dari catatan sejarah mainstream yang dipelajari di sekolah, yaitu abad ke 13 

 

  • Sudah Banyak Kerajaan-Kerajaan Islam, Bahkan jauh sebelum Kerajaan Majapahit

Samudera Pasai (1267) di Aceh bukan lah merupakan kerajaan Islam pertama di Nusantara, Tahun 651 putra Ratu Sima dari Kerajaan Kalingga sudah masuk Islam dan Tahun 718, Raja Sriwijaya pun sudah masuk Islam, sayangnya kita belum menemukan data apakah pada saat yang sama pula Islam menjadi agama resmi kerajaan. Tetapi terdapat data bahwa pada tahun 840 sudah berdiri Kerajaan Islam yaitu Kerajaan Peurelak di Aceh.

Kemudian bahkan jauh sebelum Kerajaan Majapahit (1293) dan Singosari (1222), di Maluku sudah berdiri kerajaan-kerajaan Islam, yang terbesar yaitu Kerajaan Tidore (1081). Bahkan Nama "Maluku" berasal dari kata bahasa Arab, yaitu "Al Mulk" yang berarti "negeri para raja".

 

  • Penyebaran Dakwah Dilakukan Oleh Utusan-utusan dari Khalifah

Menurut pelajaran sejarah mainstream, Islam disebarkan oleh pedagang-pedagang dari Gujarat (India) juga tidak tepat. Karena menurut catatan sejarah, pedagang-pedagang Gujarat pada saat itu adalah beraliran Syi'ah, sementara aliran Syi'ah justru tidak menjadi mayoritas di Indonesia, bahkan ditolak keberadaannya. 

Bisa saja para pedagang-pedagang dari Timur Tengah ikut mendakwahkan Islam (non Syi'ah), karena memang setiap muslim memiliki kewajiban untuk berdakwah, tetapi itu hanya elemen-elemen lain yang membantu penyebaran Islam, sementara elemen utamanya adalah Penyebaran Islam melalui program dakwah sistematis yang dirancang oleh khalifah dan dilakukan oleh ulama-ulama pilihan yang mempunyai kecakapan dalam berdakwah.

Rasulullah SAW memiliki sangat banyak sahabat tetapi yang dimakamkan di perkuburan Baqi hanya segelintir, kemana selebihnya? Mereka berpencar kesegala penjuru dunia untuk melaksanakan perintah Rasulullah SAW untuk menyebarkan Islam.

Ibnul Qoyim mengatakan,“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju Tabuk, bersama 30.000 pasukan. Diantara mereka, yang 10.000 pasukan berkuda.” (Zadul Ma’ad, 3:462).

Perang Tabuk terjadi pada bulan Rajab, tahun 9 Hijriyah. Itu artinya, perang ini terjadi dua tahun sebelum wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. sementara itu, ketika peristiwa Tabuk, tidak ada sahabat yang mampu jihad yang tidak itut perang, kecuali Ka’ab bin Malik dan dua temannya. Jika kita gabungkan dengan sahabat wanita dan anak-anak, serta mereka yang tidak mampu berperang, jumlah mereka di sekitar 100.000.

Ka’ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu, sebagaimana dinyatakan dalam hadis panjang tentang kisah beliau yang tidak ikut perang tabuk. Ka’ab mengatakan,

"Kaum muslimin yang ikut bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat banyak. Tidak ada kitab yang mampu menuliskan semua nama mereka, demikian pula tidak ada orang yang mampu mengahafalnya". (HR. Bukhari 4418 dan Muslim 2769).

  • Peristiwa Penting Tonggak Bersejarah Yang Bukan Dicatat Sebagai Peristiwa "Kebangkitan Nasional".

Sejak jaman perlawanan terhadap penjajah (*lihat gambar timeline diatas), perlawanan dilakukan dengan semangat jihad, dimana kebanyakan raja atau pemimpin perlawanan adalah para ulama. Hal-hal seperti ini adalah sejarah nyata yang sebaiknya ditampilkan apa adanya tanpa harus mengecilkan peran besar suatu kelompok demi sejarah terlihat manis dimata semua orang

Partai Politik Pertama di Indonesia adalah SDI (Sarekat Dagang Islam) oleh H samanhudi, 1905

Sekolah Pertama di Indonesia adalah Jamiatul Khoir oleh Tokoh-tokoh Masyarakat Tanah Abang, 1905

Sekolah Resmi Pertama di Indonesia adalah Muhammadiyah oleh KH Ahmad Dahlan, 1922

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif


BERITA

Mengenal Bank Syariah dan Perkembangannya

Keberadaan Bank Syariah masih melahirkan perbedaan pendapat para ulama. Hanya saja jika dibandingkan dengan Bank konvensional tentunya pilihan menggunakan Bank Syariah menjadi pilihan yang lebih tepat.

Tantangan Ekonomi Syariah

Indonesia adalah negeri dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia. Potensi ini seharusnya tidak menjadikan Indonesia, hanya kembali menjadi sasaran target pasar.

Mereka Yang Disematkan Predikat Intoleran dan Anti Kebhinekaan


Imam Syafi’i : ” Perhatikanlah panah-panah musuh (ditujukan kepada siapa) maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran”.

Akhir Dakwah Petinju Legendaris, Muhammad Ali

Usai bersyahadat, Petinju legendaris yang dijuluki The Greatest (terbesar), Muhammad Ali berkata, ”Aku meyakini bahwa aku sedang berada di depan sebuah kebenaran yang tak mungkin berasal dari manusia.”

Serbuan Produk Haram Mengandung Babi

 

Masalah produk haram tentunya bukan semata menjadi tanggung jawab MUI, karena jika bukan dari kita sendiri sebagai konsumen yang hanya akan membeli produk dengan label halal dari MUI, maka produsen tidak akan merasa berkepentingan untuk menyematkan label halal. 

TAUSIAH

Adi Hidayat

Ustadz Adi Hidayat menyelesaikan pendidikan pasca sarjana nya  di Islamic Call College Tripoli, Libya dan pendidikan magister nya di Agama Universitas Islam Negeri ( UIN ) Sunan Gunung Djati Bandung.

Jadwal Khatib Sholat Ied Ustadz Subhan Bawazier 25 Juni 2017

Jadwal Khatib Sholat Ied Ustadz Subhan Bawazier 25 Juni 2017

Diskusi Kedai Kopi 3a (Islam?)

"Bukan aku yang harus mendifinisikannya, tapi biarlah Dia yang mengenalkan diri-Nya kepada mu melalui perkataan-Nya dalam kitab suci Al Qur'an yang dititipkan melalui Nabi Muhammad SAW dalam surat Al Ikhlas : 1-4"

Usia 40 Tahun, Belum Ada Minat Terhadap Agama, Pertanda Buruk Sisa Umur

Kaum salaf, apabila diantara mereka ada yang sudah berumur 40 tahun, ia mulai melipat kasur, yakni tidak akan tidur lagi sepanjang malam, selalu melakukan shalat, bertasbih dan beristighfar. 

Doa Saat Menghadapi Masalah

Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits

BELAJAR ISLAM

Pembagian Hukum Fiqih

Fikih (Fiqh) adalah salah satu bidang ilmu dalam syariat Islam yang secara khusus membahas persoalan hukum yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia, baik kehidupan pribadi, bermasyarakat maupun kehidupan manusia dengan Allah.

Keistimewaan Penghafal Al-Qur’an

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Subhaanahu wata’ala mengangkat derajat beberapa kaum dengan Al-Qur’an ini dan merendahkann yang lain dengannya pula.” (H.R. Muslim) 

Rukun Iman

Rukun Iman adalah hal-hal yang disyaratkan atau harus dipenuhi untuk menjadi seorang dapat dikatakan beriman. Iman sering diartikan dengan percaya atau secara bahasa berarti tashdiq (membenarkan).

KH. Ahmad Dahlan

Pada usia 15 tahun, beliau berhaji sekaligus menuntut ilmu ke Mekah. Selama 5 tahun berguru kepada banyak tokoh besar Islam dunia, beliau juga mulai bersentuhan dengan berbagai pemikiran Islam pembaharu.

Kisah Nabi Musa & Wanita Penzina

Malaikat Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?