Berbagai Metode Menghafal Al Qur'an

 

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran[*], maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

[*] Yakni untuk dibaca, dihapal, dipahami, dipelajari dan direnungi. Allah Subhaanahu wa Ta'aala telah memudahkan lafaznya untuk dibaca dan dihapal, maknanya untuk dipahami dan diiketahui. Hal itu, karena Al Qur’an adalah sebaik-baik perkataan, paling benar maknanya dan paling jelas keterangannya. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata, “Kalau bukan karena Allah telah memudahkan Al Qur’an pada lisan manusia, tentu tidak satu pun makhluk yang dapat berbicara dengan firman Allah ‘Azza wa Jalla.”

 

Al Qur'an merupakan mukjizat nyata warisan Rasulullah SAW, berupa firman Allah, yang bisa kita baca, tadaburi bahkan kita tanamkan (install) didalam diri kita dengan cara menghafalnya. Bahkan dengan menghafal, bukankah artinya kita terus mengulang-ulang bacaan sehingga kita banyak mendapat pahala beserta manfaat-manfaat lainnya yang didapat untuk orang yang membaca Al Qur'an.

Dengan menghafal Al Qur'an, kita pun menjadi selalu bersama Al Qur'an, yang dapat menjadi proteksi kita untuk kehidupan dunia dan akhirat. Berikut adalah metode cara menghafal Al Qur'an yang mungkin bisa memudahkan kita dalam menghafal Al Qur'an, Bahkan Allah sendiri yang berfirman dalam ayat diatas bahwa telah memudahkan Al Qur'an untuk dipelajari.

 


 

Metode Ustadz Adi Hidayat

1. Yakin bahwa ini adalah mudah.

karena Allah sendiri yang mengatakan (berfirman) dalam Alqur'an :

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran[*], maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

[*] Yakni untuk dibaca, dihapal, dipahami, dipelajari dan direnungi. Allah Subhaanahu wa Ta'aala telah memudahkan lafaznya untuk dibaca dan dihapal, maknanya untuk dipahami dan diiketahui. Hal itu, karena Al Qur’an adalah sebaik-baik perkataan, paling benar maknanya dan paling jelas keterangannya. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata, “Kalau bukan karena 
Allah telah memudahkan Al Qur’an pada lisan manusia, tentu tidak satu pun makhluk yang dapat berbicara dengan firman Allah ‘Azza wa Jalla.”

 

2. Gunakan mushaf standar hafalan.

Saat ini banyak beredar mushaf, diantaranya mushaf tajwid, mushaf tafsir dan sebagainya. Agar fokus tidak terpecah maka disarankan menggunakan mushaf standar hafalan (Mushaf Tahfiz).

 

3. Mengalokasikan waktu khusus

  • Al hifzh (Menghafal)
    • minimal satu jam satu hari, jika dibagi waktu sholat menjadi hanya 12 menit.
    • Saat terbaik menghafal Al Qur'an adalah diwaktu subuh (sebelum atau sesudah sholat subuh/fajar)
    • Maksimal 3 -5 ayat saja

 

  • Muraja'ah (Mengulang di waktu khusus)
    • Dibaca setiap sholat Sunnah.
    • Sempurnakan pada saat sholat tahajud.

 

SABTU AHAD SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT
 3 Ayat  2 Ayat  Ulang  2 Ayat  2 Ayat  1 Ayat  Ulang
 Dhuha  Dhuha  Dhuha  Dhuha  Dhuha  Dhuha  Dhuha
 Dzuhur  Dzuhur  Dzuhur  Dzuhur  Dzuhur  Dzuhur  Dzuhur
 Ashar  Ashar  Ashar  Ashar  Ashar  Ashar  Ashar
 Maghrib  Maghrib  Maghrib  Maghrib  Maghrib   Maghrib  Maghrib
 Isya  Isya  Isya  Isya  Isya  Isya  Isya
 Tahajud  Tahajud  Tahajud  Tahajud  Tahajud  Tahajud  Tahajud



  • Mudzakarah (mengulang di waktu Luang)

Mengulang disetiap waktu luang, misal saat macet dijalan.

 

4. Menentukan guru atau perangkat terbaik.

Harus ada guru untuk mengkoreksi bacaan agar tidak terlanjur menghafal sesuatu yang salah diwajibkan ada guru, jika tidak ada cari perangkat yang dapat membantu, seperti aplikasi atau video bacaan Al Qur'an yang dibaca dengan benar.

 

5. Meluruskan niat dan mengikhlaskan hati

لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ

Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.

 

إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ

Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.

 

فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ

Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.

(QS Al Qiyamah Ayat 16-18)


Jangan ingin cepat-cepat menghafal, karena Alqur'an itu dapat kita hafal adalah karena Allah yang mengumpulkannya didalam dada kita.

 


6. Berdoa memohon kemudahan dan keberkahan.

Saat sebelum menghapal, mintalah agar dimudahkan. Jika sudah hafal mintalah agar Al quran tetap tertanam pada diri kita (tidak lupa).

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif

 


 

Metode Ustadz Yusuf Mansyur


1. Saat seseorang akan menghafal Alqur'an, jangan cepat berpindah ayat, diulang dahulu sekitar 20-40 kali, biarkan hafal dengan sendirinya (karena pengulangan).

2. kalau Ayat terlalu panjang, dipotong bagian-bagiannya yang sanggup kita hafal.

3. Menghafal itu di nikmati, bukan dipercepat. Dinikmati, diresapi hingga ayat itu menyatu dengan darah dan daging kita. Dengan hati dan pikiran kita

4. Pakai ayat yang kita telah hafal di dalam sholat-sholat sunah.

5. Lihat nomor ini 922 922 922. lalu tutup artikel ini. Pasti langsung hafal. Itulah “Hafalan Bohong”. karena hanya bersifat sementara, bagaimana ingatan anda akan nomor tadi, Minggu depan? Bulan depan? Pasti lupa.

6. Dengan menghafal Alqur'an, secara otomatis kita akan sering membacanya, itu sama saja dengan menabung pahala dan kebaikan bergunung-gunung

7. Yang memiliki hajat, misalnya, belum berjodoh, ingin punya keturunan, bebas hutang dan sebagainya minta sama Allah agar diberikan bonus selain pahala menghafal Alqur'an.

 

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif

 


 

Metode Ustadz Deden

1. Menghafal tidak harus hafal

Allah memberi kemampuan menghafal dan mengingat yang berbeda-beda pada tiap orang.

Bahkan imam besar dalam ilmu qiroat, guru dari Hafs -yang mana bacaan kita merujuk pada riwayatnya- yaitu Imam Asim menghafal Al-Quran dalam kurun waktu 20 tahun.

Target menghafal bukanlah ‘ujung ayat’ tapi bagaimana kita menghabiskan banyak waktu bersama Al Qur'an.

 

2. Bukan untuk diburu-buru, bukan untuk ditunda-tunda

Jika kita sudah menetapkan durasi, misalkan, sekian jam disediakan secara khusus untuk menghafal misalnya, maka berapapun ayat yang dapat kita hafal tidak jadi masalah.

Jangan berpindah ayat jika belum benar-benar hafal. Nikmati saja saat-saat ini. Saat dimana kita bercengkrama dengan Allah, bukankah satu huruf melahirkan sepuluh pahala bukan?

Tapi ingat, bukan berarti kita menunda-nunda waktu. Usahakan punya waktu khusus

 

3. Menghafal bukan untuk khatam, tapi untuk setia bersama Qur’an

Kondisi hati yang tepat dalam menghafal adalah BERSYUKUR bukan BERSABAR. Mungkin kita sering mendengar kalimat “Menghafal itu harus sabar”,

Sebenarnya tidak salah, hanya kurang pas saja. Kesannya ayat-ayat itu adalah sekarung batu di punggung kita, yang cepat-cepat kita pindahkan agar segera terbebas dari beban (khatam).

Bukankah di awal surat Thoha Allah berfirman bahwa Al-Qur’an diturunkan BUKAN SEBAGAI BEBAN. Untuk apa khatam jika tidak pernah diulang? Setialah bersama Al-Qur’an.

 

4. Senang dirindukan ayat

Jika Ayat-ayat yang sudah kita baca berulang-ulang namun belum juga menempel pada memori, sebenarnya ayat itu sedang ingin bersama kita. Cobalah dibaca arti dan tafsirnya. Bisa jadi ayat itu adalah ‘jawaban’ dari ‘pertanyaan’ kita.

 

5. Menghafal sesuap-sesuap

Nikmatnya suatu makanan itu terasa ketika kita sedang memakannya, bukan sebelum makan bukan pula setelahnya. Nikmatnya menghafal adalah ketika membaca berulang-ulang.

Dan besarnya suapan juga harus pas di volume mulut kita agar makan terasa nikmat. Makan pakai sendok teh tidak nikmat karena terlalu sedikit, begitu pula makan pakai centong nasi bikin muntah karena terlalu banyak.

Menghafal-pun demikian. Jika “‘amma yatasa alun” terlalu panjang, maka cukuplah “‘amma” diulang-ulang.

Jika terlalu pendek maka lanjutkanlah sampai “‘anin nabail ‘adzhim” kemudian diulang-ulang. Sesuaikan dengan kemampuan ‘menelan’ masing-masing anda.


6. Fokus pada perbedaan, baikan persamaan

Banyak ayat yang sama atau mirip dalam Al Qur'an, misal ayat “Fabi ayyi alaa’i rabbikuma tukadz dziban” jika kita hafal 1 ayat ini, Maka sebenarnya kita sudah hafal 31 ayat dari 78 ayat yg ada di surat Ar-Rahman, karena ada pengulangan, ini adalah bonus. Sehingga kita bisa fokus menghapal pada ayat lainnya.


7. Pastikan ayatnya bertajwid

Cari guru yang bisa mengoreksi bacaan kita. Bacaan tidak bertajwid yang ‘terlanjur’ kita hafal akan sulit dirubah/diperbaiki di kemudian hari (setelah kita tahu hukum bacaan yang sebenarnya).

Jangan dibiasakan otodidak dalam hal apapun yang berkaitan dengan Al-Qur’an; membaca, mempelajari, mentadabburi, apalagi mengambil hukum dari Al-Quran.

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif




 

Metode Ustadz Rony

Menghafal dengan Otak Kanan

Sebagai penemu Mengafal al-Quran dengan otak kanan, Alumnus Fakuktas Syariah ISID (UNIDA) Gontor Jawa Timur ini melatih peserta pelatihan dengan gerakan untuk mengasah fokus. Terus berusaha fokus merupakan salah satu tantangan dalam proses menghafal al-Quran.

Beberapa pelatihan senam fokus (secara lebih lengkap disampaikan di buku beliau) adalah senam jari dan tangan. Mulai gerakan jari ke kanan dan kiri,menggerakkan jempol kiri di depan mata secara horisontal ke kanan dan kiri, lalu ada gerakan tangan kanan ke arah atas-bawah sementara tangan kiri ke kanan dan kiri dan sebagainya.

Senam tersebut bisa dilakukan secara rutin, masing-masing gerakan 3 menit setiap hari. Ini untuk menstimulasi kerja otak kanan agar dapat fokus pada sesuatu, memperkuat hafalan bahkan meminimalisasi kepikunan.

Sambil melatih otak kanan dengan gerakan senam tersebut, Ustad Rony mengenalkan metode menghafal al-Quran melalui 3 tahap, yakni Azam, Yaqra’ dan Talqin.

 

A. Azam

Merupakan kunci utama dalam proses mengahafal Al-Quran. Karena pondasi dan kekokohan komitmen menghafal ditempa di tahap ini.

Azam ini merupakan keinginan yang kuat, yang akan bertemalikan dengan tekad yang kuat, niat ikhlas, semangat tinggi dan kepemilikan akan target yang jelas.

 

Adapun praktek Azam bisa dilakuakan secara kontinyu melalui :

  • Konsentrasi.
  • Bernafas dengan teratur dan tidak tergesa
  • Mengondisikan tubuh untuk rileks.

 

B. Yaqra

Yaqra adalah membaca ayat berulang dan berkesinambungan.Praktek Yaqra dilakukan dengan tahapan berikut :

  • Membaca satu ayat minimal dibaca 5 kali (lebih banyak, lebih baik).
  • Membaca dan memahami terjemah ayat yang dibaca.
  • Mengingat kata pertama di ayat yang kita baca.
  • Mengingat huruf pertama (pada kata pertama) di ayat yang kita baca.
  • Merasakan ketenangan seolah sedang berbicara dengan Allah.
  • Mengulangi bacaan sambil mengingat terjemah/makna.

 

C. Talqin

Talqin adalah pendiktean. Talqin ini dimaksudkan untuk memastikan (kebenaran) penyampaian/pengucapan/hafalan.

Tahapan ini untuk memastikan bahwa ayat yang sudah dibaca dan (akan/telah) dihafal sudah diklarifikasi penyampaiannya melalui instrumen simbol berupa huruf latin.

Menurut Ust Rony, di tahapan inilah, optimalisasi kerja otak kanan dilakukan. Di samping mengingat (fungsi otak kiri) kata dan huruf pertama ayat, juga mengkait-eratkannya dengan (transliterasi) melalui simbol huruf latin.

 

Praktek Talqin dilakukan dengan:

  • Mengingat simbol huruf latin sebagai pengikat hafalan ayat
  • Sembari menggunakan cara di atas, silahkan membaca ayat yang akan (/telah) dihafal min. 5 kali.
  • Mengulangi hafalan dengan mengingat simbol latin atas huruf pertama di ayat yang sedang dihafal.

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif


NEWS

Masjid Indonesia Pertama di London-UK

 

Kisah perjuangan pembangunan Masjid Indonesia pertama di London menemui babak baru. Upaya yang telah dirintis sejak 20 tahun tersebut, kini terancam gagal.

Sejumlah Ulama Mengutuk Aksi Teror Bom

 

Kejadian teror bom di Surabaya dan tempat-tempat lainnya yang baru-bara saja terjadi cukup kembali membuat semua pihak geram. Berbagai ulama di Indonesia pun menyampaikan bahwa tindakan tersebut tidak dibenarkan dalam agama dan mengutuk siapa pun pelakunya. 

Tabligh Akbar Politik Islam - Subuh Berjama'ah di Masjid Al Azhar

 

Semenjak bergulirnya masalah "Penistaan Al qur'an", terlepas dari masalah itu sendiri, rupanya membawa dampak positif, yaitu merekatnya kembali ukhuwah Islamiyah.  

Masjid Sultan Ahmed (Blue Mosque), Turki

 

Masjid Sultan Ahmed (Blue Mosque), TurkiMasjid Sultan Ahmed (Sultan Ahmed Camii) atau Masjid Biru (Blue Mosque) adalah sebuah masjid bersejarah yang terletak di Istanbul, Turki. Sebuah situs wisata populer di Turki. 

Tata Cara Pengurusan Sertifikat Halal MUI

 

Sertifikat Halal MUI adalah fatwa tertulis Majelis Ulama Indonesia yang menyatakan kehalalan suatu produk sesuai dengan syari’at Islam. Sertifikat Halal MUI ini merupakan syarat untuk mendapatkan ijin pencantuman label halal pada kemasan produk dari instansi pemerintah yang berwenang. 

EKONOMI SYARIAH

WIEF Mendorong UKM Berbasis Islam Menjadi Bisnis Masa Depan

 

Forum WIEF berhasil menciptakan komitmen investasi di sektor UMKM senilai US$ 900 juta atau sekitar Rp 11,88 triliun. 

Ethis Crowd Mengenalkan Fintech Crowd Founding Berbasis Syariah Pertama di Dunia

 

Di tengah bangkitnya pilar-pilar ekonomi berbasis syariah, Ethis Crowd mengenalkan fintech crowd founding properti berbasis syariah pertama di dunia.

Muslim Go Aplikasi Islami Pertama Dengan Sertifikasi Kemenag RI

 

Muslim Go adalah aplikasi mobile menyediakan berbagai macam layanan yang dibutuhkan oleh kalangan Muslim di Indonesia. Muslim Go hadir dengan fitur untuk penunjuk dan pengingat waktu shalat, Al-Qur’an digital, kalender islam, arah kiblat, mencari masjid terdekat serta restoran halal dan sebagainya. 

Dompet Dhuafa Kirim Dai Ambassador ke Berbagai Negara

 

Dompet Dhuafa akan mengirimkan 25 Dai Ambassador ke berbagai negara selama bulan suci Ramadhan. Tahun ini merupakan kali keenam Dompet Dhuafa melalui Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) mengirimkan dai ke luar negeri secara berturut-turut sejak 2013 

Aplikasi Muslim Ummah Merupakan Aplikasi Lifestyle Tentang Islam

 

Aplikasi Muslim Ummah merupakan aplikasi lifestyle tentang Islam dan juga pengingat jadwal sholat serta Al Qur’an yang disertai audio untuk pembelajaran Al Quran per ayat. Saat ini Aplikasi Muslim Ummah sudah mencapai ratusan ribu download dengan lebih dari puluhan ribu pengguna aktif setiap hari. 

BELAJAR

Bab: Manisnya iman

KITAB: IMAN

Bab: Manisnya iman

 

Bab: Tanda-tanda keimanan adalah mencintai sahabat anshar

KITAB: IMAN

Bab: Tanda-tanda keimanan adalah mencintai sahabat anshar

 

Tanda Baca (Harakat)

 

Harakat (Arab: حركات, dibaca harakaat) digunakan untuk mempermudah cara melapazkan huruf dalam tiap ayat Al Quran.  

Bab: Keutamaan orang yang memelihara agamanya

KITAB: IMAN

Bab: Keutamaan orang yang memelihara agamanya

 

Bab: Bertingkat-tingkatnya ahlul imam dalam amalan

KITAB: IMAN

Bab: Bertingkat-tingkatnya ahlul imam dalam amalan

 

TAUSIYAH

Berbeda Tetapi Tetap Sayang

 

Sungguh walau kami berdua berbeda faham, tetapi beliau mau hadir untuk memberi tausiyah walau tidak ikut zikir bersama. Beliau tidak berqunut, tetapi saat sholat subuh di mesjid Az Zikra disamping abang, beliau ikut berqunut.

Adab di Hari Raya

 

Hari raya bagi seorang muslim bukan sekedar berbahagia dan bersenang-senang tetapi justru merupakan momen untuk semakin menguatkan hubungan dengan Allah Subhana WaTa’ala

Bersabar Saat Dalam Kesempitan Rezeki

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku takutkan akan menimpamu, namun yang aku takuti ketika dunia dihamparkan kepadamu.”

(HR. Bukhari Muslim)

Bersabar Saat Dalam Kelapangan Rezeki

 

"Tidaklah mungkin terjadi seorang fakir menderita kelaparan dan kekurangan pakaian, kecuali oleh sebab kebakhilan kaum berpunya. Ingatlah, Allah SWT akan melakukan perhitungan yang teliti dan meminta pertanggungjawaban mereka dan selanjutnya akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih" (HR Ash-Shabuni).

Mintalah Pertolongan Allah

 

Pernahkah kita merasa berada di titik nadir, dimana kesulitan yang kita miliki seolah-olah sudah tidak ada lagi jalan keluarnya?

SEJARAH

Nabi Ayyub AS

 

Iblis mengira ketaatan Nabi Ayub AS adalah hanyalah ketaatan untuk mengamankan kondisi ideal sang nabi agar terus dapat hidup dengan segala kenyamanan tersebut.

Kisah Nabi Sulaiman, Semut & Cacing Buta

 

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).

KH. Ahmad Dahlan

 

Pada usia 15 tahun, beliau berhaji sekaligus menuntut ilmu ke Mekah. Selama 5 tahun berguru kepada banyak tokoh besar Islam dunia, beliau juga mulai bersentuhan dengan berbagai pemikiran Islam pembaharu. 

KH. Hasyim Asy'ari

 

Hasyim Asy'arie kemudian memutuskan untuk kembali ke Mekkah dan menetap di sana selama kurang lebih tujuh tahun. Di Mekkah beliau banyak berguru ke ulama-ulama besar baik dari Mekkah sendiri maupun ulama Indonesia. 

REFERENSI

Turnamen Nasional Panahan Tradisional Horsebow Daarul Qur'an 4 Juni 2017

 

Turnamen Nasional Panahan Tradisional Horsebow Daarul Qur'an 4 Juni 2017 

Pondok Modern Gontor

 

Pondok Modern Gontor adalah pelopor pesantren modern yang membekali santrinya dengan pendidikan agama Islam ditambah ilmu-ilmu umum yang menunjang kompetensi santrinya seperti menjadikan bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa sehari-hari. 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz Syafiq Riza Basalamah

 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz  Syafiq Riza Basalamah

Sabtu 20 Mei 2017

Kajian Dhuha 09.00 | Akankah Lebih Baik?
Masjid Raya Al Musyawarah, Jl Boulevard Kelapa Gading 
Jakarta Utara 

Hijab Fashion Parade

 

Hijab Fashion Parade
Kamis, 15 Juni 2017
Hotel Sari Pan Pasific, Istana Ballroom. Jakarta 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Syekh Ali Jaber 11 Juni 2017

 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Syekh Ali Jaber 2017 

DOA

Doa Sebelum dan Sesudah Belajar

 

Robbii Zidnii ‘Ilmaa, Warzuqnii Fahmaa, Waj’alnii Minash-Shoolihiin

Ya Allah Tambahkanlah aku ilmu, Dan berilah aku karunia untuk dapat memahaminya, Dan jadikanlah aku termasuk golongannya orang-orang yang soleh.

Doa Sebelum Makan & Sesudah Makan

 

Allahuma Baarik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa 'adzaa bannaar.


Alhamdulillahilladzii ath'amanaa wa saqoonaa wa ja'alanaa muslimin.

Doa Sebelum dan Sesudah Masuk Kamar Mandi (WC)

 

ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAAITSI

Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari setan laki-laki dan setan perempuan

Doa Sebelum (Niat) dan Sesudah Wudhu

 

Nawaitul wudhuu-a liraf’ll hadatsil ashghari fardhal lilaaffi ta’aalaa

Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah semata

Doa Sebelum dan Sesudah Tidur

 

Bismika Allahuma Ahya Wa Amuut.

Alhamdulillahi ladzi Ahyana Ba'da Maa Amaa Tanaa Wa ilaihin Nusyuur.

BELAJAR ALQUR'AN