sajada matematika

 

Dahsyatnya Kekuatan Media Pemberitaan Televisi

Fase Lahirnya Kebebasan Pers Media Pemberitaan Televisi.

Hadirnya RCTI pada tahun 1988 merupakan embrio awal  dari terbukanya keran informasi publik yang sebelumnya hanya dimonopoli TVRI sebagai televisi milik pemerintah. Walaupun demikian, pada awalnya kehadiran televisi-televisi swasta hanya berperan sebagai media hiburan.

Kemudian pada tahun menjelang runtuhnya rezim orde baru, suasana politik dalam negeri pun menjadi memanas. Program-program berita yang sebelumnya nasibnya cuma menjadi pelengkap identitas sebuah stasiun televisi, akhirnya menjadi program penting.

Program berita menjadi menarik karena konten-konten berita faktual yang sebelumnya tabu, perlahan ikut dalam arus reformasi.

Kondisi tersebut dimuluskan oleh melemahnya cengkraman pengawasan konten pemberitaan dari penguasa rezim orde baru sebagai imbas dari melemahnya juga cengkraman politik rezim tersebut, sehingga walaupun sebenarnya status kepemilikan saham RCTI, SCTV dan TPI masih memiliki ikatan hubungan dengan “keluarga penguasa” tetapi aroma kebebasan pers sudah semakin kencang dan sulit untuk dibungkam.

Hal ini membuat para awak redaksi pemberitaan tampak bergairah. Liputan 6 SCTV, Seputar Indonesia RCTI menjadi ditunggu-tunggu layaknya tayangan telenovela. "Menguliti" tokoh-tokoh petinggi negara dengan pertanyaan-pertanyaan lugas dan tajam ala Ira Koesno menjadi standar wajib agar program pemberitaan dianggap berkelas.

Ternyata sajian pemberitaan yang lepas dari filter penguasa, bahkan pemilik modal yang saat itu belum terlalu menyadari kekuatan TV sebagai media informasi sanggup membangunkan masyarakat dari tidur yang panjang dari masalah politik dalam negeri, yang pada akhirnya melahirkan gelombang demonstrasi mahasiswa yang menumbangkan rezim pada saat itu.   

Media pemberitaan pun semakin kuat dengan semakin lebarnya kran kebebasan pers oleh Presiden BJ Habibie.

 

Fase Kesadaran Dahsyatnya Media Pemberitaan Televisi. 

Setelah memiliki pengalaman menumbangkan rezim orde baru (walau tidak secara langsung), media pemberitaan televisi pun terus memikat perhatian masyarakat dengan menyiarkan siaran langsung sidang-sidang MPR-DPR yang kondisinya pada saat itu seru-nya sudah seperti pertandingan sepak bola Piala Dunia. Padahal tayangan sidang seperti ini sangat membosankan pada era Orde Baru. 

Kita dapat menyaksikan bagaimana Klub "poros tengah" yang dikapteni Amien Rais bisa membalikkan posisi kemenangan atas lawannya. PDIP sebagai parta pemenang pemilu harus gigit jari karena belum mengikuti kuliah politik dengan materi "Koalisi".

Bahkan kemudian Amien Rais kembali menunjukkan ke-profesorannya dalam bidang politik, dengan strategi "pergantian dukungan", sehingga kawan yang pernah diusung menjadi tersungkur dan lawan yang pernah dijungkal malah digendong naik ke podium pemenang. Sungguh tayangan "reality show" yang paling menarik dan real yang pernah disajikan oleh media pemberitaan televisi.

Itu semua tidak akan mulus tanpa ada tayangan televisi. Saat itu, pada era reformasi, rakyat benar-benar diservice oleh media sehingga merasa menjadi pemegang kontrol atas jalannya pemerintahan. Para politikus pun mulai banyak yang menyadari bahwa untuk dapat tempat dihati masyarakat, mereka harus menjadi media darling.

Ternyata diantara para politikus ada yang terlambat menyadari dahsyatnya kekuatan media darling, sehingga ada dari pihak di PDIP (Taufiq Kiemas) yang melakukan blunder statemen - Jendral Kekanakkan", yang membentuk opini "tokoh antagonis yang menganiaya" dan "tokoh protagonis yang dianiaya".

Terbukti akhirnya podium untuk pemenang yang sebelumnya diduduki oleh Presiden Megawati pun harus diserahkan kepada Presiden SBY melalui Pemilu Presiden yang syah.

Diperkuat lagi, saat itu, menjelang Pemilu, hubungan SBY memang sedang mesra-mesranya dengan Metro TV (satu-satunya Stasiun TV khusus pemberitaan dimasanya), ini terlihat dari tayangan kebersamaan beliau dengan Surya Paloh (Metro TV) dalam acara nonton bareng quick count hasil Pemilu. 

 

Fase Pers Menjadi Kekuatan Politik. 

Ternyata kedahsyatnya kekuatan media televisi ini akhirnya juga tercium oleh para pemilik modal stasiun televisi.

Jika sebelumnya, disaat era media televisi cuma menjadi sarana hiburan, banyak pemilik modal stasiun televisi yang melepaskan kepemilikan sahamnya oleh karena mahalnya biaya operasional yang tidak sebanding dengan keuntungan.

Pada masa setelahnya, justru memilki stasiun televisi (terlebih lagi televisi pemberitaan) malah menjadi keharusan bagi para petarung politik. Setidak-tidaknya didukung oleh stasiun televisi. Karena televisi terbukti telah menjadi sebagai referensi utama masyarakat untuk mengenal para petarung poltik. Bahkan kedahsyatan media televisi telah menggoda dua pemilik stasiun televisi untuk membuat partai politik.

Tak heran juga, jika saat ini terlihat pertarungan politik antara calon-calon kandidat penguasa juga menjadi pertarungan antara media-media pemberitaan (baik televisi maupun online).

Ada yang sependapat bahwa pertarungan politik perebutan kursi presiden dalam Pemilu Pilpres yang lalu antara Jokowi dengan Prabowo juga menjadi pertarungan Metro TV dengan TV One? 

Jika ini yang memang benar terjadi, Media Pemberitaan saat ini memang telah tunduk pada kemauan sang pemodal. Tak heran sosial media telah menjadi arena perang opini baru, terutama bagi petarung politik yang tidak memiliki atau memiliki dukungan dari media pemberitaan televisi yang sudah kembali terbelenggu. 

 

Berita Yang Bukan Dari Media Televisi (baca : Media Sosial ) adalah HOAX.

Sebagaimana yang kita tahu, dengan adanya sosial media, setiap orang hanya dengan memberikan komentar atau melaku copas pada account pribadi media sosialnya sudah bisa menyebarkan opini yang bisa dibaca oleh sekian banyak orang yang tersambung padanya dan jika orang-orang yang tersambung terus menyebarkannya, ini sudah bisa menjadi kekuatan dahsyat yang tidak kalah dengan media televisi.

Hanya saja, tentunya opini dari setiap pemilik account media sosial ini tentunya bagi masyarakat yang cerdas, tidak akan dianggap informasi yang kredibel. Karena selain dianggap subjektif, mereka juga dianggap mengeluarkan pendapat tanpa diikat kaidah riset, jurnalisme, legal yang jelas, tidak ada kerugian materil dan tidak ada rasa ketakutan resiko tidak dipercaya oleh audiens sehingga informasi dari mereka sering dianggap sebagai hoax.  

Tetapi jika pernyataan "Media Pemberitaan saat ini memang telah tunduk pada kemauan sang pemodal ini adalah benar", maka nilai informasi dari media pemberitaan resmi pun sama saja dengan hoax , hanya bedanya adalah hoax yang disajikan secara profesional

 

Opini Masyarakat Mengikuti Selera Pemilik Modal

Kebanyakan dari kita seringkali menganggap masyarakat sudah cerdas. Padahal Informasi yang kita dapat, jika hanya dari media yang mengikuti selera pemilik modal, maka itu belum tentu menggambarkan situasi sesungguhnya. Dalam situasi seperti ini, justru kita harus melebarkan pandangan seluas-luasnya dan tabayyun terhadap bebagai alternatif media yang dianggap independen, melihat berbagai perspektif sudut pandang atas suatu masalah agar kita memiliki opini yang objektif, bukan hanya mengakses media resmi tetapi telah dibelenggu opini dari selera sang pemilik modal.

 

Opini Pemilik Modal Tentang Islam di Dunia dan di Indonesia.

Apa pendapat dunia tentang Islam?

Teroris, Intoleran dan berbagai hal-hal buruk lainnya.

Tidak heran, karena referensi informasi yang melahirkan opini masyarakat dunia tentang kondisi dunia, khususnya yang terkait dengan Islam juga hanya dibatasi oleh media-media raksasa yang diyakini kredibelitasnya (hanya karena media-media tersebut memiliki modal yang juga raksasa). Padahal informasi yang disajikan pastinya dipilih berdasarkan kepentingan tuan-tuan pemodal yang ada dibelakangnya.

Opini masyarakat dunia tentang Islam adalah perspektif dari CNN, BBC dan para sekutunya.

Sehingga saat Negara-negara non muslim menjarah negara muslim akan disebut sebagai penjaga perdamaian, sementara para pejuang muslim yang sedang memperjuangkan tanah yang direbut  oleh para penjarah malah disebut teroris.

Aksi pembantaian massal terhadap negara muslim, tindakan intoleran terhadap penduduk muslim di negara mereka tidak akan lolos di meja redaksi Media-Media mereka.

Mereka pun menjadikan headine kisah-kisah sandiwara antagonis muslim bentukkan mereka sendiri untuk men-generalisasi opini masyarakat dunia tentang Islam, Siapa Al Qaeda? Siapa ISIS? Itu adalah anak kandung mereka sendiri untuk menyamarkan dan memberi label teroris kepada  para pejuang Islam sesungguhnya .

 

Bagaimana dengan di Indonesia?

Untuk mengetahui dimana posisi media-media raksasa di Indonesia terhadap pembentukan opini masyarakat terhadap Islam, sebaiknya kita menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.

Opini mana yang sering ditampilkan dalam Media-media kita?

  • Aksi demo penistaan agama 212 adalah "reaksi warga muslim yang layak tersinggung akibat dari statemen mencampuri urusan keyakinan agama lain dari seorang gubernur non muslim" atau "reaksi tak pantas dari warga muslim yang intoleran"?
  • Fatwa memilih pemimpin seiman dan melarang pemaksaan warga muslim menggunakan atribut keagamaan agama lain adalah "hak menjalankan keyakinan agama masing-masing sesuai UUD 45" atau "tindakan anti kebhinekaan"?

Jika disaat umat muslim yang sedang menjalankan keyakinannya umatnya sendiri tanpa ingin diganggu umat lainnya disebut intoleran dan anti kebhinekaan, sementara oknum dari umat beragama lain yang mencampuri urusan umat muslim dan memaksakan umat muslim menggunakan atribut keagamaan mereka malah dianggap toleran dan pro kibhinekaan, maka pembelokkan opini sedang terjadi.

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif


Novel Religi - Al Kahfi Land - Mencarimu Menyebrang Waktu

baca juga trendingrumah.com

Feed not found.

NEWS

Masjid Indonesia Pertama di London-UK

 

Kisah perjuangan pembangunan Masjid Indonesia pertama di London menemui babak baru. Upaya yang telah dirintis sejak 20 tahun tersebut, kini terancam gagal.

Jika Dakwah Adalah Kegiatan Marketing

 

Seringkali kita merasa sedang mengajak (berdakwah) padahal kita malah semakin menjauhkan target audiens tersebut kepada Islam. Logika sederhananya adalah, apakah kita akan membeli produk yang dijual oleh sales yang membenci kita? 

Ustadz Haikal Hassan Bersama Ulama Mendeklarasikan Dukungan Untuk Anies Baswedan Untuk Pilpres 2019

 

Ustadz Haikal Hassan beserta sejumlah ulama melalui 'Gerakan Indonesia untuk Indonesia' hari jumat ini mendeklarasikan dukungan terhadap Anies Baswedan untuk maju sebagai calon presiden (capres) di pilpres 2019. 

Sejumlah Ulama Mengutuk Aksi Teror Bom

 

Kejadian teror bom di Surabaya dan tempat-tempat lainnya yang baru-bara saja terjadi cukup kembali membuat semua pihak geram. Berbagai ulama di Indonesia pun menyampaikan bahwa tindakan tersebut tidak dibenarkan dalam agama dan mengutuk siapa pun pelakunya. 

Bijaksana Dalam Share Di Media Sosial

 

Jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

EKONOMI SYARIAH

Ethis Crowd Mengenalkan Fintech Crowd Founding Berbasis Syariah Pertama di Dunia

 

Di tengah bangkitnya pilar-pilar ekonomi berbasis syariah, Ethis Crowd mengenalkan fintech crowd founding properti berbasis syariah pertama di dunia.

Peduli Masyarakat Sekitar, AXA Mandiri dan BAZNAS Salurkan Paket Ramadhan Bahagia

 

Pada tahun 2015 AXA Mandiri telah menyediakan perlindungan asuransi syariah melalui lebih dari 20 ribu polis asuransi dan pada tahun 2016 meningkat menjadi lebih dari 33 ribu polis asuransi syariah. 

Muslim Go Aplikasi Islami Pertama Dengan Sertifikasi Kemenag RI

 

Muslim Go adalah aplikasi mobile menyediakan berbagai macam layanan yang dibutuhkan oleh kalangan Muslim di Indonesia. Muslim Go hadir dengan fitur untuk penunjuk dan pengingat waktu shalat, Al-Qur’an digital, kalender islam, arah kiblat, mencari masjid terdekat serta restoran halal dan sebagainya. 

Dompet Dhuafa Kirim Dai Ambassador ke Berbagai Negara

 

Dompet Dhuafa akan mengirimkan 25 Dai Ambassador ke berbagai negara selama bulan suci Ramadhan. Tahun ini merupakan kali keenam Dompet Dhuafa melalui Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) mengirimkan dai ke luar negeri secara berturut-turut sejak 2013 

Akhirnya Paytren Fintech Berbasis Syariah Mendapat Izin OJK

 

Ustadz Yusuf Mansur melalui Paytren merupakan salah satu figur contoh tokoh islam, yang selama ini telah berjuang untuk menunjukkan bahwa Umat Islam Indonesia sebagai golongan mayoritas harus menjadi pemain pasar utama di negaranya sendiri. Jangan cuma menjadi penonton atau cuma sebagai target pasar dari para pebisnis non muslim, apalagi pihak negara asing. 

BELAJAR

Bab: Mencintai Rasulullah bagian dari iman

KITAB: IMAN

Bab: Mencintai Rasulullah bagian dari iman

 

Sumber Ilmu Fiqih

Sumber fiqih adalah dalil-dalil yang dijadikan oleh syariat sebagai hujjah dalam pengambilan hukum. Dalil-dalil ini sebagian disepakati oleh ulama sebagai sumber hukum, seperti Al Qur’an, Sunnah dan Ijma’. Sebagian besar ulama juga menetapkan Qiyas sebagai sumber hukum ke empat setelah tiga sumber di atas

Bab: Agama itu mudah

KITAB: IMAN

Bab: Agama itu mudah

 

Bab: Bila dua kelompoik orang beriman berperang maka damaikanlah

KITAB: IMAN

Bab: Bila dua kelompoik orang beriman berperang maka damaikanlah

 

Bab: Menyebarkan salam bagian dari Islam

KITAB: IMAN

Bab: Menyebarkan salam bagian dari Islam

 

TAUSIYAH

Ucapan Selamat Saat Idul Fitri dan Jawabannya

 

Saat hari raya idul fitri, kita terbiasa saling mengucapkan selama untuk sesama muslim, lalu bagaimana ucapan yang dicontohkan oleh Rasulullah dan diikuti oleh sahabat Nabi? Bagaimana pula jawabannya?

Jangan Membenci Saat "Yang Berbeda" Bertanya

 

Seseorang bertanya, : "Kenapa Allah menurunkan Agama Yahudi dan Nasrani melalui nabi-nabinya? Jika Islam turun melalui Nabi Muhammad SAW, Bagaimana nasib Nabi-Nabi yang tidak beragama Islam sebelum jaman Rasulullah SAW?"

 

Bersabar Saat Dalam Kesempitan Rezeki

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku takutkan akan menimpamu, namun yang aku takuti ketika dunia dihamparkan kepadamu.”

(HR. Bukhari Muslim)

Mintalah Pertolongan Allah

 

Pernahkah kita merasa berada di titik nadir, dimana kesulitan yang kita miliki seolah-olah sudah tidak ada lagi jalan keluarnya?

Usia 40 Tahun, Belum Ada Minat Terhadap Agama, Pertanda Buruk Sisa Umur

 

Kaum salaf, apabila diantara mereka ada yang sudah berumur 40 tahun, ia mulai melipat kasur, yakni tidak akan tidur lagi sepanjang malam, selalu melakukan shalat, bertasbih dan beristighfar. 

SEJARAH

KH. Ahmad Dahlan

 

Pada usia 15 tahun, beliau berhaji sekaligus menuntut ilmu ke Mekah. Selama 5 tahun berguru kepada banyak tokoh besar Islam dunia, beliau juga mulai bersentuhan dengan berbagai pemikiran Islam pembaharu. 

Kisah Nabi Sulaiman, Semut & Cacing Buta

 

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).

KH. Hasyim Asy'ari

 

Hasyim Asy'arie kemudian memutuskan untuk kembali ke Mekkah dan menetap di sana selama kurang lebih tujuh tahun. Di Mekkah beliau banyak berguru ke ulama-ulama besar baik dari Mekkah sendiri maupun ulama Indonesia. 

Nabi Ayyub AS

 

Iblis mengira ketaatan Nabi Ayub AS adalah hanyalah ketaatan untuk mengamankan kondisi ideal sang nabi agar terus dapat hidup dengan segala kenyamanan tersebut.

REFERENSI

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz Khalid Basalamah 8 Juni - 11 Juni 2017

 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz  Khalid Basalamah 8 Juni - 11 Juni 2017 

Ali Jaber

 

Syekh Ali Jaber sudah menghatamkan hafalan Al Quran nya pada usia 10 tahun dan kemudian sudah diamanahkan untuk menjadi imam masjid di Madinah sejak usia 13 tahun. 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz Muhammad Zulkifli Ali, LC

 

Jadwal Majelis Taklim Ustadz, Ceramah, Tausiyah  Muhammad Zulkifli Ali, LC 6 - 21 Mei 2017 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz Syafiq Riza Basalamah

 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz  Syafiq Riza Basalamah

Sabtu 20 Mei 2017

Kajian Dhuha 09.00 | Akankah Lebih Baik?
Masjid Raya Al Musyawarah, Jl Boulevard Kelapa Gading 
Jakarta Utara 

Islamic Book Fair 2017 3-7 Mei 2017

 

Islamic Book Fair (IBF) ke-16 tahun 2017 merupakan Pameran buku Islam terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara itu digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, 3-7 Mei 2017. 

DOA

Doa Sebelum (Niat) dan Sesudah Wudhu

 

Nawaitul wudhuu-a liraf’ll hadatsil ashghari fardhal lilaaffi ta’aalaa

Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah semata

Doa Sebelum dan Sesudah Tidur

 

Bismika Allahuma Ahya Wa Amuut.

Alhamdulillahi ladzi Ahyana Ba'da Maa Amaa Tanaa Wa ilaihin Nusyuur.

Doa Sebelum dan Sesudah Belajar

 

Robbii Zidnii ‘Ilmaa, Warzuqnii Fahmaa, Waj’alnii Minash-Shoolihiin

Ya Allah Tambahkanlah aku ilmu, Dan berilah aku karunia untuk dapat memahaminya, Dan jadikanlah aku termasuk golongannya orang-orang yang soleh.

Doa Sebelum Makan & Sesudah Makan

 

Allahuma Baarik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa 'adzaa bannaar.


Alhamdulillahilladzii ath'amanaa wa saqoonaa wa ja'alanaa muslimin.

Doa Sebelum dan Sesudah Bepegian

 

BISMILLAHI TAWAKALTU 'ALALLAHI LAA HAULA WA LAA QUWATA ILLA BILLAH

Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada Allah, tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah