sajada pertolongan

 

Mintalah Pertolongan Allah

(QS. Alam Nasyrah: 1-8)
:
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?

 

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ
Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu

 

الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ
Yang memberatkan punggungmu ?

 

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ
Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu

 

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan

 

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan

 

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain ,

وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ
Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap

 

 

Pernahkah kita merasa berada di titik nadir, dimana kesulitan yang kita miliki seolah-olah sudah tidak ada lagi jalan keluarnya?

 

Seakan -akan kita merasa sangat sendirian, dimana keluarga, saudara, teman, kerabat, seluruh mahluk bahkan Allah pun telah meninggalkan kita terbenam dibawah tumpukan masalah tanpa ada yang berkenan menolong sehingga membuat kita pun merasa sudah tak ada gunanya lagi berada di dunia ini.

 

Padahal begitu banyak doa dan air mata yang telah kita panjatkan dan begitu banyak dalil-dalil yang menyiratkan betapa Allah SWT menyayangi kita.

 

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Berdoalah (mintalah) kepadaku, niscaya aku kabulkan untukmu”
(QS al-Mu’min: 60)

 

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
(QS. Al-Baqarah : 286)

 

لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا
“Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita:.
(QS. At-Taubah : 40)

 

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ
Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci” kepadamu.
(QS Ad-Dhuha: 3)

 

Dan sebagainya, tetapi mengapa sepertinya doa-doa kita bagai menguap di udara tanpa bekas?
Janganlah berputus asa atas Rahmat Allah, Mungkin kita belum introspeksi niat, cara, kesungguhan kita dalam berdoa, introspeksi akan dosa-dosa kita atau belum menyadari bahwa sesungguhnya Allah telang mengabulkan dengan cara yang kita tidak sadari.

 

Karena Allah Maha Pengampun (Al Ghaffaar), Maha Pengasih (Ar Rahman), Maha Penyayang (Ar Rahiim), Maha Pemberi Rezeki (Ar Razzaaq), Maha Melapangkan (Al Baasith), Maha Mendengar (Al Samii`), Maha Melihat (Al Bashiir), Maha Lembut (Al Lathiif), Maha Penyantun (Al Haliim), Maha Pembalas Budi (As Syakuur), Maha Pemberi Kecukupan (Al Muqiit) dan sebagainya sebagai mana tertuang dalam Asmaul Husna.

 

1. Sudahkan kita minta ampunan (Taubat) Allah atas dosa-dosa kita?

Seseorang itu benar-benar terhalang dari rezeki karena dosa yang ia perbuat.” (HR. Ibnu Majah dan al-Hakim, al-Hakim)

Terkadang kita terlalu fokus terhadap apa yang kita minta sehingga lupa bahwa kita memiliki banyak dosa yang ganjarannya juga bisa didahulukan di dunia dan kita pun tidak meminta ampunan (taubat) terhadap dosa kita.

 

2. Sudahkah kita menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya?
Tidak menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya juga mengakibatkan dosa. Sudahkah kita introspeksi sholat fardhu kita? dan hal-hal lainnya? Terkadang kita sangat naif berharap untuk didengar sementara kita tak pernah mendengar.

 

3. Sudahkah kita bersyukur atas nikmat yang Allah berikan?

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Rabb-mu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.” (QS.14:7)

 

Terkadang kita juga terlalu fokus hanya terhadap masalah yang sedang menghimpit dan lupa bersyukur bahwa betapa banyaknya nikmat Allah yang hingga saat ini masih kita nikmati.
Misal bila kita saat ini sedang terkena masalah rezeki akibat PHK, disaat yang sama pula :

Kita (yang penuh dengan dosa dan maksiat ini) masih diberikan nikmat sehat, padahal mungkin di belahan bumi lain, mahluk Allah yang penuh dengan ketaqwaan sedang di uji dengan penyakit-penyakit kronis.

Kita (yang penuh dengan dosa dan maksiat ini) masih diberikan nikmat memiliki anak, padahal mungkin di belahan bumi lain, mahluk Allah yang penuh dengan ketaqwaan sedang di uji dengan belum memiliki anak.

Kita (yang penuh dengan dosa dan maksiat ini) masih diberikan nikmat perasaan aman, padahal mungkin di belahan bumi lain, mahluk Allah yang penuh dengan ketaqwaan sedang di uji dengan perang.

Kita (yang penuh dengan dosa dan maksiat ini) masih diberikan nikmat hanya dihinggapi masalah ini (PHK) hanya segilintir waktu dari seumur hidup kita, padahal bertahun-tahun kita bekerja tetapi tidak pernah bersyukur.

Mudah-mudahan artikel ini dapat membantu kita untuk dapat melakukan introspeksi, lebih bersabar dan terus memohon kepada Allah SWT agar pertolongan Allah segera datang. Aamiin YRA.

 

“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS. 12:87)

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif


TRANSLATE

Indonesian English French German Italian Portuguese Russian Spanish