rukun iman

Rukun Iman

Rukun Iman adalah hal-hal yang disyaratkan atau harus dipenuhi untuk menjadi seorang dapat dikatakan beriman.

Iman sering diartikan dengan percaya atau secara bahasa berarti tashdiq (membenarkan). Seseorang yang telah memenuhi rukun iman dsebut sebagai mukmin atau orang beriman.

Iman yang sempurna itu adalah Tashdiq bil Qalbi (meyakini dengan hati), Iqrar bil Lisan (mengucapkan dengan lisan) dan Amal bil Arkan (mengamalkan dengan perbuatan).

 

Adapun yang menjadi rukun iman dalam islam adalah :

 

1. Iman kepada Allah

2. Iman kepada Malaikat

3. Iman kepada Nabi dan Rasul

4. Iman kepada Kitab Suci

5. Iman kepada Hari Kiamat

6. Iman kepada Qadha & Qadar

 

Imam Syafi’i berkata, “Iman itu meliputi perkataan dan perbuatan. Dia bisa bertambah dan bisa berkurang. Bertambah dengan sebab ketaatan dan berkurang dengan sebab kemaksiatan.”

 

 

Beberapa sumber dalil mengenai Rukun Iman :

QS. Albaqarah: 177

 

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلاَئِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَءَاتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلاَةَ وَءَاتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

 

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

 

HR.Muslim

Maka kabarkan padaku tentang iman, Rasulullah bersabda: Iman adalah bahwa kamu beriman kepada Allah dan malaikatNya, segala kitabNya, dan RasulNya dan hari akhirat serta kamu beriman dengan qadar baik dan buruk.

 

Iman kepada Allah

 

QS. Al Ikhlas: 1 - 4

 

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

Dia-lah Allah, Yang Maha Esa

 

اللَّهُ الصَّمَدُ

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu

 

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan

 

وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia

Untuk menjadi seorang mukmin, setiap orang harus mengenal Allah SWT terlebih dahulu. Mengenal Allah SWT dilakukan dengan cara mengenal 20 sifat yang wajib pada Allah, 20 sifat mustahil pada Allah dan 2 sifat jaiz (boleh) pada Allah SWT.

Para ulama Ahlussunnah Waljama’ah sepakat bahwa sifat Allah dan segala kesempurnaannya tidak hanya terbatas pada pembagian sifat tersebut saja. Namun pembagian sifat yang sudah dirumuskan oleh Imam Hasan Asy’ariy ini hanya batas minimal yang harus diketahui dan agar memudahkan kita mengenal Allah.

 


 Iman kepada Malaikat

Malaikat merupakan makhluk yang selalu patuh kepada Allah sebagaimana firman Allah:

 

QS. Fathir: 1

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ جَاعِلِ ٱلْمَلَٰٓئِكَةِ رُسُلًا أُو۟لِىٓ أَجْنِحَةٍ مَّثْنَىٰ وَثُلَٰثَ وَرُبَٰعَ ۚ يَزِيدُ فِى ٱلْخَلْقِ مَا يَشَآءُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Beberapa nama malaikat :

  1. Jibril, bertugas menyampaikan wahyu
  2. Mikail, bertugas mengurusi rizki para makhluk
  3. Israfil, bertugas meniup sangkakala
  4. Izrail, bertugas mencabut nyawa
  5. Munkar
  6. Nakir, bertugas menanyakan mayat dalam kubur.
  7. Raqib
  8. Atid, bertugas mencatat amal manusia
  9. Malik Zabaniyah, bertugas menjaga neraka
  10. Ridwan, bertugas menjaga surga.


 Iman kepada Kitab Suci

 

QS. Al Maa’idah: 68

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَسْتُمْ عَلَىٰ شَيْءٍ حَتَّىٰ تُقِيمُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ ۗ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا ۖ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan Taurat, Injil, dan (Al Quran) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.

 

Jumlah kitab yang Allah SWT turunkan berjumlah 4 kitab.

  1. Al Quran (diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW)
  2. Injil (diturunkan melalui Nabi Isa)
  3. Taurat (diturunkan melalui Nabi Musa)
  4. Zabur (diturunkan melalui Nabi Daud).

 

Selain itu, Allah juga menurunkan beberapa shuhuf atau lembaran- lembaran. Jumlah shuhuf yang Allah turunkan berjumlah 100 shuhuf dengan perincian sebagai berikut

  1. 50 shuhuf untuk Nabi Syits
  2. 30 shuhuf untuk Nabi Idris
  3. 10 shuhuf untuk Nabi Ibrahim
  4. 10 shuhuf untuk Nabi Adam

 


 

Iman kepada Nabi dan Rasul

 

Jumlah keseluruhan para Nabi menurut satu riwayat adalah 124.000 Nabi. Sementara para Rasul keseluruhan berjumlah 313 orang. Dari sekian banyak Nabi dan Rasul, yang wajib kita ketahui hanya 25 saja. Berikut daftar ke-25 Nabi dan Rasul yang wajib kita ketahui tersebut:

  1. Adam as
  2. Idris as
  3. Nuh as
  4. Hud as
  5. Shaleh as
  6. Ibrahim as
  7. Luth as
  8. Ismail as
  9. Ishak as
  10. Ya`qub
  11. Yusuf As
  12. Ayub as
  13. Syu`ib as
  14. Musa As
  15. Harun as
  16. Zulkifli as
  17. Daud as
  18. Sulaiman as
  19. Ilyas as
  20. Ilyasa` as
  21. Yunus As
  22. Zakaria as
  23. Yahya as
  24. Isa as
  25. Muhammad SAW

 

Di antara 25 Rasul tersebut di atas, ada 5 Rasul yang diberi gelar Ulul Azmi, gelar yang diberikan karena mendapat cobaan yang sangat berat. Kelima Rasul tersebut adalah

  1. Nabi Muhammad SAW
  2. Nabi Ibrahim AS
  3. Nabi Musa As
  4. Nabi Isa As
  5. Nabi Nuh As.

 


 

Iman kepada Hari Kiamat

Hari kiamat atau hari akhir adalah hari dimana seluruh alam semesta dan segala isinya mengalami kehancuran sehingga hanya Allah-lah yang maha kekal.

 

QS. Al Mu'minun: 16

ﺛُﻢَّ ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺗُﺒْﻌَﺜُﻮﻥَ

 Kemudian, Sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.

 


 

Iman kepada Qadha & Qadar

 

Iman kepada Qadha dan Qadar sering disederhanakan menjadi iman kepada takdir.

 

Para ulama’ memiliki pandangan yang berbeda akan penafsiran qadha dan qadar.

 


Qadhar

Sebagian ulama berpendapat bahwa Qadar adalah ketentuan-ketentuan Allah yang telah ditetapkan dalam kitab lauhul mahfuz yang akan terjadi kepada mahkluk Allah.

Karena sudah ditetapkan, ketentuan ini pasti akan terjadi sesuai dengan apa yang tertulis dalam kitab lahul mahfuz.

 

 

Q.S Al An’aam : 59

 

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لا يَعْلَمُهَا إِلا هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلا يَعْلَمُهَا وَلا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الأرْضِ وَلا رَطْبٍ وَلا يَابِسٍ إِلا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

 

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz).

 

 

Tetapi karena Qadar adalah sesuatu yang bersifat "akan" atau "belum terjadi", maka atas kehendak Allah pula lah Qadar diyakini bisa dirubah melalui doa dan ikhtiar, sebagaimana bunyi dari ayat tersebut.

 

Q.S Ar-Ra’d : 11

 

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

 

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

 

 

Qadha

 

Sebagian ulama berpendapat bahwa Qadha adalah ketentuan Allah yang telah terjadi atau kondisi disaat Qadar telah terpenuhi.

 

Q.S Al-A’laa : 3

 

وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَىٰ

"Dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk.

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif


BELAJAR ALQUR'AN

TRANSLATE

Indonesian English French German Italian Portuguese Russian Spanish

PENGETAHUAN DASAR

Rukun Iman

rukun iman

Rukun Iman adalah hal-hal yang disyaratkan atau harus dipenuhi untuk menjadi seorang dapat dikatakan beriman. Iman sering diartikan dengan percaya atau secara bahasa berarti tashdiq (membenarkan).

Mengenal Sifat Allah

sifat Allah

Sifat Allah itu tidak terhitung atau tidak mungkin terdefinisi oleh ilmu manusia yang terbatas.

Hanya saja para ulama terdahulu mencoba membuat metode membatasi sifat Allah yang kita kenal dengan "20 sifat wajib" agar kita dapat lebih mudah mengenal Allah melalui sifat-Nya.

Rukun Islam

rukun islamRukun adalah hal-hal yang disyaratkan atau harus dipenuhi, jadi Rukun Islam adalah hal-hal yang disyaratkan atau harus dipenuhi untuk menjadi seorang muslim atau muslimat.

Syarat Awal Memeluk Agama Islam

masuk islam

Dengan menyatakan Dua Kalimat Syahadat, insya Allah orang tersebut sudah termasuk sebagai seorang muslim (untuk laki-laki) atau muslimah (untuk wanita). Kesaksian ini sebaiknya disaksikan dan dibimbing oleh beberapa orang muslim yang memiliki pengetahuan agama islam yang baik agar orang tersebut mendapat tuntunan.