sajada ujian kaya

 

Bersabar Saat Dalam Kelapangan Rezeki 

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku takutkan akan menimpamu, namun yang aku takuti ketika dunia dihamparkan kepadamu.”

(HR. Bukhari Muslim). (Hadits riwayat Muslim, al-Bukhari, dan Ibnu Abi ad-Dunya dalam
kitab tentang Zuhud hal.73)

 

Banyak dari kita saat menghadapi sesuatu yang terasa tidak menyenangkan, misalnya kesempitan dalam rezeki, maka menganggapnya sebagai sebuah ujian atau cobaan dari Allah SWT.

Sebaliknya saat mendapat sesuatu yang menyenangkan, misalnya kelapangan dalam rezeki, maka kita akan menganggapnya bukanlah sebagai ujian atau cobaan dari Allah SWT.

Padahal keduanya adalah ujian atau cobaan dari Allah SWT. Sehingga seringkali kita akan mencari Allah SWT saat sedang susah dan menjauh dari Allah SWT saat diberikan kelapangan rezeki.

Bahkan didalam Al Qur'an terdapat contoh kisah tentang manusia yang mampu melalui ujian ini.

Nabi Sulaiman AS adalah raja yang sangat kaya dimana kerajaan tidak pernah tertandingi di zaman manapun, tetapi kebesaran serta kekayaannya itu menjadi jalan untuk membuktikan kebesaran Allah dan membuatnya semakin taat kepada Allah SWT.


رَبِّ اغْفِرْ لى‏ وَهَبْ لى‏ مُلْكاً لا يَنْبَغى‏ لأَحَدٍ مِنْ بَعْدى‏ إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ

"Ia berkata: Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahilah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seseorangpun sesudahku."

(QS. Shad: 35)

 

 

وَوَهَبْنَا لِدَاوُودَ سُلَيْمَانَ ۚنِعْمَ الْعَبْدُ ۖإِنَّهُ أَوَّابٌ

"(Sulaiman) sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya)."

(QS. Shad: 30)

 


Tetapi ada pula kisah dalam AlQur'an, dimana Allah pernah membenamkan manusia kedalam
perut Bumi, yang diuji dengan kekayaan berlimpah tetapi sombong dan suka pamer, yaitu
Qarun.

 

إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوسَى فَبَغَى عَلَيْهِمْ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لا تَفْرَحْ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ

Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”.

(QS Al-Qashash : 76)

 


Qarun yang sebelumnya adalah orang yang miskin, kemudian dia minta didoakan oleh Nabi Musa As untuk menjadi kaya.

Sayangnya setelah menjadi sangat kaya, Qarun menjadi menjadi orang yang menyombongkan diri dengan mempamerkan kekayaannya kepada orang-orang.

Orang-orang kaya biasanya menyimpan kunci harta mereka dalam tempat rahasia agar tidak diketahui orang lain tetapi Qarun malah sengaja membawa kunci hartanya yang sangat besar dan berat walaupun dipikul oleh sejumlah orang-orang kuat, agar orang-orang kagum akan kekayaannya.

Bahkan Qarun pun melupakan bahwa kekayaannya diperoleh atas Izin Allah memalui doa Nabi Musa AS tetapi Qarun yakin bahwa kekayaannya ini adalah atas ilmunya sendiri.

Puncak pamernya adalah ketika dia ingin mempertontonkan seluruh kekayaan ditengah-tengah kota. Jika kunci hartanya saja sedemikian besar dan beratnya, dapat dibayangkan apalagi jika seluruh hartanya dibawa.

Disaat itu semua orang terkagum-kagum dan banyak yang berandai-andai untuk memiliki harta sebagaimana Qarun. Ternyata Allah SWT sangat membenci manusia yang menyombongkan diri sehingga Qarun itenggelamkan Allah keperut bumi bersama semua harta-hartanya itu.

 

 

قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِي أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِنْ قَبْلِهِ مِنَ الْقُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعًا وَلا يُسْأَلُ عَنْ ذُنُوبِهِمُ الْمُجْرِمُونَ

Dia (Karun) berkata, "Sesungguhnya aku diberi harta itu, semata-mata karena ilmu yang ada
padaku.” Tidakkah dia tahu, bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih
kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan orang-orang yang berdosa itu
tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka

(QS Al-Qashash : 78)

 


فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الأرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ

Maka Kami benamkan dia (Qarun) bersama rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya satu
golongan pun yang akan menolongnya selain Allah. Dan dia tidak termasuk orang-orang yang
dapat membela diri.

(QS Al-Qashash : 81)

 


تِلْكَ الدَّارُ الآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الأرْضِ وَلا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

Negeri akhirat itu, Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak
berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu bagi orang-orang yang bertakwa.

(QS Al-Qashash : 83)

 


Dari kisah tersebut membuktikan bahwa kelapangan rezeki pun merupakan ujian yang tidak mudah kita lewati.


Mengapa Allah SWT melebihkan sebagian dari yang lain?

Jika kita melihat logika manusia saja, seandainya kita semua dalam taraf ekonomi yang sama-sama kaya, maka roda ekonomi tidak akan berjalan. Karena pastinya tdak ada yang mau jadi petani, buruh atau bawahan.


Lalu dimana keadilan, saat saya menjadi yang fakir dan si Fulan menjadi yang kaya raya?

Mendapati kelapangan rezeki memang sesuatu yang tampak menyenangkan.

Kita tidak pernah merasa terlalu lama kelaparan, terlalu lama kepanasan, terlalu lama keletihan dan sebagainya.

Kita tidak pernah dipandang orang dengan tatapan tidak hormat, meremehkan, curiga, hina dan sebagainya.

Kita dapat merasakan semua kesenangan, rumah bagus, pakaian bagus, kendaraan bagus, pendidikan bagus, makanan enak, mengunjungi seluruh belahan dunia dan sebagainya.


Tetapi janganlah kita lupa, semua yang dapatkan itu akan diminta pertanggungjawabannya saat proses Hisab. Semakin banyak harta kita semakin banyak pertanyaan akan harta kita tentang darimana kita dapat dan bagaimana kita menggunakannya.

 


أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu

(QS At-Takatsur : 1)

 


ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-
megahkan di dunia itu.

(QS At-Takatsur : 8)

 


Lalu salahkah jika kita ingin Kaya?

Yang sebaiknya dipahami adalah Kekayaan itu merupakan rezeki atau titipan dari Allah SWT. Bukan semata karena usaha, kecerdasan atau hal-hal lain yang bersumber dari diri sendiri.

Inilah ujian yang sering kali kita menjadi gagal memahaminya, sebagaimana kisah Qarun. Sehingga kita akhirnya merasa sebagai pemilik utuh atas harta kita

Karena kenyataannya dapat kita lihat, bahwa banyak diantara manusia yang sangat gigih berusaha, sangat cerdas dan memiliki berbagai kompetensi lainnya tetapi tidak juga menjadi kaya raya.

Adapula mereka yang sebenarnya tidak terlalu gigih berusaha dan tidak terlalu cerdas serta memiliki kompetensi lainnya tetapi dikaruniakan kekayaan yang luar biasa.

Walaupun ada juga yang dikaruniakan kekayaan karena kegigihan dalam berusaha, kecerdasan dan kompetensi lainnya.

Semuanya membuktikan bahwa rezeki yang kita terima adalah karena kehendak Allah SWT.

Saat kita merasa sebagai pemilik utuh atas kekayaan kita, karena merasa harta ini didapat oleh semata-mata hal-hal hebat yang ada didalam kita, maka kita pun menjadi merasa berhak menggunakannya dengan cara kita sendiri, inilah yang menjadi salah.

Berbeda jika kita merasa bahwa kekayaan ini merupakan titipan Allah SWT, kita akan menggunakan sesuai dengan cara-cara yang dikendaki oleh penitipnya.


Allah SWT telah memberikan rambu-rambu mengenai masalah rezeki, yang jika ditaati maka seharusnya mereka yang kekurangan akan "tercukupi" diantara yang berkelebihan. Dan jika terjadi masih banyak manusia yang harus kelaparan, sesungguhnya keadilan akan ditegakkan di negeri akhirat.

Artinya bukan menjadi kaya raya yang dipermasalahkan agama tetapi apakah kita telah menjadi kaya sesuai dengan ketentuan Allah SWT.


Rasulullah SAW Bersabda :

"Tidaklah mungkin terjadi seorang fakir menderita kelaparan dan kekurangan pakaian, kecuali oleh sebab kebakhilan kaum berpunya. Ingatlah, Allah SWT akan melakukan perhitungan yang teliti dan meminta pertanggungjawaban mereka dan selanjutnya akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih"

(HR Ash-Shabuni).


"Tidak beriman kepadaku, orang yang nyaman tidur nyenyak sedangkan dia tahu tetangganya kelaparan"

(HR Al Bazzar).

 

Kewajiban Membantu Fakir Miskin

 

وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian (tidak meminta-minta).

(QS Az-Zariyat : 19)


Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), potensi zakat yang dapat terkumpul pada tahun 2015 adalah sebesar 280 triliun rupiah. Akan tetapi, kenyataannya zakat yang terkumpul baru 4 triliun atau 1,4% saja.

Data ini menunjukkan bahwa hanya 1,4% umat muslim di Indonesia yang menjadikan hartanya sebagai titipan Allah SWT, sementara sisanya (Wallahu A'lam) belum menunaikan kewajiban yang diperintahkan oleh pemilik harta tersebut, yaitu Allah SWT.

Data ini juga membuktikan bahwa kebanyakan dari kita pun tidak sanggup saat diuji dengan kelapangan rezeki.

 

Nabi Muhammad SAW Bersabda,

“Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku takutkan akan menimpamu, namun yang aku takuti
ketika dunia dihamparkan kepadamu.”

(HR. Bukhari Muslim).


Menurut para ahli, jika GDP (Gross Domestic Product inilah yang sering dipakai untuk mengukur pertumbuhan ekonomi) tahun ini naik 1% dari tahun lalu, maka secara makro akan mampu menyerap 350 ribu sampai 400 ribu tenaga kerja.

Sementara Jika zakat dikelola dengan amanah, maka pertumbuhan GDP lewat zakat akan meningkat minimal 2,5% dari GDP. Karena persentase zakat yang paling kecil adalah 2,5%. Zakat emas dan perak 2,5%. Zakat pertanian 5-10%. Zakat harta temuan 20%. Maka betapa zakat itu dapat mengentaskan masalah pengangguran dan kemiskinan di Indonesia.

 

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Rabb-mu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.”

(QS.14:7)

 

 

Rasulullah bersabda,

“Jika suatu kaum menolak mengeluarkan zakat maka Allah akan menghentikan turunnya hujan. Kalau bukan karena binatang-binatang ternak, tentu hujan tidak akan diturunkan sama sekali.”

(HR Ahmad)

 

 

Sebenarnya diantara harta kita yang banyak itu ada titipan Allah untuk mereka yang harus kita berikan sesuai kaidah fiqih tentang berbagai jenis tentang zakat dan jumlahnya pun tidak terlalu besar.

Tetapi memang saat kita semakin kaya, jumlah prosentase yang kecil itu pun menjadi tampak sangat besar karena ketamakkan kita.

Kita yang telah dititipkan Allah SWT sejumlah bagian rezeki untuk mereka, malah menyimpan semuanya untuk kita sendiri.

Tak hanya tamak kita pun sering berbuat zholim kepada mereka.

Seringkali kita menjadikan anak yatim dan orang miskin untuk menjadi pelengkap seremonial yang kita publikasikan kemana-mana dimana sebenarnya setelah ajang seremonial itu selesai, mereka kembali merasa lapar dan kita lah yang diuntungkan karena menuai pujian serta serbuan jempol dari publikasi kita.

Kita pun berharap Allah SWT memakbulkan doa para anak yatim untuk kita, sambil mengusap kepalanya (hanya kita lakukan pada acara seremonial itu) agar kita menjadi lebih makmur dari karena kita telah memberi mereka sedikit makan dan uang sangu di hari itu tetapi kewajiban kita atas zakat yang lebih bisa mengentaskan kemiskinan malah kita kesampingkan.

Pantaslah jika secara keras Allah memberikan peringatan keras kepada kita dengan predikat pendusta agama.

 


أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ -١- فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ -٢- وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ -٣- فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ -٤- الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ -٥- الَّذِينَ هُمْ يُرَاؤُونَ -٦- وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ -

“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak
yatim, dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin. Maka celakalah orang yang
shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya, yang berbuat riya’, dan enggan
(memberikan) bantuan.”

(Al-Ma’un 1-7)

 

Semoga Allah SWT membuka hati kita semua.


Sayyidina Ali RA berkata,

"Jika kemiskinan berwujud manusia niscaya akan kubunuh dia!"

 

 

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif

 

Baca Juga :

Bersabar Saat Dalam Kesempitan Rezeki


Novel Religi - Al Kahfi Land - Mencarimu Menyebrang Waktu

NEWS

Akhir Dakwah Petinju Legendaris, Muhammad Ali

 

Usai bersyahadat, Petinju legendaris yang dijuluki The Greatest (terbesar), Muhammad Ali berkata, ”Aku meyakini bahwa aku sedang berada di depan sebuah kebenaran yang tak mungkin berasal dari manusia.”

Aksi Simpatik 55, Jalan Kaki Dari Istiqlal Ke Mahkamah Agung

 

GNPF MUI akan kembali menggelar aksi damai sebagai kelanjutan Aksi Bela Islam 212. Aksi dengan tema "Aksi Simpatik 55" akan di selenggarakan pada tanggal 5 Mei 2017 dimulai dengan Shalat Jumat di Masjid Istiqlal dan dilanjutkan berjalan kaki ke Mahkamah Agung (MA).

Sejumlah Ulama Mengutuk Aksi Teror Bom

 

Kejadian teror bom di Surabaya dan tempat-tempat lainnya yang baru-bara saja terjadi cukup kembali membuat semua pihak geram. Berbagai ulama di Indonesia pun menyampaikan bahwa tindakan tersebut tidak dibenarkan dalam agama dan mengutuk siapa pun pelakunya. 

Bijaksana Dalam Share Di Media Sosial

 

Jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Ustadz Haikal Hassan Bersama Ulama Mendeklarasikan Dukungan Untuk Anies Baswedan Untuk Pilpres 2019

 

Ustadz Haikal Hassan beserta sejumlah ulama melalui 'Gerakan Indonesia untuk Indonesia' hari jumat ini mendeklarasikan dukungan terhadap Anies Baswedan untuk maju sebagai calon presiden (capres) di pilpres 2019. 

EKONOMI SYARIAH

Peduli Masyarakat Sekitar, AXA Mandiri dan BAZNAS Salurkan Paket Ramadhan Bahagia

 

Pada tahun 2015 AXA Mandiri telah menyediakan perlindungan asuransi syariah melalui lebih dari 20 ribu polis asuransi dan pada tahun 2016 meningkat menjadi lebih dari 33 ribu polis asuransi syariah. 

Akhirnya Paytren Fintech Berbasis Syariah Mendapat Izin OJK

 

Ustadz Yusuf Mansur melalui Paytren merupakan salah satu figur contoh tokoh islam, yang selama ini telah berjuang untuk menunjukkan bahwa Umat Islam Indonesia sebagai golongan mayoritas harus menjadi pemain pasar utama di negaranya sendiri. Jangan cuma menjadi penonton atau cuma sebagai target pasar dari para pebisnis non muslim, apalagi pihak negara asing. 

Wujudkan Indonesia Sebagai Kiblat fashion Muslim Dunia

 

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Potensi ini harus menjadi sebuah modal awal untuk melangkah sebagai pemain terdepan. 

Aplikasi Muslim Ummah Merupakan Aplikasi Lifestyle Tentang Islam

 

Aplikasi Muslim Ummah merupakan aplikasi lifestyle tentang Islam dan juga pengingat jadwal sholat serta Al Qur’an yang disertai audio untuk pembelajaran Al Quran per ayat. Saat ini Aplikasi Muslim Ummah sudah mencapai ratusan ribu download dengan lebih dari puluhan ribu pengguna aktif setiap hari. 

Kongres Ekonomi Umat 2017

 

Kongres Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) diselenggarakan pada 22-24 April 2017 di Hotel Sahid, Jakarta. 

BELAJAR

Bab: Terguran keras untuk dusta atas nama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam

1 KITAB: MUKADIMAH

Bab: Terguran keras untuk dusta atas nama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam

 

Bab: Penjelasan bahwa islam muncul dengan keterasingan dan akan kembali dengan keterasingan

1 KITAB: MUKADIMAH

Bab: Penjelasan bahwa islam muncul dengan keterasingan dan akan kembali dengan keterasingan

 

Hukum Dalam Fiqih

Hukum Dalam Fiqih Terbagi Menjadi Lima

Bab: Penjelasan tentang sifat Munafik

1 KITAB: MUKADIMAH

Bab: Penjelasan tentang sifat Munafik

 

Bab: Larangan untuk meriwayatkan dari orang-orang lemah dan berhati-hati dalam menyampaikannya

1 KITAB: MUKADIMAH

Bab: Larangan untuk meriwayatkan dari orang-orang lemah dan berhati-hati dalam menyampaikannya

 

TAUSIYAH

Jangan Membenci Saat "Yang Berbeda" Bertanya

 

Seseorang bertanya, : "Kenapa Allah menurunkan Agama Yahudi dan Nasrani melalui nabi-nabinya? Jika Islam turun melalui Nabi Muhammad SAW, Bagaimana nasib Nabi-Nabi yang tidak beragama Islam sebelum jaman Rasulullah SAW?"

 

Ucapan Selamat Saat Idul Fitri dan Jawabannya

 

Saat hari raya idul fitri, kita terbiasa saling mengucapkan selama untuk sesama muslim, lalu bagaimana ucapan yang dicontohkan oleh Rasulullah dan diikuti oleh sahabat Nabi? Bagaimana pula jawabannya?

Sarung

 

Catatan kali ini bercerita tentang sebuah benda yang sangat terkenal. Biasa dipakai oleh kaum laki-laki dewasa untuk menghalau angin malam saat ronda, sebagai pelindung dari gigitan nyamuk saat tidur.

Mintalah Pertolongan Allah

 

Pernahkah kita merasa berada di titik nadir, dimana kesulitan yang kita miliki seolah-olah sudah tidak ada lagi jalan keluarnya?

Balasan Surat Cinta Karena Allah (Berbeda Tetapi Tetap Sayang)

 

Sungguh Allah telah memuliakan kita dengan Islam dan Iman sebagaimana pernyataan sahabat mulia Umar bin Khottob Radiallahu Anhu

SEJARAH

Nabi Ayyub AS

 

Iblis mengira ketaatan Nabi Ayub AS adalah hanyalah ketaatan untuk mengamankan kondisi ideal sang nabi agar terus dapat hidup dengan segala kenyamanan tersebut.

KH. Hasyim Asy'ari

 

Hasyim Asy'arie kemudian memutuskan untuk kembali ke Mekkah dan menetap di sana selama kurang lebih tujuh tahun. Di Mekkah beliau banyak berguru ke ulama-ulama besar baik dari Mekkah sendiri maupun ulama Indonesia. 

Kisah Nabi Sulaiman, Semut & Cacing Buta

 

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).

KH. Ahmad Dahlan

 

Pada usia 15 tahun, beliau berhaji sekaligus menuntut ilmu ke Mekah. Selama 5 tahun berguru kepada banyak tokoh besar Islam dunia, beliau juga mulai bersentuhan dengan berbagai pemikiran Islam pembaharu. 

REFERENSI

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz Syafiq Riza Basalamah

 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz  Syafiq Riza Basalamah

Sabtu 20 Mei 2017

Kajian Dhuha 09.00 | Akankah Lebih Baik?
Masjid Raya Al Musyawarah, Jl Boulevard Kelapa Gading 
Jakarta Utara 

Abdullah Gymnastiar

 

Yan Gymnastiar atau lebih dikenal sebagai Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym adalah seorang pendakwah, penulis buku, pengusaha dan pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid di Jalan Gegerkalong Girang, Bandung. 

Pesantren Daarut Tauhiid – Bandung

 

Inti aktivitas di Daarut Tauhiid adalah di bidang pendidikan, dakwah dan sosial. Namun sebagai sebuah pesantren, maka pesantren Daarut Tauhiid terdapat beberapa keunikan atau kekhasan dibandingkan pesantren lain pada umumnya. 

Muhammad Idrus Ramli

 

Muhammad Idrus Ramli, Pada masa kecilnya belajar al-Qur’an, tajwid, dasar-dasar agama dan gramatika Arab kepada Kiai Nasyith di Pondok Pesantren Nashirul Ulum.  

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Syekh Ali Jaber 11 Juni 2017

 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Syekh Ali Jaber 2017 

DOA

Doa Sebelum dan Sesudah Bepegian

 

BISMILLAHI TAWAKALTU 'ALALLAHI LAA HAULA WA LAA QUWATA ILLA BILLAH

Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada Allah, tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah

Doa Sebelum Makan & Sesudah Makan

 

Allahuma Baarik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa 'adzaa bannaar.


Alhamdulillahilladzii ath'amanaa wa saqoonaa wa ja'alanaa muslimin.

Doa-Doa Para Nabi & Rasul

 

Doa Nabi Adam 

“Robbana zholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lana kunnana minal khosirin“  

Doa Sebelum dan Sesudah Masuk Kamar Mandi (WC)

 

ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAAITSI

Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari setan laki-laki dan setan perempuan

Doa Sebelum dan Sesudah Belajar

 

Robbii Zidnii ‘Ilmaa, Warzuqnii Fahmaa, Waj’alnii Minash-Shoolihiin

Ya Allah Tambahkanlah aku ilmu, Dan berilah aku karunia untuk dapat memahaminya, Dan jadikanlah aku termasuk golongannya orang-orang yang soleh.