Metode Ustadz Adi Hidayat

1. Yakin bahwa ini adalah mudah.

karena Allah sendiri yang mengatakan (berfirman) dalam Alqur'an :

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran[*], maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

[*] Yakni untuk dibaca, dihapal, dipahami, dipelajari dan direnungi. Allah Subhaanahu wa Ta'aala telah memudahkan lafaznya untuk dibaca dan dihapal, maknanya untuk dipahami dan diiketahui. Hal itu, karena Al Qur’an adalah sebaik-baik perkataan, paling benar maknanya dan paling jelas keterangannya. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata, “Kalau bukan karena 
Allah telah memudahkan Al Qur’an pada lisan manusia, tentu tidak satu pun makhluk yang dapat berbicara dengan firman Allah ‘Azza wa Jalla.”

 

2. Gunakan mushaf standar hafalan.

Saat ini banyak beredar mushaf, diantaranya mushaf tajwid, mushaf tafsir dan sebagainya. Agar fokus tidak terpecah maka disarankan menggunakan mushaf standar hafalan (Mushaf Tahfiz).

 

3. Mengalokasikan waktu khusus

  • Al hifzh (Menghafal)
    • minimal satu jam satu hari, jika dibagi waktu sholat menjadi hanya 12 menit.
    • Saat terbaik menghafal Al Qur'an adalah diwaktu subuh (sebelum atau sesudah sholat subuh/fajar)
    • Maksimal 3 -5 ayat saja

 

  • Muraja'ah (Mengulang di waktu khusus)
    • Dibaca setiap sholat Sunnah.
    • Sempurnakan pada saat sholat tahajud.

 

SABTU AHAD SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT
 3 Ayat  2 Ayat  Ulang  2 Ayat  2 Ayat  1 Ayat  Ulang
 Dhuha  Dhuha  Dhuha  Dhuha  Dhuha  Dhuha  Dhuha
 Dzuhur  Dzuhur  Dzuhur  Dzuhur  Dzuhur  Dzuhur  Dzuhur
 Ashar  Ashar  Ashar  Ashar  Ashar  Ashar  Ashar
 Maghrib  Maghrib  Maghrib  Maghrib  Maghrib   Maghrib  Maghrib
 Isya  Isya  Isya  Isya  Isya  Isya  Isya
 Tahajud  Tahajud  Tahajud  Tahajud  Tahajud  Tahajud  Tahajud



  • Mudzakarah (mengulang di waktu Luang)

Mengulang disetiap waktu luang, misal saat macet dijalan.

 

4. Menentukan guru atau perangkat terbaik.

Harus ada guru untuk mengkoreksi bacaan agar tidak terlanjur menghafal sesuatu yang salah diwajibkan ada guru, jika tidak ada cari perangkat yang dapat membantu, seperti aplikasi atau video bacaan Al Qur'an yang dibaca dengan benar.

 

5. Meluruskan niat dan mengikhlaskan hati

لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ

Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.

 

إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ

Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.

 

فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ

Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.

(QS Al Qiyamah Ayat 16-18)


Jangan ingin cepat-cepat menghafal, karena Alqur'an itu dapat kita hafal adalah karena Allah yang mengumpulkannya didalam dada kita.

 


6. Berdoa memohon kemudahan dan keberkahan.

Saat sebelum menghapal, mintalah agar dimudahkan. Jika sudah hafal mintalah agar Al quran tetap tertanam pada diri kita (tidak lupa).

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif

 


BELAJAR ALQUR'AN

 

BERITA

Masjid Indonesia Pertama di London-UK

 

Kisah perjuangan pembangunan Masjid Indonesia pertama di London menemui babak baru. Upaya yang telah dirintis sejak 20 tahun tersebut, kini terancam gagal.

Kenali Kelompok & Aliran Dalam Islam di Indonesia

 

"Sesungguhnya ummatku akan terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, yang semuanya berada di Neraka, kecuali satu golongan".

Fatwa MUI Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial

 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial. Fatwa ini mengatur banyak hal, mulai dari cara membuat postingan media sosial cara memverifikasi hingga buzzer.

Muslim Go Aplikasi Islami Pertama Dengan Sertifikasi Kemenag RI

 

Muslim Go adalah aplikasi mobile menyediakan berbagai macam layanan yang dibutuhkan oleh kalangan Muslim di Indonesia. Muslim Go hadir dengan fitur untuk penunjuk dan pengingat waktu shalat, Al-Qur’an digital, kalender islam, arah kiblat, mencari masjid terdekat serta restoran halal dan sebagainya. 

Akankah ukhuwah Islamiah akan tetap terjaga setelah Kemenangan?

 

Umar Bin Khattab berkata, “Sesungguhnya setelah ada kesempurnaan itu hanyalah ada kekurangan.” Jika ukhuwah islamiyah ini merupakan tanda kemenangan, maka yang pantas dikuatirkan adalah saatnya kemunduran.

TAUSIAH

Doa-Doa Para Nabi & Rasul

 

Doa Nabi Adam 

“Robbana zholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lana kunnana minal khosirin“  

Matematika Pahala

 

Pengusaha : “Hei panjang kali do'a kau, Ma'in, he he Kalau mau sukses seperti aku, sedekah lah! Gitu kudengar dari ustad", Ujar sang pengusaha sambil terkeh-kekeh yang membuat para bawahannya cuma bisa mesem-mesem saja. 

Turnamen Nasional Panahan Tradisional Horsebow Daarul Qur'an 4 Juni 2017

 

Turnamen Nasional Panahan Tradisional Horsebow Daarul Qur'an 4 Juni 2017 

Pondok Modern Gontor

 

Pondok Modern Gontor adalah pelopor pesantren modern yang membekali santrinya dengan pendidikan agama Islam ditambah ilmu-ilmu umum yang menunjang kompetensi santrinya seperti menjadikan bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa sehari-hari. 

Mereka Yang Didoakan Oleh Para Malaikat

 

Malaikat pun senantiasa mendoakan manusia, sehingga atas kedudukannya yang mulia, tentunya kita pun berharap menjadi termasuk manusia yang didoakan oleh para malaikat.

BELAJAR ISLAM

Silsilah Garis Keturunan 25 Nabi dan Rasul

 

Menurut pendapat para ulama, jumlah Nabi dan Rasul sangatlah banyak, dikatakan bahwa jumlah nabi mencapai hingga 124.000 orang. 

Kisah Nabi Musa & Wanita Penzina

 

Malaikat Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?

Rukun Islam

Rukun adalah hal-hal yang disyaratkan atau harus dipenuhi, jadi Rukun Islam adalah hal-hal yang disyaratkan atau harus dipenuhi untuk menjadi seorang muslim atau muslimat.

Keistimewaan Penghafal Al-Qur’an

 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Subhaanahu wata’ala mengangkat derajat beberapa kaum dengan Al-Qur’an ini dan merendahkann yang lain dengannya pula.” (H.R. Muslim) 

KH. Hasyim Asy'ari

 

Hasyim Asy'arie kemudian memutuskan untuk kembali ke Mekkah dan menetap di sana selama kurang lebih tujuh tahun. Di Mekkah beliau banyak berguru ke ulama-ulama besar baik dari Mekkah sendiri maupun ulama Indonesia.