sajada doa nabi

 

Jangan Membenci Saat "Yang Berbeda" Bertanya

Suatu ketika di cafe sekitar daerah perkantoran, selepas sholat isya, tampak sekelompok eksekutif muda yang sedang berdiskusi masalah agama.


Ary : "Aku sudah mengikuti saran mu Zaq, agar lebih memahami agama, aku hadirilah majelis-majelis ilmu, baik di masjid maupun di media-media online."

"Sayangnya semakin banyak melihat ceramah-ceramah itu, bukannya semakin paham, malah semakin pusing aku dibuatnya."

"Karena ternyata diantara para penceramah pun, seringkali berbeda-beda pendapat tentang sesuatu dan masing-masing dari mereka sudah seperti bermusuhan saja."

"kelompok yang satu sering menghujat kelompok yang lain, begitu pula sebaliknya."

"Begitu juga para pengikutnya, kau lihatlah di sosial media, sudah macam perang beda agama saja."

"Sepertinya apa lebih baik tidak usah mengikuti majelis ilmu saja, malah membuat kuping panas."


Egie : "Nah itu lah, sulit sekali khususnya bagi orang-orang seperti ku yang mualaf ini (baru memeluk agama Islam)."

"Tadinya kita diharuskan memilih agama yang benar, salah memilih agama ancamannya neraka."

"Setelah kita pilih Islam, masalah belum selesai, salah memilih aliran didalamnya pun akan mendapat ancaman neraka."

"Yang lebih membingungkan, bukan kah agama harusnya melahirkan kebaikan, kedamaian, kasih sayang, apakah semua itu mungkin kita raih, jika para pendakwah dan para pengikutnya menyampaikan pesan-pesan suci itu dengan penuh kebencian, arogansi, vonis sesat kepada orang-orang yang berbeda dengan mereka."

"Bukankah kami-kami ini perlu dirangkul dan diyakinkan?"

Zaqi : "Sebenarnya banyak pendakwah yang hebat ilmunya dan bijaksana dalam menyampaikan."

"Sayangnya, juga tidak sedikit pendakwah yang juga hebat ilmunya tetapi kurang bijaksana dalam menyampaikan."

"Samalah seperti saat kita memilih kampus dulu, ada kampus yang bagus, ada kampus yang
tidak jelas, disaat kita merasa pendidikan itu penting, lalu banyak kampus yang tidak jelas itu, bukan berarti kita memutuskan untuk tidak usah kuliah kan?"

"Jika memang kita sudah punya niat kuat untuk mencari ilmu, kita pun harus punya ikhtiar
dan kesabaran yang lebih hingga kita menemukan guru-guru atau sember ilmu yang benar-benar keilmuannya kita butuhkan."

"bahkan jadikan pertemuan kita dengan guru-guru hebat tetapi kurang bijaksana itu juga sebagai pengalaman atau ilmu, dimana kita juga bisa belajar dari kekurangan beliau-beliau itu."

"Kita kan bisa saja belajar olah raga sepak bola dari guru seperti Maradona yang misalnya secara fisik kurang olahragawan, gaya hidupnya tidak sehat, tidak punya metode melatih dan sebagainya tetapi kaya pengalaman dan prestasi."

"Ini cuma contoh bahwa dengan berbagai kekurangan seorang guru, selama ada hal positif yang kita bisa petik menjadi ilmu, kita ambil yang baiknya saja."

Arie : "Hmm ok lah walaupun seharusnya mereka lah yang pertama kali mempraktekkan hal-hal yang mereka sampaikan."

Zaqi : "Setuju, biarlah kekurangan-kekurangan itu menjadi urusan dia dengan Allah dan semoga Allah memaafkan sekaligus memberi petunjuk kepada mereka dan terutama kepada kita-kita ini yang masih sangat banyak kekurangan."

"Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ali bin Zaid bin Jad’an dari Anas radhiallahu anhu, (Ali bin Zaid bin Jad’an lemah, dilemahkan oleh Al-Arnauth, namun Syaikh Albani menshahihkannya)."

"Nabi Muhammad SAW bersabda, “Saat malam Isra Mi’raj tiba, aku lihat ada manusia, mereka digunting bibirnya. Kepada Jibril aku bertanya, ‘Siapakah mereka?’ Jibril berkata, ‘Mereka itu para khatib diantara umatmu yang memerintahkan manusia kepada kebaikan dan melupakan diri mereka sendiri. Mereka membaca kitab Al-Qur’an, tapi tak memperhatikan, tak pula mengamalkan’.”


Egie : "Lalu kenapa banyak terdapat perbedaan-perbedaan yang membingungkan itu? dan bagaimana menyikapi perbedaan?"

Zaqi : "Insya Allah Kita akan mendiskusikan satu persatu, yang pertama adalah kenapa ada agama-agama yang berbeda? yang kedua adalah kenapa didalam Islam sendiri terdapat perbedaan-perbedaan dan bagaimana sikap kita terhadap yang berbeda."

 


Perbedaan Agama

Zaqi : "Ada orang yang berkata, semua agama adalah benar."

"Ada juga orang yang berkata, semua agama mencapai Tuhan yang sama dengan ritual yang berbeda."

"Yang lain pun berkata, semua agama benar menurut pemeluknya masing-masing." 

"Itulah yang dikatakan oleh orang-orang atau manusia, lalu apa kata Allah?."

"Sebagai seorang muslim, kita haruslah berpegangan terhadap dalil untuk menemukan jawaban."

"Allah berkata melalui firmannya dalam Al Qur'an :"


نَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

“Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam."

(Penggalan Ayat QS Ali ‘Imran: 19)


أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

“Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal apa yang ada dilangit dan di bumi berserah diri (Islam) kepada-Nya, (baik) dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada-Nya-lah mereka dikembalikan ?” (Ali ‘Imran: 83)


وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali ‘Imran: 85)

 

Arie : "Kalau begitu kenapa Allah menurunkan agama yahudi dan nasrani melalui nabi-nabinya? Bukankah Islam turun melalui Nabi Muhammad SAW? Bagaimana nasib Nabi-Nabi yang tidak beragama Islam sebelum jaman Rasulullah?"

Zaqi : "Itu memang persepsi salah yang beredar dan harus diluruskan".

"Semua Nabi itu membawa risalah atau agama yang sama yaitu Islam dan Nabi Muhammad adalah sebagai penyempurnanya."

"Allah SWT tidak pernah menurunkan agama Yahudi atau Nasrani, nanti kita tunjukkan dalilnya dan kita coba bedah dari sudut pandang sejarah."

 

(QS Albaqaroh : 140)

أَمْ تَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأسْبَاطَ كَانُوا هُودًا أَوْ نَصَارَى قُلْ أَأَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَتَمَ شَهَادَةً عِنْدَهُ مِنَ اللَّهِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakqub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani? Katakanlah: "Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih lalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?" Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.


(QS Ali 'Imran : 67)

مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَٰكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus dan Islam (berserah diri) kepada Allah dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.

 

(QS Ali 'Imran : 84-85)

قُلْ آمَنَّا بِاللّهِ وَمَا أُنزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَقَ وَيَعْقُوبَ وَالأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَالنَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمْ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُون (٨٤

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ ٨٥

84. Katakanlah, "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yakub, dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan seluruh para Nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya kami Muslim (Islam)."

85.Barang siapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) daripadanya, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.

 

(QS Albaqaroh : 132-133)

وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيْمُ بَنِيْهِ وَ يَعْقُوْبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّيْنَ فَلاَ تَمُوْتُنَّ إَلاَّ وَ أَنْتُم مُّسْلِمُوْن

(132) Dan telah memesankan (pula) Ibrahim dengan itu kepada anak-anaknya dan Ya'qub. Wahai anak-anakku, sesungguh­nya Allah telah memilihkan untuk kamu suatu agama. Maka janganlah kamu mati, me­lainkan hendaklah kamu di dalam Muslimin (Islam).

 

أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوْبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيْهِ مَا تَعْبُدُوْنَ مِن بَعْدِيْ قَالُوْا نَعْبُدُ إِلَهَكَ وَ إِلَهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيْمَ وَ إِسْمَاعِيْلَ وَإِسْحَاقَ إِلَهًا وَاحِدًا وَ نَحْنُ لَهُ مُسْلِمُوْنَ

(133) Atau apakah telah kamu me­nyaksikan seketika telah dekat kepada Ya'qub kematian, tatkala dia berkata kepada anak-anak-nya: Apakah yang akan kamu sembah se­peninggalku ? Mereka men­jawab: Akan kami sembah Tuhan engkau dan Tuhan bapak-bapakmu, Ibrahim dan Ismail dan Ishaq yaitu Tuhan Yang Tunggal, dan kepada­Nyalah kami akan Islam (berserah diri).


(QS Al Haj : 78)

(78). وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ ۚهُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ ۚمِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ ۚهُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَٰذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ ۚفَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ
وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ ۖفَنِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang Muslim (Islam) dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah
Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

 

(QS As Shaf : 6-7)

مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ (٦
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَى إِلَى الإسْلامِ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (٧

 

(6) Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, "Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, "Ini adalah sihir yang nyata.

 

(7) Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah padahal dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.


Zaqi "Jadi Allah SWT lah yang mengatakan melalui dalil-dalil-Nya bahwa semua Nabi-Nabi-Nya adalah Muslim."

"Tidak ada dalil yang mengatakan Nabi Musa AS dengan Kitab Taurat membawa Agama Yahudi dan Nabi Isa AS dengan Kitab Injil membawa Agama Nasrani (Kristen), justru menurut dalil tadi, Nabi-Nabi tersebut membawa Agama Islam untuk kaumnya masing-masing."

"Lalu darimana asal Agama Yahudi?"

 

Sejarah Yahudi

"Bani Israil awalnya adalah sebutan untuk Bani (Keluarga) Nabi Ya'kub AS (1829 SM) yang memiliki 12 anak diantaranya Nabi Yusuf AS dan Yahuda yang semuanya adalah Islam seperti dalil-dalil tadi."

"Dari garis keturunan Yahuda nantinya akan sampai kepada Nabi Daud AS  dan Nabi Sulaiman."

"Nama Yahuda atau Yahudi itu adalah juga sebutan nama kaum atau bani (keluarga) Yahuda, bukan nama agama."

"Setelah keturunan Yahuda kesekian, yaitu saat Nabi Sulaiman AS yang menjadi raja wafat (930 SM), kerajaannya pun menjadi terpecah menjadi dua, yaitu Kerajaan Israil yang tetap beragama Islam dan Kerajaan Yudah yang akhirnya membuat agama baru yaitu Yahudi, karena tidak sejalan dengan Islam."

"Itulah yang membuat penganut Yahudi terus melakukan upaya pembunuhan kepada para Nabi dari garis Nabi Sulaiman AS, seperti Nabi Zakaria AS, Nabi Yahya AS hingga Nabi Isa AS."

(Bersambung)

 

 

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif

 

 

Baca Juga :

Filosopi Ala Kopi 1 (Tuhan?)


Novel Religi - Al Kahfi Land - Mencarimu Menyebrang Waktu

baca juga trendingrumah.com

Feed not found.

NEWS

Tata Cara Pengurusan Sertifikat Halal MUI

 

Sertifikat Halal MUI adalah fatwa tertulis Majelis Ulama Indonesia yang menyatakan kehalalan suatu produk sesuai dengan syari’at Islam. Sertifikat Halal MUI ini merupakan syarat untuk mendapatkan ijin pencantuman label halal pada kemasan produk dari instansi pemerintah yang berwenang. 

Tabligh Akbar Politik Islam - Subuh Berjama'ah di Masjid Al Azhar

 

Semenjak bergulirnya masalah "Penistaan Al qur'an", terlepas dari masalah itu sendiri, rupanya membawa dampak positif, yaitu merekatnya kembali ukhuwah Islamiyah.  

Jika Dakwah Adalah Kegiatan Marketing

 

Seringkali kita merasa sedang mengajak (berdakwah) padahal kita malah semakin menjauhkan target audiens tersebut kepada Islam. Logika sederhananya adalah, apakah kita akan membeli produk yang dijual oleh sales yang membenci kita? 

RA. Kartini, Tafsir Al Qur'an dan KH. Saleh Darat

 

Mengenai agamaku, Islam, aku harus menceritakan apa? Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, jika aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya?"

Sejumlah Ulama Mengutuk Aksi Teror Bom

 

Kejadian teror bom di Surabaya dan tempat-tempat lainnya yang baru-bara saja terjadi cukup kembali membuat semua pihak geram. Berbagai ulama di Indonesia pun menyampaikan bahwa tindakan tersebut tidak dibenarkan dalam agama dan mengutuk siapa pun pelakunya. 

EKONOMI SYARIAH

Aplikasi Muslim Ummah Merupakan Aplikasi Lifestyle Tentang Islam

 

Aplikasi Muslim Ummah merupakan aplikasi lifestyle tentang Islam dan juga pengingat jadwal sholat serta Al Qur’an yang disertai audio untuk pembelajaran Al Quran per ayat. Saat ini Aplikasi Muslim Ummah sudah mencapai ratusan ribu download dengan lebih dari puluhan ribu pengguna aktif setiap hari. 

Wujudkan Indonesia Sebagai Kiblat fashion Muslim Dunia

 

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Potensi ini harus menjadi sebuah modal awal untuk melangkah sebagai pemain terdepan. 

Muslim Go Aplikasi Islami Pertama Dengan Sertifikasi Kemenag RI

 

Muslim Go adalah aplikasi mobile menyediakan berbagai macam layanan yang dibutuhkan oleh kalangan Muslim di Indonesia. Muslim Go hadir dengan fitur untuk penunjuk dan pengingat waktu shalat, Al-Qur’an digital, kalender islam, arah kiblat, mencari masjid terdekat serta restoran halal dan sebagainya. 

WIEF Mendorong UKM Berbasis Islam Menjadi Bisnis Masa Depan

 

Forum WIEF berhasil menciptakan komitmen investasi di sektor UMKM senilai US$ 900 juta atau sekitar Rp 11,88 triliun. 

Akhirnya Paytren Fintech Berbasis Syariah Mendapat Izin OJK

 

Ustadz Yusuf Mansur melalui Paytren merupakan salah satu figur contoh tokoh islam, yang selama ini telah berjuang untuk menunjukkan bahwa Umat Islam Indonesia sebagai golongan mayoritas harus menjadi pemain pasar utama di negaranya sendiri. Jangan cuma menjadi penonton atau cuma sebagai target pasar dari para pebisnis non muslim, apalagi pihak negara asing. 

BELAJAR

Rukun Iman

Rukun Iman adalah hal-hal yang disyaratkan atau harus dipenuhi untuk menjadi seorang dapat dikatakan beriman. Iman sering diartikan dengan percaya atau secara bahasa berarti tashdiq (membenarkan).

Syarat Sah Sholat

 

Untuk melaksanakan Sholat, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar sholat yang kita lakukan menjadi sah atau  diterima oleh Allah SWT. 

Bab: Tanda-tanda keimanan adalah mencintai sahabat anshar

KITAB: IMAN

Bab: Tanda-tanda keimanan adalah mencintai sahabat anshar

 

Bab: Dalil bahwa orang yang mati dalam kekafiran amalannya tidak bermanfaat

1 KITAB: MUKADIMAH

Bab: Dalil bahwa orang yang mati dalam kekafiran amalannya tidak bermanfaat

 

Bab: Terguran keras untuk dusta atas nama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam

1 KITAB: MUKADIMAH

Bab: Terguran keras untuk dusta atas nama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam

 

TAUSIYAH

Bersabar Saat Dalam Kesempitan Rezeki

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku takutkan akan menimpamu, namun yang aku takuti ketika dunia dihamparkan kepadamu.”

(HR. Bukhari Muslim)

Bersabar Saat Dalam Kelapangan Rezeki

 

"Tidaklah mungkin terjadi seorang fakir menderita kelaparan dan kekurangan pakaian, kecuali oleh sebab kebakhilan kaum berpunya. Ingatlah, Allah SWT akan melakukan perhitungan yang teliti dan meminta pertanggungjawaban mereka dan selanjutnya akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih" (HR Ash-Shabuni).

Berbeda Tetapi Tetap Sayang

 

Sungguh walau kami berdua berbeda faham, tetapi beliau mau hadir untuk memberi tausiyah walau tidak ikut zikir bersama. Beliau tidak berqunut, tetapi saat sholat subuh di mesjid Az Zikra disamping abang, beliau ikut berqunut.

Ucapan Selamat Saat Idul Fitri dan Jawabannya

 

Saat hari raya idul fitri, kita terbiasa saling mengucapkan selama untuk sesama muslim, lalu bagaimana ucapan yang dicontohkan oleh Rasulullah dan diikuti oleh sahabat Nabi? Bagaimana pula jawabannya?

Usia 40 Tahun, Belum Ada Minat Terhadap Agama, Pertanda Buruk Sisa Umur

 

Kaum salaf, apabila diantara mereka ada yang sudah berumur 40 tahun, ia mulai melipat kasur, yakni tidak akan tidur lagi sepanjang malam, selalu melakukan shalat, bertasbih dan beristighfar. 

SEJARAH

KH. Hasyim Asy'ari

 

Hasyim Asy'arie kemudian memutuskan untuk kembali ke Mekkah dan menetap di sana selama kurang lebih tujuh tahun. Di Mekkah beliau banyak berguru ke ulama-ulama besar baik dari Mekkah sendiri maupun ulama Indonesia. 

Kisah Nabi Sulaiman, Semut & Cacing Buta

 

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).

KH. Ahmad Dahlan

 

Pada usia 15 tahun, beliau berhaji sekaligus menuntut ilmu ke Mekah. Selama 5 tahun berguru kepada banyak tokoh besar Islam dunia, beliau juga mulai bersentuhan dengan berbagai pemikiran Islam pembaharu. 

Nabi Ayyub AS

 

Iblis mengira ketaatan Nabi Ayub AS adalah hanyalah ketaatan untuk mengamankan kondisi ideal sang nabi agar terus dapat hidup dengan segala kenyamanan tersebut.

REFERENSI

Khalid Basalamah

 

Ustadz Khalid Basalamah menjalani pendidikan sarjananya di Universitas Islam Madinah lalu melanjutkan S2 di Universitas Mulim Indonesia dan melanjutkan lagi pendidikan S3 di Universitas Tun Abdul Razzak Malaysia.

Hijab Fashion Parade

 

Hijab Fashion Parade
Kamis, 15 Juni 2017
Hotel Sari Pan Pasific, Istana Ballroom. Jakarta 

PPPA Daarul Qur'an - Tangerang

 

PPPA Daarul Qur'an, Mencetak generasi Qur ani yang smart, cerdas, peka, visioner dan berwawasan luas serta menjadikan DAQU METHOD sebagai pakaian sehari-hari. Mencetak pemimpin negeri (dalam segala bidang) yang hafal Qur an dan berkarakter Qur ani. 

Syafiq Basalamah

 

Merupakan alumni Pesantren Islam Al Irsyad Bondowoso. Kemudian beliau melanjutkan pendidikannya ke Universitas Islam Madinah, dengan predikat “Summa Cumlaude”. 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Syekh Ali Jaber 11 Juni 2017

 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Syekh Ali Jaber 2017 

DOA

Doa Sebelum Makan & Sesudah Makan

 

Allahuma Baarik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa 'adzaa bannaar.


Alhamdulillahilladzii ath'amanaa wa saqoonaa wa ja'alanaa muslimin.

Doa Sebelum dan Sesudah Belajar

 

Robbii Zidnii ‘Ilmaa, Warzuqnii Fahmaa, Waj’alnii Minash-Shoolihiin

Ya Allah Tambahkanlah aku ilmu, Dan berilah aku karunia untuk dapat memahaminya, Dan jadikanlah aku termasuk golongannya orang-orang yang soleh.

Doa Sebelum dan Sesudah Masuk Kamar Mandi (WC)

 

ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAAITSI

Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari setan laki-laki dan setan perempuan

Doa Sebelum dan Sesudah Tidur

 

Bismika Allahuma Ahya Wa Amuut.

Alhamdulillahi ladzi Ahyana Ba'da Maa Amaa Tanaa Wa ilaihin Nusyuur.

Doa Sebelum dan Sesudah Bepegian

 

BISMILLAHI TAWAKALTU 'ALALLAHI LAA HAULA WA LAA QUWATA ILLA BILLAH

Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada Allah, tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah