Menanti Ijtihad Politik melalui Ijtima Ulama 2

Perjalanan GNPF 212 memperjuangkan hadirnya nafas Islam dalam roda perpolitikan di Indonesia rupanya masih harus kembali mendaki.

Setelah sebelumnya sempat ada setitik cahaya saat nama Ustadz Abdul Somad dikukuhkan sebagai alternatif kedua calon wapres, setelah Habib Salim. kedua nama tersebut disodorkan melalui keputusan pertemuan yang bertajuk "Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional", kemudian usulan tersebut pun disambut oleh kubu koalisi Prabowo.

Walaupun masih dalam status belum "ketok palu" dari kubu Prabowo, Kalangan pendukung Ulama yang tergabung dalam GNPF 212, pun meyakini bahwa format "Nasionalis-Ulama" sudah final, sehingga berusaha meyakinkan Ustadz Abdul Somad yang menolak untuk dicalonkan agar bersedia maju menjadi cawapres.

Paket "Nasionalis-Ulama" akhirnya menjadi format yang dianggap mewakili keinginan umat saat ini. Bahkan format ini akhirnya juga dipakai oleh kubu koalisi Jokowi.

 

Menghormati Keputusan Ustadz Abdul Somad

Bagi para ulama yang berusaha membujuk, nama Ustadz Abdul Somad memang sangat diharapkan, selain karena dianggap punya nilai popularitas yang diharapkan bisa memenangkan pemilu pilpres dan punya keilmuan agama yang mumpuni, beliau juga bukan politikus, sehingga tidak tersandera tuntutan-tuntutan parpol.

Melaui ceramah-ceramahnya beliau selalu gigih memperjuangkan agar nafas islam bisa masuk kedalam roda pemerintahan. caranya adalah orang-orang islam yang benar (kaffah) harus duduk di kursi pembuat kebijakan agar produk undang-undang, peraturan, kebijakan dan sebagainya bisa menghadirkan nafas Islam secara konstitusional.

Hanya saja dengan akhlak keulamaannya, Ustadz Abdul Somad menolak. Dengan alasan beliau tidak memiliki kompetensi terhadap jabatan yang ditawarkan untuknya. Keputusan beliau patut dihormati, sebagai ulama yang memang memiliki perangai tidak haus pada jabatan (hal ini semakin menegaskan kadar keulamaan Ustadz Abdul somad), beliau tentu telah mengukur keputusannya melalui perspektif ilmu agama yang dimiliki, menimbang tingkat mudharat dan manfaat dan sebagainya.

Bisa dibayangkan kerasnya pertarungan politik, mulai dari perebutan kursi bahkan saat telah menduduki kursi. Beberapa umat yang sayang terhadap beliau, mereka pun banyak yang tidak tega membayangkan Ustadz Abdul Somad harus bertarung pada debat Capres/Cawapres untuk bersilat-lidah bicara masalah dunia yang mungkin tidak terlalu dikuasainya, dijebak pertanyaan-pertanyan wartawan yang berseberangan hingga menghadapi oposisi dan sebagainya. Sehingga walaupun banyak yang berharap Ustad Abdul Somad untuk maju tetapi banyak juga yang menginginkannya tetap sebagai penggerak yang mampu mengerahkan dukungan untuk pejuang islam lainnya yang mampu berhadapan dengan kerasnya dunia politik tetapi tidak tersandera oleh partai politik.

Harusnya nama-nama ulama lain yang Insya Allah mampu melawan kerasnya dunia politik seperti Ustadz Bachtiar Nasir dan yang lainnya perlu dipertimbangkan.

 

Kemana Perginya Suara Rekomendasi Ulama? 

Rupanya walaupun kubu Prabowo tampil lebih awal menggadang-gadangkan akan membawa format "Nasionalis-Ulama", ternyata Kubu Jokowi lah yang benar-benar memajukan format tersebut melalui paket "Jokowi-Kyai Ma'ruf Amin", sementara Kubu Prabowo akhirnya mengusung "Prabowo-Sandi".

Dalam pers konferensi pers nya beliau telah mengatakan berbagai pertimbangan yang sudah dilalui melalui proses yang sulit sehingga akhirnya muncul nama Sandi. Sandiaga Uno, walaupun tidak lahir dari pesantren tetapi juga merupakan tetap representasi dari Islam dan telah disepakati oleh pihak-pihak yang berada didalam kubu tersebut.

Hanya saja beberapa pihak yang sudah bersusah payah dalam forum "Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional", tentu menanyakan kemana perginya suara rekomendasi dari forum tersebut?

Hal ini sepertinya jadi mengingatkan kita dengan pesan Ustadz Abdullah Gymnastiar dalam acara TV Indonesia Lawyer Club, " Jangan sampai Ulama cuma dijadikan tukang dorong, setelah maju ditinggal ulamanya."


Umat Islam menunggu Pendapat Para Ulama bukan Tokoh Politik

Bagi umat muslim yang belakangan ini sedang terbangkit ghirah Islamnya, mereka tidak seperti orang parpol yang loyal habis-habisan dengan parpolnya, atau pemuja tokoh yang memuja buta terhadap tokohnya. Umat Islam mengikuti ulama yang merupakan pewaris Nabi.

Bagi mereka yang ingin memperjuangkan Islam melalui pesta demokrasi, tentunya sedang melihat. Jika diantara kedua pilihan ini ada yang mau memperjuangkan Islam dengan bersungguh-sungguh, pasti akan dijadikan pilihan.

Walaupun kedua belah pihak telah mengumumkan capres dan cawapresnya, hari pemilihan bukan dilakukan pada hari ini, sehingga kedua belah pihak sebenarnya masih memiliki peluang yang sama untuk meyakinkan umat, bahwa siapa yang lebih berpihak pada umat Islam dengan sepenuh niat.

Saat ini kelompok ulama yang tergabung dalam GNPF 212 adalah dianggap ulama yang memiliki concern dan berjuang secara terbuka terhadap perjuangan syariah Islam melalui jalur konstitusi. Dan mereka mendaulat Habib Riziek Shihab sebagai imam besarnya yang pendapatnya sangat ditunggu-tunggu, termasuk oleh Ustadz Abdul Somad, Ustadz Arifin Ilham, Ustadz Zulkifli Ali dan para ulama lainnya.

Dilansir melalui CNN Indonesia, Imam Besar Front Pembela Islam sekaligus Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Muhammad Rizieq Shibab meminta menyatakan bakal ada Ijtima Ulama II untuk menentukan dukungan pada capres-cawapres di Pilpres 2019.

Dalam akun twitternya, @RizieqSyihabFPI, Habib Rizieq menyerukan agar anggota FPI, GNPF Ulama dan Persaudaraan Alumni 212 dan segenap organisasi sayapnya untuk tenang menyikapai kondisi politik saat ini. "Tetap istiqomah dalam satu komando ulama," kata Rizieq dalam pesan gambar yang dipostingnya, Jumat (10/8).

Saat ini sikap terbaik kita adalah berdoa kepada Allah sambil menunggu ijtihad dari para ulama.

Mudah-mudahan Umat Islam akan memiliki Presiden dan Wakil Presiden yang benar-benar ingin memperjuangkan Islam, bukan hanya memanfaatkan suara umat Islam. Hanya Allah lah yang mampu membolak-balikkan hati. Semoga nantinya malah bahkan kesemua pilihan beserta kubu-kubunya akan berpihak kepada Islam.  

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif 


 

BERITA

Mengenal Bank Syariah dan Perkembangannya

 

Keberadaan Bank Syariah masih melahirkan perbedaan pendapat para ulama. Hanya saja jika dibandingkan dengan Bank konvensional tentunya pilihan menggunakan Bank Syariah menjadi pilihan yang lebih tepat. 

Lembaga Keuangan Syariah

 

Sistem Keuangan syariah adalah suatu sistem keuangan, seperti perbankan, asuransi dan sebagainya yang pelaksanaannya dilakukan berdasarkan hukum Islam (syariah).  

Perang Pemikiran (Ghowzhul Fikri)

 

Islam memimpin dunia saat umatnya berpegang teguh pada ajaran agamanya dan menjadi bulan-bulanan di saat jauh dari ajaran agamanya. Sementara justru bangsa-bangsa Eropa merebut kepimipinan dunia saat mereka menjadi sekuler (Zaman Renaissance) dan hidup dalam kegelapan saat menggunakan ajaran-ajaran agamanya untuk urusan dunia.

Pakta Integritas Ijtima Ulama 2

 

Imam Syafei berkata :"Ikutilah 'Ulama yang dibenci kaum kafir, kaum munafiq, dan kaum fasik. Dan jauhilah 'Ulama yang disenangi kaum kafir, kaum munafiq, dan kaum fasik, karena dia akan menyesatkan kamu, menjauhkanmu dari Keridhoan Allah."

Pada prinsipnya para ulama yang tergabung ijtima Ulama yang meimiliki grass root gerakan 212 ini, bukanlah pendukung nama calon presiden, partai politik, koalisi partai dan sebagainya. Siapa pun dari mereka yang berpihak pada perjuangan Islam serta tidak zholim terhadap pihak umat muslim tentunya akan didukung

Jika Dakwah Adalah Kegiatan Marketing

 

Seringkali kita merasa sedang mengajak (berdakwah) padahal kita malah semakin menjauhkan target audiens tersebut kepada Islam. Logika sederhananya adalah, apakah kita akan membeli produk yang dijual oleh sales yang membenci kita? 

TAUSIAH

Mereka Yang Didoakan Oleh Para Malaikat

 

Malaikat pun senantiasa mendoakan manusia, sehingga atas kedudukannya yang mulia, tentunya kita pun berharap menjadi termasuk manusia yang didoakan oleh para malaikat.

Khalid Basalamah

 

Ustadz Khalid Basalamah menjalani pendidikan sarjananya di Universitas Islam Madinah lalu melanjutkan S2 di Universitas Mulim Indonesia dan melanjutkan lagi pendidikan S3 di Universitas Tun Abdul Razzak Malaysia.

Yusuf Mansyur

 

Yusuf Mansur adalah seorang tokoh pendakwah, penulis buku dan pengusaha dari Betawi, sekaligus pimpinan dari pondok pesantren Daarul Quran Ketapang, Cipondoh, Tangerang dan pengajian Wisata Hati.

Doa Sebelum Makan & Sesudah Makan

 

Allahuma Baarik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa 'adzaa bannaar.


Alhamdulillahilladzii ath'amanaa wa saqoonaa wa ja'alanaa muslimin.

Mintalah Pertolongan Allah

 

Pernahkah kita merasa berada di titik nadir, dimana kesulitan yang kita miliki seolah-olah sudah tidak ada lagi jalan keluarnya?

BELAJAR ISLAM

Syarat Awal Memeluk Agama Islam

Dengan menyatakan Dua Kalimat Syahadat, insya Allah orang tersebut sudah termasuk sebagai seorang muslim (untuk laki-laki) atau muslimah (untuk wanita). Kesaksian ini sebaiknya disaksikan dan dibimbing oleh beberapa orang muslim yang memiliki pengetahuan agama islam yang baik agar orang tersebut mendapat tuntunan.

Mengenal Jenis dan Sejarah Hadist

 

Pada masa awal Rasulullah melarang penulisan hadits agar tidak tercampur dengan periwayatan Al Qur'an. Setelah beberapa waktu, Rasulullah memperbolehkan penulisan hadits dari beberapa orang sahabat.

Rukun Islam

Rukun adalah hal-hal yang disyaratkan atau harus dipenuhi, jadi Rukun Islam adalah hal-hal yang disyaratkan atau harus dipenuhi untuk menjadi seorang muslim atau muslimat.

Kisah Nabi Sulaiman, Semut & Cacing Buta

 

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).

Berbagai Metode Menghafal Al Qur'an (Tahfiz)

 

Dengan menghafal, bukankah artinya kita terus mengulang-ulang bacaan sehingga kita banyak mendapat pahala beserta manfaat-manfaat lainnya yang didapat untuk orang yang membaca Al Qur'an.