sajada marketing

 

Jika Dakwah Adalah Kegiatan Marketing

 

Dakwah adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah sesuai dengan garis aqidah, syari'at dan akhlak Islam.

Sebagai kegiatan yang bersifat mengajak, maka Dakwah memiliki kesamaan dengan Kegiatan Marketing, yaitu kegiatan untuk mengajak konsumen untuk mengenal, membeli dan loyal terhadap produk atau jasa yang mereka tawarkan.

Kegiatan Marketing memiliki cakupan sangat luas, mulai dari mengenalkan, membeli hingga loyal, maka didalamnya terdapat bidang-bidang pekerjaan yang membutuhkan keahlian masing-masing, seperti bidang marketing itu sendiri, marketing communication (promotion), public relation, sales hingga costumer services.

Bidang Marketing bertugas untuk mengetahui siapa target pasar yang dibidik, seberapa besar target yang harus dicapai, dengan strategi apa untuk mencapainya, siapa saja pesaingnya, apa kekuatan dan kelemahan, apa diferensiasi kita dibanding pesaing dan sebagainya.

Bidang Marketing Communication (promotion) bertugas untuk menterjemahkan "blueprint" yang telah dicanangkan oleh bagian Marketing kedalam berbagai bentuk "senjata komunikasi" yang akan dipakai.

Sementara bidang sales dan costumer service dapat diibaratkan sebagai tentara infantri yaitu lini terdepan yang berhadapan langsung dengan target pasar yang telah dipilih, menjalankan strategi yang telah ditetapkan dengan memakai senjata yang telah dipersiapkan tadi.

Public relation diibaratkan sebagai diplomat yang menjalankan peran diplomasi dengan konsumen, korporasi internal dan eksternal serta media.

 

Menselaraskan Ilmu Dakwah dengan Ilmu Marketing.

Rasulullah SAW pastinya merupakan sumber referensi ilmu terbaik dalam berdakwah. Lalu apakah kita dibolehkan memperkaya wawasan dengan memakai ilmu-ilmu yang sumbernya berasal dari luar Islam?

Untuk menjawabnya, kita akan sama-sama mempelajarinya dari pendapat para ulama mengenai penjelasan tentang ibadah.

 

Ibadah memiliki 2 kategori yaitu Ibadah Mahdhah dan Ibadah Ghoiru Mahdhah.

Ibadah Mahdhah adalah ibadah khusus yang sudah ditentukan syarat dan rukunnya.
Untuk perkara Ibadah Mahdhah, Hukum asalnya adalah haram kecuali ada nash yang mensyariatkannya (Al aslu fil ibaadaati al khatri illa binassin).

Misalkan, sholat lima waktu, karena adalah perkara ibadah Mahdhah, maka tata cara, tempat, waktu dan qadarnya haruslah yang sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Ibadah Ghoiru Mahdhah adalah kegiatan umum yang diniatkan untuk mencari ridho Allah yang tidak memiliki aturan baku. Untuk perkara Ibadah Ghoiru Mahdhah, Hukum asal dari seuatu adalah boleh kecuali ada dalil yang melarangnya (wal ashlu fi ‘aadaatinal ibaahati hatta yajii u sooriful ibadah).

Misalkan, Membuat pedoman cara cepat belajar tajwid dalam 7 hari, Mengajar membaca Al Qur'an menggunakan animasi melalui internet (Youtube), Membuat aplikasi smartphone pengingat waktu sholat dan sebagainya.

Berdasarkan dari pendapat ulama tersebut maka selama isi kegiatan "menerapkan ilmu marketing dalam berdakwah" tersebut tidak melanggar syariat yang ditetapkan Allah melalui Rasulullah SAW, hukum asalnya adalah boleh.

kita pun sebaiknya tidak terperangkap dengan istilah "Ilmu Barat" karena semua ilmu yang baik itu pasti berasal dari Allah SWT yang karena atas rahmat-Nya memberikan ilmu ke siapa saja yang dikehendaki-Nya, baik muslim maupun non muslim.

kita juga mengingat fakta sejarah bahwa banyak ilmu-ilmu dan penemuan modern barat yang sebenarnya ditemukan oleh ilmuwan-ilmuwan muslim yang terkenal seperti Ibnu Sina, Ibnu Chaldun, Alfarabi dan lain-lain.

 

Mengenal Target Pasar (Target Audiens dakwah) Dan Strategi Mendekatinya.

Dalam ilmu pemasaran, mengenal target pasar sangatlah penting karena tidak semua konsumen bisa didekati dengan cara yang sama.

Kita tidak bisa menjual produk atau jasa ke target pasar A class (kelas pendapatan dan pengeluaran yang besar) dengan cara pendekatan C Class (kelas pendapatan dan pengeluaran yang kecil).

Mendekati target pasar anak muda dengan cara pendekatan target pasar usia 40 tahun keatas.

Mendekati target pasar berpendidikan dengan cara pendekatan target pasar tidak mengenyam pendidikan.

Mendekati target pasar daerah Papua dengan cara pendekatan daerah Aceh yang mempunyai karakter berbeda.

Mendekati pasar yang yang belum mengenal produk anda dengan cara pendekatan pasar sudah banyak memakai produk anda dan sebagainya.

 

Siapa Target Audiens Dakwah Kita dan Sudah Efektifkah Cara Kita Mendekatinya?

Saat kita berhadapan dengan target audiens non muslim, artinya kita berhadapan dengan pasar yang belum mengenal produk kita. Seringkali kita merasa sedang mengajak (berdakwah) padahal kita malah semakin menjauhkan target audiens non muslim tersebut kepada Islam karena beberapa kesalahan, seperti menggunakan
kekerasan, menyebarkan kebencian hingga kesalahan terkecil seperti menggunakan istilah-istilah yang asing ditelinga mereka.

Logika sederhananya adalah, apakah kita akan membeli produk yang dijual oleh sales yang membenci kita?

Golongan orientalis berusaha mengaburkan fakta sejarah dengan membuat opini bahwa Islam tersebar menggunakan "Pedang" dan menutupi fakta bahwa sangat banyak catatan sejarah yang menuliskan tentang keindahan akhlak Rasulullah SAW yang membawa orang-orang pada saat itu memutuskan untuk masuk Islam.

Sebagaimana kisah-kisah masuk Islamnya, orang-orang yang keras terhadap Rasulullah, diantaranya Umar Bin Khattab, Khalid Bin Walid, Abu Sufyan, Penduduk Thaif adalah sikap permusuhan yang dibalas dengan elembutan hati Rasulullah SAW.

Adapun perang-perang yang dilakukan pada saat itu bersifat pertahanan diri, bentuk ketegasan dan sudah mendapatkan izin Allah SWT serta dilakukan dengan cara-cara yang diperkenankan Allah SWT.


Saat kita berhadapan dengan target audiens muslim yang belum memiliki pengetahuan dan ketaatan yang seharusnya mengenai Islam, artinya kita berhadapan dengan pasar yang belum loyal terhadap produk kita. Seringkali kita menggunakan cara-cara yang malah semakin membuat mereka bingung dan merasa berat menjalankan Islam.

Logika sederhananya adalah, apakah kita bisa tertarik menerima tawaran mengikuti kejuaraan olah raga lari kelas dunia, sementara kondisi kita hanya memiliki sedikit pengetahuan tentangnya bahkan sangat jarang pula melakukannya.

Seringkali perbedaan-perbedaan dalam mahzab, khilafiah dan sebagainya digadang- gadangkan oleh para pendakwah itu sendiri kepada target audiens muslim yang belum memiliki pengetahuan dan ketaatan yang seharusnya mengenai Islam, sehingga menimbulkan kebingungan.

Juga seringkali pendakwah kurang sabar terhadap proses sehingga membuat menjalankan Islam terkesan menjadi sangat berat.

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif

 


TRANSLATE

Indonesian English French German Italian Portuguese Russian Spanish